Tugu Soekarno

9 05 2016

20160509-042638.jpg

Tugu ini bernama Tugu Kota Palangkaraya atau lebih dikenal sebagai Tugu Soekarno karena disinilah dilakukan pemancangan tiang pertama kota Palangkaraya oleh Presiden Soekarno, 17 Juli 1957. Di taman ini terdapat patung Soekarno dan beberapa diorama.

Berhubung sulung saya suka sekali sama Soekarno, dia langsung minta di foto bersama patung Soekarno. Tuh anak paling susah di foto, tapi kalau sesuatu yang disuka gak perlu disuruh…malah minta di foto dalam berbagai pose…hehe. Nah, kami di sini lamanya ya bikin foto paling oke untuk sulung kami haha. Di area ini juga terdapat Tugu Cafe yang posisinya tepat menghadap Jembatan Kahayan. Sayangnya ketika kami disana cafe nya sedang tutup, namun kami bisa numpang foto-foto saja…haha *narsis to the max* :p





Danau Tahai

9 05 2016

20160509-013026.jpg

Danau Tahai ini masih berada di kawasan yang sama dengan Arboretum, yaitu di Jl.Tjilik Riwut Km 28. Tidak ada pungutan apa-apa untuk masuk ke Danau Tahai ini kecuali di gerbang yang sebelumnya saya ceritakan. Danau ini berisi dengan pondok-pondok yang rupanya dijadikan tempat piknik keluarga, umumnya pengunjung membawa serta keluarga besarnya dan perbekalan (makanan dan minuman) sendiri dari rumah.

Selain pondok-pondok tersebut, terdapat juga perahu bebek-bebekan yang disewakan. Bentuk wisatanya lebih pada menikmati danau sambil makan bareng bersama keluarga. Menurut saya tempatnya bagus untuk menikmati alam, sayangnya ada banyak anjing yang berkeliaran sambil menebar kotoran sehingga kesannya kurang bersih. Selebihnya saya suka…saya suka …*ipin upin mode on*





Arboretum Nyaru Menteng

9 05 2016

20160509-104031.jpg

Sudah lama sekali saya pengen ngajak krucil ke BOS (Borneo Orangutan Survival) Samboja, tapi karena informasi tentang BOS Samboja sedikit sekali dan juga tempatnya yang konon susah dijangkau, menyebabkan sampai sekarang belum bisa mewujudkan impian tersebut. Itu sebabnya begitu dapat informasi kalau ada BOS di Nyaru Menteng yang terbuka untuk umum, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada…tanpa pikir panjang let’s go…

Nama tempat ini Arboretum Nyaru Menteng, letaknya di Jl. Tjilik Riwut Km 28, sekitar 1 jam-an dari pusat kota (tergantung kecepatan). Kami mengandalkan GPS mbah Google mencari tempat ini, yang lucunya dari bundaran besar disuruh belok kiri mulu…turn left, turn left…sampai muter-muter setengah jam masih turn left mulu…hahaha. Akhirnya bertanya sama penduduk setempat, baru top markotop.

Begitu nemu gerbang masuk bertuliskan objek wisata Nyaru Menteng, gak jauh ada gerbang lagi yang dijaga anak-anak kecil dan beberapa orang yang lebih tua. Katanya biaya masuk Rp 10.000,- tapi tanpa ada tiket sama sekali. Letak Arboretum ini tidak jauh dari gerbang kedua tersebut belok kanan, jalan kecil…nah disini ada gerbang lagi untuk memasuki kawasan Arboretumnya, eh ada anak kecil lagi yang menjaga gerbang ini ditambah seorang bapak-bapak yang duduk tersembunyi mengawasi anak kecil tersebut. Mobil kami diberhentikan, katanya biaya parkir Rp 10.000,- om. Loh, tadi sudah bayar di depan dek, kata kami. Oh itu beda lagi om, katanya lagi…baiklah bayar lagi.

Setelah parkir, masuk dalam Arboretum, terlihat dua orang petugas sedang duduk-duduk…bertanyalah saya, “berapa tiket masuknya pak?”. Petugas tersebut menjawab, “gak bayar bu…gratis kok. Disini kami tidak menarik pungutan apa-apa karena tujuannya mengedukasi orang-orang tentang pentingnya menjaga alam dan orangutan. Jadi kalau tadi ada pungutan-pungutan, itu bukan dari kami…” Oalah…begitu…

Di dalam kawasan ini memang tujuannya untuk edukasi, begitu masuk ada film tentang orangutan bernama Rimba yang ibunya dibunuh manusia dan anaknya diperjualbelikan. Krucil kami betah banget menonton film tersebut, sebelum habis tidak mau beranjak dari situ. Sepanjang jalan setelah itu mereka bercerita penuh semangat kepada kami tentang isi film tersebut. Selain itu di bagian belakang terdapat dinding kaca yang dari kaca tersebut kita bisa melihat kandang-kandang orangutan yang sedang direhabilitasi. Pengunjung sama sekali tidak boleh mendekati kandang tersebut, hanya petugas yang boleh masuk ke kandang-kandang tersebut. Oh ya, disini juga menerima donasi untuk orangutan…jadi kalau ke Arobretum ini jangan lupa donasi ya.





Museum Balanga

9 05 2016

20160509-093640.jpg

Museum Balanga ini letaknya di Jl. Tjilik Riwut Km 2,5, tidak begitu jauh dari pusat kota. Sayangnya tidak banyak yang bisa diceritakan tentang museum ini karena tutup. Menurut info yang di dapat di internet museum ini buka setiap hari kecuali hari minggu, buka jam 07.00-14.00 setiap harinya kecuali Jumat hanya sampai 10.30.

Berbekal informasi tersebut, kami pun menuju museum ini sekitar jam 08.15 eh tidak ada terlihat satu orang pun walau gerbang museum dalam kondisi terbuka. Cari-cari loket tiket juga tidak terlihat, akhirnya kami foto-foto diluarnya saja…yang penting sudah pernah datang…hahaha 😀





Taman Wisata Kum-Kum

9 05 2016

20160509-082426.jpg

Taman wisata Kum-Kum ini kami temukan tidak sengaja, ketika jalan menuju kota Palangkaraya setelah melalui jalan Trans Kalimantan, terlihatlah oleh kami tulisan objek wisata Kum-Kum. Letaknya di Jl. Pahandut Seberang, tidak begitu jauh dari Jembatan Kahayan. Lalu mampirlah kami, selain penasaran juga hitung-hitung sambil istirahat. Biaya masuknya saya lupa lagi, cuma yang paling saya ingat adalah kami parkir mobil sendiri di parkiran, begitu mau masuk gerbang eh ditahan sama tukang parkir dan langsung ditagih uang Rp 5.000…sambil dengan santai bilang bayar parkir di depan…beuuuhhh, yang nambah bete lagi keluar parkir pun gak diurusin sama tukang parkirnya…sungguh terlalu.

Di Kum-kum ini tersedia pondok-pondok berupa rumah panggung yang disewakan dan bisa membeli makanan juga. Selain itu terdapat arena permainan anak, dan beberapa hewan yang dikandang seperti ; beruang madu, monyet, buaya, burung enggang, dsb. Dikarenakan letaknya yang ditepi sungai Kahayan, ketika kami datang sebagian tanahnya terendam air. Oh ya, disini juga disewakan kano-kano dan perahu untuk susur sungai. Sulung saya mengajak kami susur sungai cuma karena ayah bundanya sedang malas plus setelah dilihat-lihat tidak tersedia life vest sedangkan kami tidak bisa berenang, gak jadi deh susur sungainya.

Krucil kami senang banget melihat-lihat hewan yang ada. Malahan sulung saya lama duduk nungguin beruang madu makan di depan kandangnya…lucu beruangnya katanya…hehe. Kemudian karena tidak ada yang berminat makan disitu, kami pun beranjak dari Kum-Kum. Markihot… mari kita cari hotel.