Phuket Town

21 01 2013

20130121-083811.jpg

Di Phuket sendiri tidak banyak atraksi yang dapat didatangi namun salah satu yang paling menarik minat turis adalah bangunan-bangunan tua Phuket Town. Bangunannya walau tua, tapi tetap terawat dan dilestarikan berbeda dengan di negara kita bangunan tua malah dihancurkan dan diganti dengan bangunan modern yang malah terlihat tidak menarik dan tidak mempunyai nilai history. Padahal jika mau dilestarikan bisa memiliki nilai jual wisata seperti di Phuket Town ataupun di George Town, Penang.





Phuket and The Beach

20 01 2013

20130121-073054.jpg

Phuket sering disebut sebagai pulau (Phuket Island), mungkin karena letaknya yang diujung Thailand dan harus menyeberangi sebuah jembatan dulu untuk sampai kesini (jika melalui darat, bukan laut atau udara loh hehe). Tidak mengherankan jika Phuket dikelilingi pantai, dan walau masih berada didalam wilayah Phuket tapi umumnya orang menyebut tempat dengan nama pantai terdekat. Misalnya dekat Patong Beach, maka disebutnya berada di Patong..demikian seterusnya.

Ini beberapa pantai yang sempat kami datangi selama di Phuket :

1) Patong Beach

Patong ini ibaratnya pantai Kutanya Bali. Kalau kata buku traveler sih “the most popular beach” alias pantai yang paling ngetopnya. Penuh sesak dengan turis, dan banyak sekali hotel, hostel, losmen dan penginapan didaerah sini. Pantainya sendiri ya kurang lebih dengan Kuta, dengan pusat keramaian bernama Bangla Road (seperti jalan Legian).

2) Karon Beach

Kalau Karon suasananya cenderung lebih tenang dan terkesan elit, ya mirip Seminyak. Umumnya hotel-hotel disini hotel kelas atas. Pantainya sendirinya ya kurang lebih dengan Patong. Mungkin karena lebih sepi, atau karena elit itu disini nilai tukar mata uang agak sedikit lebih mahal dibanding jika menukar di Patong.

3) Kata Beach

Kata lumayan ramai juga, namun tidak seramai Patong. Pantainya? ya kurang lebih aja dengan pantai-pantai lain di Phuket. Pantai Kata ini letaknya agak jauh, posisi urutannya kurang lebih begini : Patong, Karon, baru kemudian Kata.





Phuket Aquarium

20 01 2013


Hari kedua kami isi dengan tujuan utama, menyenangkan duo krucils…dan apalagi tujuannya kalau bukan…teret tet tetet…Aquarium! hehehe. Dengan mengendarai motor sewaan dari hotel yang juga merangkap agen travel & tour seharga 200Bath untuk waktu 24 jam serta disertai wanti-wanti dari Mrs.Ploy (pemilik hotel) agar hati-hati karena pengemudi kendaraan di Phuket suka sembarangan, kami pun melakukan perjalanan mulia dan luhur yaitu menyenangkan hati anak…hehe..*lebay mode on*

Perjalanan dari Patong (nama pantai daerah tempat kami menginap) ke Phuket memakan waktu sekitar 30 – 45 menit, tergantung situasi lalu lintas yang terkadang macet. Dan ada beberapa tanjakan terjal yang lumayan menegangkan karena benar kata Mrs. Ploy, disini kendaraan ngebut dan suka seenaknya.

Seperti bisa ditebak, nyasar-nyasar tentunya karena berpetualang tanpa nyasar namanya bukan petualang (alasan asal..hehe). Kenapa nyasar?Pertama, karena agak bingung baca nama jalan…hurufnya mirip huruf sanksekerta gitu dan karena kami bukan pakar huruf seperti ini, jadi ya bingung juga. Kedua, nanya jalan juga susah…umumnya penduduk setempat tidak begitu bisa berbahasa inggris, jadi bahasa andalan adalah bahasa universal…yaitu bahasa isyarat dan peta! Kalau mereka gak ngerti maksud kami, tunjukin peta tujuan yang ingin dituju…dan mereka langsung ngerti.

Selama nyasar kami sempat ke Phuket Town, tempat banyak bangunan tua masih dilestarikan. Mengingatkan saya pada Banceuy di Bandung jaman dulu. Setelah itu sampailah kami di Aquarium yang ternyata oh ternyata letaknya persis di pinggir pantai dan paling ujung jalan. Nama daerahnya Panwa Cape, pantainya lebih tenang dan ada beberapa hotel dan kebanyakan turis yang berada di daerah ini yang sudah berumur, mungkin karena mereka butuh ketenangan tidak hingar bingar seperti di Patong Beach.

Aquariumnya sendiri sih tidak besar dan hanya ada sedikit pengunjung yang umumnya keluarga-keluarga kecil (pastilah tujuannya sama dengan kami, menyenangkan anak…hehe). Karena ketika itu matahari bersinar terik jadi saya agak malas ngasih tahu krucil bahwa dibelakang Phuket Aquarium ini masih ada Marine Biological Center, dan ternyata oh ternyata…setelah sampai di Indonesia ketika ngulik-ngulik brosur Phuket Aquarium saya baru tahu (dikasih tahu si bungsu) bahwa ternyata dibelakang Phuket Aquarium (masih di areal yang sama) masih banyak tempat menarik lainnya, seperti tempat penetasan kura-kura dan lain-lainnya termasuk ada museum paus dan lumba-lumba..oooh nooo…hiks *penuh penyesalan*…kapan-kapan kita kesini lagi. Harga masuk Phuket Aquarium ini 100 Bath untuk dewasa dan 50 Bath untuk anak-anak.

Setelah puas dengan melihat koleksi ikan dan puas nanya ini itu, kami pun ke Panwa Cape View Point yang letaknya gak begitu jauh dari Phuket Aquarium. Dan seperti saya bilang sebelumnya, pantai disini lebih tenang dari hiruk pikuk jadi kalau suka yang tenang-tenang ya disini ini tempat yang pas untuk dikunjungi.





Shell World Museum

20 01 2013


Krucils saya suka museum dan segala yang berbau pantai terutama kerang. Sejak menemukan informasi bahwa di Phuket ada semua perpaduan yang disukai krucils saya yaitu museum dan kerang yang berwujud Museum Kerang (Shell World Museum), saya langsung memasukkan Shell World ini ke dalam list tujuan kami selama di Phuket.

Ketika mengetahui ada museum kerang, tentu saja krucils langsung antusias. Masalahnya adalah mencari letak keberadaan museum ini, yang saya ingat hanyalah petunjuk bahwa museum ini terletak didalam sebuah mall bernama Jungceylon (yang menurut supir taxi merupakan mall terbesar disana). Sehingga malam pertama ketika baru sampai dan mengetahui bahwa Jungceylon ini ternyata letaknya tidak jauh dari hotel, kami langsung menuju mall ini untuk mencari Shell World.

Tapi karena saya dan ayah sudah kelelahan, ditambah petunjuk yang saya ingat juga kurang spesifik jadi agak susah juga nyarinya. Plus ketika nanya ke seorang penjual, dia juga tidak tahu dimana museum kerang. Kami pun memutuskan pulang ke hotel dulu walau disertai rasa penasaran krucils. Baru keesokan malamnya setelah pulang Island Hopping kami kembali ditagih krucils untuk ke museum kerang. Baeklah kalau kalian gak capek, kita lanjut…sekarang clue sudah jelas karena sudah searching di internet bahwa letaknya didekat tempat makan (restaurant) bernama Sino.

Museum ini berada dibelakang tempat penjual cenderamata segala sesuatu berbau kerang. Biaya masuk 50Bath untuk dewasa, dan free untuk anak-anak. Tiket yang sudah dikasih bisa dipakai lagi jika keesokan harinya kembali lagi, jadi bisa dipakai 2 hari. Dan museumnya tidak terlalu besar karena hanya cabang dari museum sejenis yang berada di kota Phuket, namun koleksi kerangnya lumayan banyak. Sulung saya langsung heboh, melihat ini itu, nanya ini itu…panik (bisa juga disebut histeris) melihat banyaknya jenis kerang dan berbagai ukuran kerang yang dipamerkan, dari ukuran yang sangat kecil hingga berukuran sangat besar.

Senangnya melihat anak-anak bergembira menikmati museum. Akhirnya kami bisa kembali ke hotel tanpa harus mendengar rengekan krucils yang berulang-ulang meminta ke museum kerang…hehe..





Island Hopping, Phi Phi Island

18 01 2013


Begitu tiba di hotel, yang pertama kami lakukan adalah memesan tour, pengennya sih semua tour diikuti. Tapi karena waktu dan ehem…budget yang dibatasi dengan ketat, kami hanya memilih Island Hopping di kepulauan Phi Phi. Harganya yang dirilis dibooklet resmi Sea Stars (nama penyelenggara tour yang kami ikuti) sih 3200Bath perorang, tapi di diskon jadi 1200 Bath untuk dewasa, dan 800 Bath untuk anak-anak, total 4000Bath. Kalau mau yang agak murah sih naik kapal besar, cuma ya resikonya kalau naik kapal tidak bisa singgah-singgah di pantai-pantai kecil seperti Maya Bay…ooh nooo, Maya Bay sih it must see bagi saya, wajib kesini. Baeklah…tour sudah ready untuk keesokan hari, saatnya tiduurr…menyiapkan stamina untuk leyeh-leyeh begaya ala mas Leo esok hari.

Kami dijemput sekitar jam 7.40 pagi waktu setempat which means (yang artinya) kami sudah harus bangun subuh untuk bersiap-siap. Jemputan kami berupa minivan berwarna putih, kendaraan yang umum dijumpai (karena hampir semua tour di phuket menggunakan minivan) dan menguasai 30% jalanan di phuket.

Setelah menjemput anggota tour yang lain, kami pun dibawa dari patong menuju phuket. Tepatnya ke Royal Phuket Marina. Tempatnya ? Wuih keren banget, berasa orang kaya raya Monaco yang mau pesiar naik kapal layar pribadi deh…hehehe. Marina ini cukup mewah bagi saya, banyak sekali bersandar deretan boat yang penampilannya gak malu-maluin deh untuk sebuah tour.

Disini kami dikumpulkan dengan turis-turis lain yang dijemput dengan minivan-minivan lainnya. Rupanya tidak semua orang yang ada didalam minivan yang kami naiki mengikuti tour yang sama, ada tiga jenis tour ketika itu. Begitu masuk ruangan ini kami di konfimasi dulu di resepsionis, kemudian dikasih gelang karet berwarna orange untuk tour yang kami ikuti. Ada juga yang dikasih gelang berwarna kuning, dan biru…entah tour jenis apa yang mereka ikuti.

Nah, sementara menunggu semua peserta ngumpul…kami boleh makan minum sepuasnya (dengan catatan, hanya makan dan minum yang disediakan hehe). Lumayanlah bisa nyemil-nyemil ngurangin ngantuk karena bangun terlalu pagi. Dan o..o…si ayah lupa bawa celana renang walau di lobby hotel ketika menunggu jemputan datang super duper yakin sudah pake celana renang…pelupanya makin parah. Akibatnya bisa diduga, beli celana berbunga-bunga di Souvenir Corner Marina seharga 200Bath.. haha.. Disini juga kami menyewa fins (terjemahannya sih kaki katak, itu tuh yang dipasang dikaki untuk mempermudah berenang ataupun nyelam) seharga 100Bath…sok-sok gaya mau nyelam, yang penting kan gaya dulu berenang mah belakangan wkwkwk..Oia, hanya fins loh yang nyewa sisanya mask snorkling dan life vest disiapkan gratis oleh krunya Alex untuk semua anggota tour.

Kemudian kami dibagi-bagi perkelompok, ikuti guide jika memiliki gelang berwarna sama dengan yang dipakai tour guide. Tour Guide kami bernama Alex, dengan beberapa anak buah. Sebelum memasuki boat kami ngantri dulu, duile tak kirain ngantri karena kebanyakan penumpang…ternyata antri disuruh foto…wkwkwk…narsis ah kalau gitu…cheese..

Penumpang di boat tidak berlebih, pas aja sesuai seat yang ada…kurang lebih 25-30 orang, sehingga tempatnya jadi lega banget. 80 % peserta tour bule sisanya Asia. Kursinya duduk menyamping berhadap-hadapan, ditengahnya tempat makan dan minuman ditaruh. Nah, begitu duduk langsung disuguhi minuman dingin nih sama krunya Alex, boleh milih air mineral atau minuman bersoda berwarna merah atau hitam bermerk…huruf rait N kecil nyambung-nyambung …(yah kalau di Indo mungkin diterjemahkan sebagai Cola dan Fanta lah). Minuman ini gak henti-hentinya disuguhkan loh, kapanpun dimanapun…disodori mulu (heran deh dimana naroh stoknya? hehe)…mana gak ada yang gak dingin lagi…dingiiin semua bahkan air mineral pun dingin…hadeuh, ane kan orang Indo yang gampang masuk angin gitu loh…hehe…

Begitu keluar Marina, boat langsung tancap gas…ngebut. Katanya dari Marina ke Phi Phi sekitar 1 jam. Awalnya semua happy, si adek malah ketawa-ketawa tiap boat melambung-lambung dan air nyimprat kedalam boat yang tertutup. Tapi 20 menit kemudian mulai memilih posisi berbaring, 10 menit kemudian nangis pusing. Abang hebat, tetap semangat selama perjalanan, malah antusias melihat ini itu yang dijumpai di laut lepas…wah ini baru calon petualang penerus ransel ayah bunda, si adek kayaknya calon koper nih (maksudnya petualang dengan sejumlah kenyamanan)..hmm…

Tempat tujuan kami yang pertama Phi Phi Ley, ini merupakan gugusan kepulauan Phi Phi Island juga, namun pulau yang agak kecilnya sehingga hanya dijadikan tempat transit. Kepulauan yang terbesar bernama Phi Phi Don, disini pulaunya cukup besar sehingga banyak didirikan resort dan tempat makan dan nantinya kami akan berhenti disini juga untuk makan siang.

Saya awalnya biasa aja naik boat, namun begitu boat berhenti di Phi Phi Ley disemacam teluk (tanpa pantai) dan mundur untuk mengatur perhentian (disini semua diberi kesempatan snorkling selama 30 menit karena airnya jernih banget dan banyak ikan), saya jadi mabuk laut. Ya ampyun deh, malu-maluin…wkwkwk. Obat anti mabuk yang di kasih di Marina males pula saya makan, biar deh mabuk laut … yang parahnya, si kecil juga mabuk sedang yang sulung semangat banget pengen nyemplung. Setelah nyemplung sebentar, akhirnya dipaksa naik karena adek & bundanya mabuk…kasian, ntar abang berpetualang kesini lagi ya…

Nah, setelah boat menuju Maya Bay baru deh saya gak mabuk lagi. Maya Bay ini pantainya kereen banget nget nget nget deh. Pasirnya putih bersih, gak ada sampah walau turisnya bejibun. Dan yang paling mantap pemandangannya, wow. Pantesan mas Leo syuting disini. Ngomong- ngomong tentang mas Leo, rupanya jualan ( boleh juga dibaca sebagai “andalan”) tour ini memang Leonardo D’caprio dan film The Beachnya. Alex selalu nyebut-nyebut Leo ini dalam setiap ceritanya tentang Maya Bay…oalah, kapan-kapan nyebut nama saya aja gimana? laku gak ya jualannya…hahaha…

Di Maya Bay sih di kasih waktu lumayan banyak, acara bebas…tapi di jam yang ditentukan Alex harus sudah masuk boat…kalau gak ditinggal (dan beneran loh, tepat waktu yang ditentukan boat langsung berangkat tanpa memperhatikan ada yang ketinggalan atau gak). Nah disini kami sempat ke Loh Samah Bay yang berada tepat dibelakang Maya Bay. Sedang krucil begitu ngeliat pasir putih bawaanya langsung pengen duduk main pasir…hadeuh…tapi gpp deh, si bungsu langsung ceria lagi, mabuknya hilang seketika begitu melihat pasir… ajaib! hehe..

Kemudian dari Maya Bay kami dibawa melihat Monkey Beach dan Viking Cave. Lucunya jelas-jelas ada peringatan do not feed the monkey, eh semua boat yang mendekat ke tebing ini malah ngasih makan pisang ke monyet-monyet supaya monyet menampakkan dirinya di depan turis. Dan turis pun dengan semangatnya foto-foto, sementara saya lebih tertarik memotret aktivitas para turis..kesian deh loe belum pernah liat monkey, dinegara kami monkey sih banyak… *joget-joget gangnam style* haha…

Viking Cave sendiri adalah gua di tebing gitu, mirip-mirip apa tuh yah kalau di Indonesia, didaerah jawa mana gitu yang ada tebing curam berisi penuh walet. Nah gua ini juga banyak waletnya, namun alkisah jaman dahulu kala ini tempat perhentian bangsa viking. Sekarang masih dihuni juga saya liat, cuman gak tahu deh apakah itu keturunan viking atau orang lokal.

Sebelum ke perhentian tempat makan siang, kami diajak melihat Pileh Lagoon. Pileh lagoon ini adalah laguna yang dikelilingi oleh tebing-tebing, airnya jernih banget eh tapi semua perairan di daerah Phi Phi ini memang jernih semua. Katanya sih (katanya Alex tentu saja, bukannya katanya Leonardo, atau katanya suroso satpam komplek), di Pileh Lagoon inilah lokasi syuting Jurasic Park 2…oooh gitu toh? Memang tebing-tebingnya mirip jaman jurasic deh…agak-agak gimana gitu…

Dan saat yang ditunggu pun tiba, saatnya makan siang…yippie. Makan siang ini dilakukan di Phi Phi Don. Konon di Phi Phi Don ini tsunami yang sangat berdampak karena ketinggian air sampai 10 meter! Wuih, gak kebayang deh gimana turis-turis saat itu karena Phi Phi Don ini merupakan pulau terbesar di kepulauan Phi Phi dan banyak didirikan resort, penginapan serta tempat makan. Makan siang disini memang sudah disediakan oleh pihak tour sehingga semua gratis. Makannya prasmanan, dan alhamdulillah kami kebagian di daerah halal food jadi bisa makan puas tanpa khawatir kehalalan makanan. Disini lagi-lagi krucil sibuk banget…sibuk main pasir…hadeuh..

Kemudian kami dibawa ke tujuan terakhir yaitu Khai Island, sebuah pulau yang pantainya banyak ikan kecil. Bentuk pantainya mirip bangka belitung menurut saya, banyak batu-batu besar dipantai…cuma tentu saja lebih indah bangka belitung la yaww…Disini krucil tambah heboh, walau panas menyengat, mereka sudah serasa bule yang sedang berjemur di pantai, main air, pasir, berenang dan snorkling bersama ikan. Lagi-lagi disini tidak kekurangan makanan, walau terpencar sibuk masing-masing, semua anggota tour didatangi satu-satu sama krunya Alex untuk dikasih buah-buahan dan kue-kue. Untuk urusan service memuaskan banget deh tour Phi Phi Island ini, sepanjang tour kami selalu diberi minuman dingin dan diberi cemilan, bahkan diakhir tour kami diberi handuk (tisue) basah yang wangi banget untuk membersihkan muka sehingga di bungsu langsung happy…maklum princess, untuk urusan dandan nomor satu deh semangatnya hehe…

Di Khai Island ini diberi waktu lumayan lama, sampai 4.50 (kalau gak salah ingat), jadi puas deh. Lalu kami kembali ke Marina. Disini deretan minivan sudah menanti semua tamu untuk diantar kembali ke hotel masing-masing. Sebelum pulang, mau makan lagi juga boleh…bebas kok, kuenya masih banyak hehe. Di marina kami ditawari rekaman video dan foto-foto kami selama tour seharga 1200Bath..dan akan dikirim ke hotel malam itu juga. Memang selama tour berasa jadi artis diikuti kamera kemana-mana, tapi kami kan backpacker (alasan…padahal mah pelit hehe) yang males bayar-bayar tambahan lagi jadi no thanks deh, cukup rekaman punya sendiri hehe..

The end of the stroy is everyone happy, krucils happy setelah puas berenang dan bermain pasir. Ayah puas berasa bule menghitamkan kulit yang sudah legam, bunda puas karena dream comes true…bisa melihat dari dekat Phi Phi Island…yeaah…