Night Market, Siem Reap

22 04 2014

20140423-120406.jpg

Night Market ini ya sama dengan pasar malam, bergeliatnya kalau malam hari hehe. Jualannya sih sama aja ; pakaian, makanan, souvenir, dsb. Sebenarnya di tiap negara ada nih night market, cuma ya pengelolaannya aja yang membedakan. Kalau di negara Vietnam, Combodia, ataupun Thailand night market ini jadi magnet bagi turis karena dikelola dengan baik sebagai jualan wisata, tempatnya bersih, rapi, dan dihias lampu warna-warni kadang-kadang, sedang kalau di Indonesia ya dibiarkan apa adanya aja.

Nah di Siem Reap ini kami mendatangi Night Marketnya dengan menyewa sepeda dari penyewaan sepeda didepan hotel kami seharga 1$ untuk waktu 3 jam-an. Seru juga, karena di Siem Reap ini banyak sekali penyewaan sepeda jadinya banyak turis yang menyewa sepeda untuk keliling Siem Reap, malah kadang mereka bersepeda ke Angkor Wat yang jaraknya pasti bisa bikin saya ngos-ngosan. Umumnya sepeda disewakan untuk waktu seharian seharga 3-7$ tergantung jenis sepedanya. Nah karena kami meminjam hanya untuk beberapa jam, kami hanya ditagih 2$ untuk dua buah sepeda.

Seru juga liat-liat malam di Siem Reap dan ternyata kami baru tahu bahwa Night Marketnya ada banyak. Di dekat hotel kami ada night market, malah ditulis the real night market of Siem Reap. Di dekat sungai ada lagi…yah seru juga. Cuma saat mau liat-liat, kepikiran ninggalin sepedanya …akhirnya gak jadi masuk hanya muter-muter mengelilingi night market aja menggunakan sepeda…hehe..

Advertisements




Angkor Thom Bayon, Siem Reap

22 04 2014


Angkor Thom ini dulunya dibangun oleh raja Jayavarman VII di abad ke 12 dan merupakan ibukota dari kerajaan Khmer…untuk lebih jelas lagi sejarahnya liat buku sejarah atau wikipedia ya, saya gak ngerti sejarah soalnya… hehe.

Nah setelah dari Ta Phrom, kami pun berniat menjelajah Angkor Thom ini. Tapi baru sampai areal parkir dan melihat kearah Angkor Thom, rasa malas pun merambati saya dan krucils, cuma si ayah yang masih semangat. Melihat areal yang luas plus panas yang menyengat…duh, malasnya poll dah…rasanya pengen balik ke hotel daripada panas-panasan lagi…hehehe..

Setelah minum kelapa muda sampai dua buah, baru kami memaksakan diri melangkahkan kaki menjelajahi Angkor Thom yang luas ini. Kebayang kan luasnya ibukota kerajaan jaman dahulu. Panas yang menyengat membuat kami malas memulai penjelajahan dari pintu masuk, jadi kami mutar dari pintu samping…pokoknya mutar-mutarlah nyari yang ada pohonnya, nyari yang agak teduh. Akhirnya malah bingung sendiri, loh kok sampai sini…loh kok disitu…hehehe. Jadi begitu nemu candi yang agak besaran, kamipun mengambil kesimpulan semena-mena…oh ini dia sentralnya, Bayon Temple…yuks balik lagi keparkiran…wahaha…

Peta Angkor Wat yang diterbangkan oleh angin saat kami naik tuktuk, plus panas yang menyengat menyebabkan kami malas jalan jauh-jauh…sudah bikin perjanjian bersama, kalau sudah nemu candi utama kita balik hotel aja sudah. Padahal sih sebenarnya bukan itu Bayon Templenya…tapi karena kepanasan, kelelahan, peta hilang plus sok tewu…jadi aja salah candi yang dipelototin. Kata supir tuktuk sih biasanya orang hampir setengah harian di Angkor Thom ini, laaa kami sejam aja gak nyampe…hehe. Enaknya sih sewa sepeda nih ngelilingi Angkor Thom ini.

Yah yang penting krucil sudah tahu deh yang mana Angkor Thom, capital city of Khmer empire. Jalan masuknya memang keliatan sih kalau ini ibukota. Ok anak-anak, kita istirahat dulu dihotel…siapkan tenaga buat nanti malam kita gowes-gowes ngeliat Night Marketnya Siem Reap.

Ps : Saya hanya sempat foto krucils di gerbang pintu samping. Batrai tablet yang habis selama pengelanaan di Angkor Thom memaksa kami mengandalkan kamera dan berhubung tidak membawa kabel data selama petualangan, jadi foto-fotonya disusulkan kemudian ya…harap sabar kalau mau liat foto Angkor Thom, kalau gak sabar silahkan cari di google hehehe 🙂





Ta Phrom, Siem Reap

22 04 2014


Pernah nonton Tomb Raider kan? Atau kalau belum pernah nonton seperti saya setidaknya tahu kan tentang film ini? Itu tuh yang terkenal diperankan oleh si sexy Angelina Jolie. Nah Ta Phrom ini terkenal juga dengan Tomb Raider Temple….hehe…ya karena syuting disini kali ya.

Mumpung masih berada di areal Angkor Wat, penting banget nih ngasih pin sudah pernah kesini wahahaha, mulai deh narsis. Tidak seperti Angkor Wat yang menurut saya panasnya mirip kalau sedang ngunjungi Borobudur, nah di Ta Phrom ini sedikit lebih enak tempatnya. Jalan masuknya aja ditengah rerimbunan pohon…jadi panasnya gak begitu berasa, itu tuh pentingnya pohon bagi kehidupan, salah satunya ya seperti ini…mengurangi panas.

Kembali ke cerita, supir tuktuk kemudian menurunkan kami didepan pintu masuk. Awalnya kami gak ngeh kalau itu hanya satu dari empat pintu masuk ke Ta Phrom. Kami jalan santai, begitu tiba di depan Ta Phrom pemandangan yang keren yang ada langsung menyambut mata kami. Candinya ketutup akar pohon yang gede-gede karena memang letak candi ini ditengah-tengah hutan gitu. Wah kalau gini sih asik aja, bisa santai-santai aja jalannya. Istirahat dulu, minum-minum dan makan-makan dulu karena kami bawa bekal ayam KFC…hihihi KFC lagi deh makannya.

Setelah makan, minum, istirahat. Yuk markimon (mari kita kemon), saatnya menjelajah kedalam. Sebagian besar bangunan candi hampir runtuh sehingga ditopang sama kayu-kayu dan besi. Dan yang paling keren adalah banyak bagian candi yang tertutup oleh akar-akar pohon raksasa, ya persis di Tomb Raider itu (bener gak ya, gak pernah nonton filmnya soalnya…hehe). Alhamdulillah, bisa nyampai sini juga krucils berpetualang…

Menurut saya pribadi, Ta Phrom ini lebih eksotis dan keren dibanding yang lain. Apa karena kami kepanasan di candi yang lain, atau karena saya memang suka hutan dan pohon aja makanya bagi saya ini lebih keren. Mungkin kalau kami mendatangi Angkor Wat pagi atau sore hari mungkin jadi berbeda lagi ceritanya. Entahlah…hehe…saya kalah sama panasnya mentari di Angkor Wat…

Ketika keliling-keliling mengaggumi candi, eh tanpa sadar kami tersesat. Iya, tersesat dalam arti sebenarnya, bingung arah keluar…wkwkwk. Padahal kata supir tuktuk Ta Phrom ini more little than Angkor Thom. Tanya sama tour guide yang ada, eh dia menanyakan tadi kami masuk dari pintu sebelah mana karena ada empat pintu (south, east, west and north) masuk disini…ujubune, mana kami ngeh dipintu mana kami masuk.

Nekat keluar ngikutin orang banyak dan eng ing eng, we are in the middle of nowhere…wahaha. Entah dimana ini, berbeda dengan jalan masuk kami pertama tadi. Langsung aja yang pertama saya lakukan membeli ice cream…untung aja disitu ada yang jualan ice cream. Nongkrong disitu makan ice cream sambil ayah minta tolong supir tuktuk yang sedang nunggu pelanggannya disitu untuk telpkan supir tuktuk menjemput kami disitu. Untung aja si ayah sempat simpan no telp supir tuktuk, kalau enggak entah apa yang terjadi….luntang lantung ditengah hutan…hahaha. Benar-benar pengalaman seru, dan kesempatan kami untuk ledek-ledek ayah…”katanya jago masalah arah tapi masa nyasar. Ini candi kecil loh kata supir tuktuk”…hahaha 😀





Angkor Wat, Siem Reap

21 04 2014


Pagi hari pertama kami di Siem Reap, kami santai-santai dulu di kamar hotel, baru sekitar jam 9-an keluar hotel dan langsung disambut oleh supir tuk-tuk yang sudah menanti di depan hotel. Dia menawarkan 20$ untuk mengantar seharian di Angkor Wat, padahal hasil survey googling mengoogling di internet, biasanya harganya 15$. Tawar menawarlah kami, dan akhirnya dia setuju 15$…baiklah berangkaaattt…

Sebelum masuk kedalam kompleks percandian ini kami diantar ke loket tempat beli tiket masuk areal Angkor Wat. Biaya masuk 20$/orang, krucils gratis karena anak-anak dibawah umur 12 tahun tidak dikenakan tiket. Biaya tarif sebenarnya ada 3 jenis, one day visit yang termurah seharga 20$, ada two day visit dan three day visit. Kenapa sampai ada tarif untuk kunjungan tiga hari? Karena areal Angkor ini luaaasss banget nget nget, sudah kayak sebuah kota kecil sehingga kalau mau puas memang harus tiga hari kunjungan baru bisa datangin satu persatu candi-candi yang tersebar di lokasi yang luas ini. Tapi berhubung kami hanya dua malam di Siem Reap ini, jadi ya ngambil yang one day visit aja.

Setelah membayar tiket 40$ untuk saya dan ayah, kami pun disuruh menghadap kearah kamera yang dipasang ditiap loket, jepret…eh difoto. Rupanya tiket kunjungannya pakai foto, mungkin untuk mengurangi pemalsuan atau semacamnya. Tunggu sekitar satu menit, kartu lengkap dengan fotonya sudah jadi dan kami bebas memulai dari candi yang mana. Setelah liat peta, kami memutuskan dimulai dari Angkor Wat dulu…laaa pan tujuan utama petualangan kali ini memang mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ini, Angkor Wat. Alhamdulillah, satu lagi sudah didatangin…tinggal lima lagi ya dek…

Ada tiga candi besar dan banyak candi-candi kecil yang tersebar di areal yang luas banget. Tiga candi yang utama dan paling terkenal adalah Angkor Wat, Ta Phrom, dan Angkor Thom. Angkor Wat adalah candi yang paling pertama kami kunjungi, letaknya di tepi sungai atau danau gitu, keren sih….tapi panasnya itu loh…panasnya poll. Sinar mentari yang terik membakar kulit, beuh benar-benar hangus dan gosong rasanya, mana candinya luas banget lagi. Belum apa-apa, kami sudah dekil dan keringatan…mau foto dengan latar Angkor Watnya juga susah karena sinar matahari justru dari arah sana sehingga kalau difoto dengan latar Angkor Wat hasilnya gelap.

Harusnya saat yang tepat mengunjungi Angkor Wat adalah pagi hari (biasanya orang mengejar sunrise disini) atau sore hari (menjelang sunset)…selain cuacanya yang bersahabat juga dapat foto yang lebih eksotis. Tapi kami gak tega bangunin krucils pagi-pagi, sedang kalau sore kesini…susah ngatur waktu ngunjungi candi-candi lainnya padahal biaya tiket sudah termasuk mengunjungi candi lainnya juga. Jadi yo weslah, terima aja panas-panasan…seru juga kok terengah-engah kepanasan mengunjungi Angkor Wat. Ayah kemudian memberi semangat pada kami yang loyo kepanasan, katanya “ayo dong kalian yang semangat masa gitu aja capek, petualang tuh tidak mengenal capek”. Sulung saya yang cerdas langsung menimpali “petualang memang gak mengenal lelah tapi kan mengenal panas” wahahaha…..ngakak guling-guling…benar banget 😀

Angkor Wat ini sebagian masih direnovasi sehingga tidak bisa dilalui. Di dinding bagian dalamnya penuh gambar-gambar yang berisi cerita, entah cerita apa…hasil nguping dari tour guide didekat saya sih, gambar monyet yang ada disitu adalah evil dalam cerita tersebut. Setelah puas keliling-keliling Angkor Wat, kami pun meneruskan pengelanaan kami di areal ini. Ta Phrom sudah menanti…yuk…