Kedinginan di Istanbul, Turki

16 01 2018

Sebagai petualang, Turki sudah lama masuk dalam salah satu incaran negara yang ingin di kunjungi. Apadaya sebagai backpacker dengan budget yang lumayan mepet, Turki masih disimpan dalam angan-angan. Namun kalau Allah berkehendak tidak ada yang tidak mungkin, eh siapa yang duga ternyata kesampaian juga ke Turki walau cuma sehari di Istanbul, alhamdulillah yang penting sudah liat dan ngerasain makanan dan udara di Istanbul.

Bermula dari sentilan halus dari Allah yang kami sadari ketika pulang dari berpetualang di Myanmar. Suatu kejadian yang membuat kami berpikir, sudah saatnya nih kami gak cuma berkelana kesono kemari tanpa juntrungan, kami harus berkunjung ke Grand Mosquenya Allah. Jadilah mulai ngumpulin sedikit-sedikit, ketika sudah terkumpul mulai deh hunting travel yang bisa dipercaya karena ketika itu sedang derasnya berita tentang travel-travel bermasalah. Ketika travelnya cocok, eh jadwalnya gak cocok. Sejak sulung saya dimasukkan ke sekolah negeri, susah mencari jadwal yang cocok karena tidak seperti sekolah sebelumnya yang kalau mau berlibur tinggal ngomong, di sekolah negeri hanya boleh berlibur ya hanya saat libur sekolah. Jadilah mencocokkan jadwal libur dengan jadwal travel-travel ini yang ribet, ada jadwalnya saat libur sekolah eh tapi sudah full seat, ada yang masih kosong eh tapi sudah masuk sekolah. Lalu seorang sahabat menyarankan, “kenapa lu gak backpackeran aja seperti biasa coy”…nah ini dia, sebagai orang awam kami gak punya gambaran tentang ritual selama ibadah di Tanah Suci, itu sebabnya kami memilih menggunakan travel daripada backpackeran sendiri.

Akhirnya dapat travel yang bisa dipercaya dan jadwalnya pas dengan yang dikehendaki. Saat sudah mulai proses ini itu, baru tahu kalau ternyata ada acara mampir sehari di Turki karena travel menggunakan pesawat Turkish Airlines, alhamdulillah…berasa dapat bonus. Dan sebagai wong ndeso, sekalinya naik pesawat dalam perjalanan panjang (10 jam) dengan pesawat yang lumayan keren (walau kelas ekonomi) tuh sesuatu…sudah berasa syahrini…hahaha. Krucil langsung happy, sibuk ngutak-ngatik tombol…ayah bundanya sibuk ngembulin diri karena makanannya keju mulu coy…mantap….hahaha #kamseupay mode on#

Selain diajak ke tempat belanja dan tempat makan, selama di Istanbul kami mengunjungi beberapa tempat. Beberapa tempat saya masih gak ngeh namanya, selain karena kedingina juga gak dengar tour guidenya ngomong apa…hiks. Ini beberapa tempat yang kami kunjungi dan semampunya saya menjabarkan dan mendeskripsikannya…


Blue Mosque (Sultan Ahmet Mosque)

Kami tiba dimesjid ini subuh, jadi sholat subuh di mesjid biru ini. Bentuk kubahnya berundak-undak. Dalamnya seperti mesjid pada umumnya cuma lebih megah. Tempat sholat wanita tertutup oleh pintu ayun dan kecil di pojokan. Airnya dinginnya pol karena saat itu suhu mencapai 7°C, lumayan bikin ngilu. Menurut guide tour kami Mustofa, muslim di Turki banyak tapi yang rajin sholat 5 waktu itu paling hanya 10%nya. Dan terbukti walau mesjidnya besar, yang sholat didalamnya sedikit, mungkin juga karena subuh…belum pada bangun.


Museum Panorama 1453 Tarih Mùzesi

Museum ini adalah museum 3 D yang bercerita tentang perang. Cukup menarik sih untuk krucil terutama sulung saya yang memang suka sejarah dan museum. Sayang waktu disini sangat terbatas, lebih ke terburu-buru karena sudah ditunggu sama yang lain di bis padahal kalau krucil di museum biasanya lamanya mengalahkan emak-emak belanja. Kekurangan ikut tour travel ya begitu, kita harus menyesuaikan waktu dan selera dengan peserta lain. Kelebihannya sih tinggal bawa diri aja, gak usah repot ngurus ini itunya, mikirin itenary, dsb.

Selain gambar 3 dimensi tentang perang di lantai paling atas, banyak dipajang pula lukisan-lukisan sultan yang pernah menguasai Turki. Tidak banyak yang bisa saya ceritakan tentang museum ini. Keluar museum, langsung deh menyerbu penjual roti kaki lima…sebenarnya bukan karena lapar sebab seperti saya bilang diatas, ikut tour travel itu kita gak usah repot ini itu termasuk makanan…sudah makan kenyang di resto yang bekerjasama dengan travel. Kami beli cemilan lebih ke kepo, pengen tahu kayak apa sih rasa makanan (cemilan) kaki lima di Turki. Harganya lupa lagi, entah 2,5 Lira atau 5 Lira. Bentuknya kayak donat, berlubang ditengah, lalu diolesin selai (coklat atau keju). Rasanya ya roti coklat cuma lebih kenyal. Laaa kok malah ngomongin makanan, sudah ah…cus kita ke tempat lain.


Hagia Sophia

Hagia Sophia ini letaknya masih dalam satu area kota tua yang di dalamnya ada toko-toko souvenir, resto-resto, Blue Mosque, dan Hippodrome. Jadi jalan kaki muter-muter disini kalau gak terikat dengan tour travel sih pasti akan sangat menyenangkan. Kami aja yang jalannya ngikut rombongan senang walau kurang puas, kurang bisa ngider sesuka hati…hehe.

Hagia Sophia ini awalnya adalah gereja yang kemudian beralih fungsi menjadi mesjid ketika Konstantinopel (Istanbul) dibawah kekuasaan kekaisaran Ottoman (Ustmani). Wah hebatnya saya bisa tahu sejarah padahal mah hasil liat di gugel tuh, soalnya gak begitu dengar penjelasan tour guide karena kejauhan posisi duduknya…haha. Nah sekarang Hagia Sophia beralih fungsi menjadi museum. Untuk tiket masuknya kalau gak salah nih sekitar 165 Lira, hitung aja kaliin 3rb-4rb. Nih karena biaya tiket masuk tidak termasuk tanggungan travel dan mayoritas peserta tidak mau masuk karena tiketnya yang lumayan, jadi kunjungan masuk ke dalam dibatalkan…hiks hiks. Yang penting foto-foto diluar…cheese

Nah yang menariknya adalah diseputaran tempat ini banyak penjual jagung rebus dan kacang kastanye. Melihat kacang ini seketika ingatan kami ke smurf yang suka kacang kastanye…dan karena seumur-umur tahu kastanye hanya di smurf, langsunglah penasaran gimana rasanya. 100gr harganya 10TL (Turki Lira), eh dapatnya cuma segenggam. Mahal sih tapi rasanya enak juga, rebutan deh berempat beranak makan kacang hahaha. Kalau mau yang agak murah, agak menjauh dari daerah keramaian, harganya agak murah dikit sih jadi 7TL. Eh kok malah bahas makanan lagi…

Hippodrome

Konon katanya hippodrome ini tempat kuda kekaisaran, tapi sekarang beralih fungsi jadi taman yang luas tempat jalan-jalan cantik atau foto-foto. Gak banyak sih yang diceritakan tentang hippodrome ini karena ya cuma taman dengan tugu-tugu ala batu menhirnya obelix yang dipenuhi tulisan kuno.

Makam Sultan

Sampai sekarang saya lupa nama makam ini, apa ada yang tahu namanya? Hayu acungkan jari anda. Penjelasan dari tour guide yang paling saya ingat adalah ini makam yang selalu didatangi oleh orang Turki baik untuk jodoh maupun masalah pekerjaan. Setiap Raja yang mau diangkat atau dilantik, selalu mendatangi makam ini dulu dengan menggunakan baju kebesaran. Dalam area ini terdapat mesjid tempat kami sholat dzuhur. Area sholat laki dan perempuan terpisah.

Mesjidnya ramai dan penuh sesak. Di area sekitar mesjid banyak terdapat toko-toko, kedai-kedai dan penjual souvenir. Makamnya sendiri saya sedikit bingung, yang mana yang dimaksud karena di pelataran parkir penuh dengan makam tapi sepi. Ada juga makam dalam sebuah ruangan, nah itu ramai…tapi entah itu yang dimaksud atau yang lainnya, karena di sini tour guide kami cuma membiarkan kami sholat dan foto-foto saja karena tempatnya lumayan bagus dengan bendera-bendera Turki yang bertebaran.

Setelah sholat, krucil malah sibuk main sama kucing yang gendut dan terawat. Banyak banget kucing liar yang gendut-gendut dan bersih. Kemudian kami berburu magnet kulkas yang harganya lebih murah dibanding di kota tua, lalu nyobain doner kebab asli Turki. Sulung saya penggemar kebab kalau di Indonesia, itu sebabnya ketika ada penjual kebab langsung deh beli. Di Turki kebab seperti di Indonesia namanya doner kebab, kalau bilang kebab aja yang dikasih daging panggang karena kebab itu sebenarnya artinya daging yang ditusuk besi dan dipanggang. Doner kebab asli Turki tuh tuh ternyata pakai roti seperti rotinya hotdog gitu deh tapi porsi jumbo. Isinya daging iris yang besar-besar sama sayur. Dagingnya daging kambing, jadi ya gitu deh…makan satu aja bisa untuk dua orang dan puyeng deh makan kambing karena porsinya banyak. Hmmm, kayaknya saya dari tadi bukannya bahas tempat malah ke kuliner…efek hawa dingin kayaknya, yang diurus makanan mulu…haha.

Itulah sebagian tempat yang kami kunjungi selain beberapa yang menurut saya kurang menarik seperti tempat belanja sponsorship. Kesan secara keseluruhan, kami suka Turki…semoga someday bisa kembali ke negara ini lagi, aamiin.

Advertisements