Royal Palace, Phnom Penh

20 04 2014


Jalan kaki tidak jauh dari National Museum, letaknya tepat disamping museum terlihatlah bangunan besar berwarna kuning, itulah dia Royal Palace. Bangunannya menurut saya malah mirip bangunan Thailand, ya 11 12 lah. Nah di depan Royal Palace ini ada sebuah taman yang luas yang berisi ratusan atau ribuan burung merpati. Saat kami berada ditaman tersebut matahari sedang terik-teriknya, kalau tidak mungkin berasa di salah satu taman di Eropa hehe…

Kami tidak masuk Royal Palace ini karena pengen istirahat sebentar di hotel sebelum melanjutkan petualangan ke kota berikutnya. Bis yang sudah kami pesan berjanji akan menjemput kami di hotel sekitar jam 11, sedang ketika itu sudah jam 10-an. Sehingga kami hanya foto-foto di depan dan membiarkan krucils bermain dengan burung-burung yang ada di taman tersebut, senang banget mereka disini. Puas mengejar-ngejar burung, kamipun beranjak dari situ. Tuk-tuk yang banyak ngetem depan taman langsung menawar-nawarkan tuk-tuk mereka. Panas yang menyengat menyebabkan kami malas rasanya jalan kaki kembali ke hotel, selain itu gak tahu arah ke hotel (kata saya sih kayaknya ke kiri deh yah, sedang ayah keukeuh ke kanan), jadilah iseng-iseng nawar tuk-tuk 1$ untuk mengantar kami ke hotel…lah daripada nyasar ditengah terik mentari.

Eh yang mengherankan tanpa ba bi bu supir tuk-tuk langsung mengangguk setuju. Agak mencurigakan juga sebenarnya, saya yakin sih sudah dekat hotel, lupa plus malas liat peta juga nih. Naik tuk-tuk, tuk-tuknya mutar arah ke kiri dan satu detik kemudian tibalah di hotel kami…wahahaha….tuh kan feeling wanita terbukti lagi. Jadi Royal Palace ini letaknya disamping hotel kami sebenarnya, tapi karena terhalang sebuah jalan kecil jadi gak keliatan…hahaha, pecahlah tawa kami semua…ow..ow…konyol banget, pantesan muka supir tuk-tuknya lempeng banget tanpa ekspresi saat kami menawar 1$ dan langsung setuju..haha… Dan that’s it, petualangan kami di Phnom Penh pun diakhiri. Yuk anak-anak, kita siap-siap…Angkor Wat sudah menunggu nih…





National Museum of Cambodia, Phnom Penh

20 04 2014


Perut kenyang langkahpun ringan…hehe, saatnya ke National Museum. National Museum ini letaknya dibelakang hotel kami, tapi karena kami tiba di Phnom Penh malam hari dan belum sempat menjelajah malamnya karena keburu ngantuk jadi ya gak tahu kalau ternyata tempatnya dekat banget dari hotel. Saat sedang sarapan di hotel, seorang staff hotel yang friendly sudah ngasih tahu kalau National Museum dibelakang hotel, not so far…tetap aja masih gak ngeh karena mikirnya ah kan sudah pesan tuk-tuk untuk ngantar kesini…hehe..

Masih bersama pak supir tuk-tuk yang dicarter, kami diantar ke National Museum ini. Dia sih menawarkan untuk menunggu kami tapi karena kami pengen jalan kaki ke Royal Palace setelah dari museum ini, kami pun menyuruhnya pergi saja. Masuk National Museum ini tiketnya 5$/orang…walah lumayan juga dan ternyata dilarang foto-foto selama didalam museum. Isi museumnya sebenarnya menarik banget, tentang peninggalan-peninggalan bersejarah seperti patung-patung, prasasti, dsb. Sayangnya krucils saya sedang gak mood, yang satu sedang sakit perut, satu lagi rewel karena gak mau di foto sambil pasang tampang manyun ngomel-ngomel “kenapa sih foto-foto terus” wahaha….dia gak tahu kalau kami rajin foto mereka di setiap tempat supaya mereka punya kenang-kenangan tentang petualangan-petualangannya 😀

Pada akhirnya konsentrasi melihat isi museum pun pecah karena krucils yang rewel. Sebenarnya sih saya tahu alasan rewelnya mereka, kamar mandi hotel kami yang menggunakan bathub selalu lebih menarik bagi mereka dibanding apapun juga…yah, salah strategi deh si bunda. Makanya kalau sedang berkelana jangan pilih hotel yang pakai bathubnya jadi aja merusak minat mereka terhadap hal yang lain hahaha…

Baiklah krucils, kita ke Royal Palace sebentar ya yang letaknya tepat di samping National Museum ini…yuk mari…





Halal Food di Phnom Penh

20 04 2014


Setelah dari Central Market, makan dulu dong supaya punya tenaga untuk berkelana. Dari buku yang kami baca sih ada resto halal di dekat Central Market, sayangnya ketika supir tuk-tuk yang sudah kami carter untuk mengantar keliling Phnom Penh mengantar kami kesana, resto tersebut masih tutup. Kepagian kayaknya kami datangnya…

Untungnya dia tahu tempat lain yang juga menjual makanan halal. Nah disinilah kami makan.Ternyata pemiliknya orang Malaysia jadi makanannya ya Malaysian food…enyak enyak…kebetulan krucils memang suka makanan melayu. Kami pesan mie curry, noodle sup, catonesse nasi goreng…setelah sekian lama cuma makan ayam KFC, dapat makanan lain rasanya maknyus banget…sedappp…selamat makan 😀





Central Market, Phnom Penh

20 04 2014


Kami ke Central Market atau dikenal juga dengan nama Psar Thmey ini sekitar jam 8-an, kepagian memang. Beberapa toko baru bersiap-siap buka, sebagian memang sudah buka. Menurut yang saya baca sih disini harganya murah, terutama buku. Berhubung kami penggemar buku, begitu mendengar ada buku murah…radarnya langsung menyala..hehe. Jadilah kami jelalatan nyari buku dan begitu nemu penjual buku…liat-liat, yah kayaknya yang seru cuma seri Lonely Planet…jarang-jarang ada novel apalagi komik.

Tanya harga Lonely Planet, eh harganya 5$ …langsung sibuk ngitung dikepala…waduh itu setara dengan Rp 60rb…murah banget memang kalau dibanding saat kami beli di Indonesia yang harganya diatas 100rb, malah Lonely Planet yang khusus membahas Indonesia kami beli 500rb-an. Langsung tawar menawar, akhirnya deal 4$…lumayan…hihi…

Lalu lanjut belanja baju yang setelah tawar menawar dapat harga 4$ untuk 2 baju, 1$ untuk 2 magnet kulkas, dan 8$ untuk 2 dompet kulit untuk krucils yang pengen sok-sokan pakai dompet hehehe. Dan selesailah edisi belanja di Central Market…ingat petualangan masih panjang, susah kalau mau kalap belanja…repot bawa-bawanya. Baiklah sekarang saatnya kita cari makanan halal yuuukkk…





Wat Phnom, Phnom Penh

20 04 2014


Kami ke Wat Phnom ini karena tujuan utama penjelajahan pagi itu National Museum belum buka, katanya sih bukanya agak siangan entah jam 8, 9 atau 10, lupa lagi..hehe. Lalu kami ditawari supir tuk-tuk untuk ke Wat Phnom dulu…yah daripada bingung mau kemana, baiklah kami setuju ke Wat Phnom dulu pagi itu.

Biaya masuk Wat Phnom ini 1$/orang. Awalnya petugas loket menyebut 2$ total yang harus kami bayar, entah saya yang salah dengar atau memang kesalahan teknis petugasnya yang salah sebut, eh begitu saya ngasih uang 100$, totalnya berubah jadi 4$…hehe. Maksud hati sih ngecilin uang (karena hampir semua transaksi di Kamboja menggunakan dollar sedang dollar yang kami dapat di money changer di Indonesia pecahan 100 semua) eh ternyata malah ditagih jadi gede wkwkwk…yo wes lah, rapopo..

Foto-foto, ubek-ubek, liat-liat…and wrap up. Selesai sudah pengelanaan kami di Wat Phnom…markimon (mari kita kemon), Central Market kayaknya sudah buka nih…