Hunting Sandal di Bukit Bintang, Kuala Lumpur

27 04 2014


Hayooo bingung kan liat judulnya? Hunting sandal? Iya beneran kami hunting sandal…sandal jepit lagi hehe. Setelah pesawat kami mendarat di Kuala Lumpur, kami makan minum dulu di bandara kemudian kami berjalan kaki ke hotel kami yang letaknya dilingkungan bandara. Besok kami sudah harus boarding jam 7.30 an pagi untuk pulang ke Indonesia jadi kami pikir ya supaya kami bisa enakan istirahatnya ya ambil hotel di daerah bandara saja toh di Kuala Lumpur hanya transit semalam.

Tapi begitu sampai hotel, krucils langsung ngajak berkelana terutama sih sulung saya, katanya dia pengen beli sandal lagi. Kami memang keluarga penggemar sandal jepit, nah sandal jepit krucils memang kami belikan saat kami ke Kuala Lumpur (KL) beberapa tahun lalu…sejak itu sulung saya suka banget sama sandal jepitnya.

Nah sayangnya sandal jepit yang kami belikan hilang sebelah, kemudian sandal jepit yang dibelikan kakek neneknya dilempar teman mainnya ke atap dan tidak turun-turun, itu sebabnya waktu kami transit di KL dia langsung ngajak kami ke Bukit Bintang untuk beli sandal jepit lagi hahaha…jauh-jauh nak-nak hunting sandal jepitnya. Berhubung kami tiba siang hari di KL, sempat istirahat di hotel dulu…masih ada waktu untuk berkelana sebentar di KL, baiklah…yuk mariii…

Sore itu setelah mandi, kami pun kembali ke bandara. Eh ngapain ke bandara? ya nungguin bis ke KL Sentral dibandara, biasanya bis tujuan KL Sentral ini nongkrongnya ya di bandara. Naik Aero Bus dengan tiket RM 8 /orang untuk dewasa dan RM 4 / orang untuk budak (anak kecil) kami pun duduk paling depan. Lama perjalanan kurang lebih 1 jam dan sepanjang perjalanan kami lebih banyak tidurnya, ngantuk euy. Setibanya di KL Sentral, perjalanan dilanjutkan dengan naik monorail dengan tiket RM 2,40 /orang tapi bungsu gratis karena masih 5 tahun.

Naik monorail tujuan Bukit Bintang dan sampailah kami di Bukit Bintang. Sebagian jalan tertutup oleh pengerjaan jalan. Pertama-tama yang kami lakukan adalah mendatangi pak cik langganan tempat kami sering makan dulu…kangen sama roti chanainya…paling yahud deh. Makan roti chanai sepuasnya ditambah bungkus 5 buah, kami pun melangkahkan kaki lagi. Kali ini krucils ngajak ke KLCC, Twin Towers Petronas…katanya sih pengen main di Petrosains lagi dan main ditaman KLCC yang memang ada taman bermain gratis khusus anak-anak. Tapi karena sampai sini sudah maghrib menjelang malam akhirnya kami hanya foto-foto dan bermain di tepi kolam saja. Kami mengejar monorail, seingat kami sih dulu monorail hanya beroperasi sampai jam 6-an sore. Kalau naik taxi kan mahal makanya ngejar monorail..walau begitu krucils sempat bermain cukup lama di depan Aquaria KLCC yang lantainya ada permainan dari kamera, yang kalau krucils lari disitu airnya (bukan air beneran hanya dari kamera) seperti bergelombang.

Begitu sampai monorail, rupanya monorailnya beroperasi sampai jam 11 setengah katanya…entah maksudnya setengah sebelas atau artinya setengah dua belas. Di loket kami sempat diskusi masih terus jalan-jalan dulu atau balik ke hotel, tapi bungsu kami kelihatan mulai mengantuk…ya sudah kita kembali ke hotel aja. Krucils langsung protes, nanti kita kembali ke KL ya main di taman…duh kalian ini gak ada capeknya, gak puas yah sudah berpetualang sebanyak itu…hehehe…

Naik monorail ke KL Sentral, nah di KL Sentral nyari makan lagi (masih lapar juga ternyata) sembari nyari sandal yang diinginkan si sulung. Nemu…jauh-jauh ke Bukit Bintang ternyata di KL Sentral ada. Senang banget nih sulung kami bisa beli sandal jepit baru, sampai-sampai sandal jepit barunya digantung-gantung di celananya hahaha…senang banget ngeliat kelakuan krucils, masih polos banget dan gak pernah gengsian tidak seperti kebanyakan teman-temannya. Dan this is it…petualangan kami pun diakhiri dengan sandal jepit yang tergantung pasrah dicelana si sulung hahaha 😀

Advertisements




KL Sentral, Kuala Lumpur

19 02 2012


Sebelum pulang, saya, si ayah dan si bungsu (si sulung gak mau ikutan, ngetem di hotel saja) berkelana ke KL Sentral. Saatnya ngulik-ngulik pusatnya transportasi di Kuala Lumpur. Kami pengen nyari info tentang transportasi untuk pulang keesokan harinya.

Tiket pesawat kami jam 8 pagi, waktu tempuh kendaraan dari Bukit Bintang ke LCCT butuh waktu sekitar 1-1,5 jam tergantung jenis kendaraan yang dipilih. Plus cek in dan imigrasi, preventif ya 2-3 jam sebelum waktu keberangkatan pesawat kami sudah ke bandara. Itu artinya kami harus berangkat subuh dari hotel. Sebenarnya kami bisa agak santai berangkat karena sudah web cek in di Indonesia sejak beberapa hari sebelum berangkat, tapi ternyata tiket orang tua saya yang beda kota belum di cek in kan di internet, jadilah harus berangkat subuh.

Kalau mau praktis sih naik taxi, ya cukup 1 jam. Tapi karena harga taxi lumayan mahal sekitar RM 150 dari bukit bintang (kalau dari LCCT ke bukit bintang RM 200), sebagai backpacker kami mencari alternatif lain yang lebih hemat. Berburu informasilah kami di KL Sentral. Dari KL Sentral, saya tahu kalau monorail mulai beroperasi jam 6 pagi…hmmm, kayaknya yang ini gak bisa dipakai deh.

Di tempat ngetem bis tujuan LCCT, kami dapat info bahwa Skybus mulai beroperasi jam 3 subuh, dan jarak antara satu bis dengan bis selanjutnya sekitar 30 menit, harga tiket RM 10 untuk dewasa dan RM 4 untuk anak-anak…baiklah bis bisa digunakan menuju LCCT (lihat link ini http://www.skybus.com.my/schedule.html ). Sekarang mencari kendaraan disubuh hari menuju KL Sentral.

Monorail sih sebenarnya transportasi yang paling pas dan murah dari Bukit Bintang menuju KL Sentral, tapi paling awal beroperasinya jam 6 pagi. Jadi satu-satunya yang tersisa tinggalah taxi. Nah hati-hatilah memilih taxi, karena kebanyakan taxi menawarkan harga 2x lipat dari harga biasa, alasannya kalo subuh hitungannya midnight sehingga chargenya double. Untunglah security depan hotel memberitahu kami, hanya naik taxi yang ngetem di depan hotel diseberang hotel kami. Kalau yang itu pasti, wajib pakai argometer mau jam berapapun naiknya. Ketika itu kami hanya kena charge sekitar RM 29 ke KL Sentral untuk selanjutnya dari KL Sentral melanjutkan naik Skybus tujuan LCCT hanya perlu bayar RM 22. Totalnya ya RM 51 aja…lumayan hemat banyak babe…yippie…

Nah, setelah selesai berburu info…kami pun menjelajah KL Sentral ini. Wah ternyata tempatnya rapi, bersih, dan lapang serta lumayan canggih. Tiket-tiket kereta hanya perlu dibeli langsung dari mesin, anda tinggal masukkan uang (baik kertas maupun koin) kedalam mesin, lalu pilih tujuan…tiket langsung keluar. Praktis, gak perlu ngantri. Disini juga ada penjual-penjual souvenir, makan dan minuman, baju, dsb. Jadi, kalau kelaparan, haus atau butuh baju saat diperjalanan bisa langsung shoping hihihi. Tapi yang paling penting sih…dapat alternatif yang lebih hemat untuk perjalanan anda…hehe..





Dari India, Melayu Hingga Jawa

19 02 2012


Siapa bilang makan dan minum mahal di Kuala Lumpur? Ya memang kalau anda makan dan minum di cafe, di mall, atau restaurant..memang mahal. Saya perhatikan cafe-cafe tempat turis nongkrong harga satu menu makanan mulai dari RM 20 sampai tak terhingga…hahaha. Minuman aja mahal di cafe..

Wah, kalau advanture blog sih gak begitu tertarik makan di cafe, mall, atau restaurant. Kenapa? Pertama sih alasannya sederhana…mahal, over budget…hehe. Kedua, bukankah kalau kita sedang jalan-jalan ke suatu daerah, kita tentunya pengen dong nyobain makanan khas tempat tersebut? Nah, kalau makan di tempat-tempat turis seperti itu sih biasanya menu makanan yang disodorkan sudah taste International, saya rasa yang begituan sih dimana-mana sama rasanya, ya toh? Saya yakin dikota anda pun ada kalo cuma pengen steak, burger, atau semacamnya itulah khas bule.

Nah, sebagai backpacker…gak masuk hitungan dan diluar budget makan di tempat-tempat mahal. Jadi kalau mau hemat sih, tirulah cara kami…makan di kedai-kedai kecil, yang berada diluar hiruk pikuk turis. Bukan berarti tempatnya jauh dari mana-mana, artinya adalah tempat ini biasanya dekat pemukiman, atau satu blok dibelakang pusat keramaian..gak terlalu jauh kalau berjalan kaki. Ini dia tempat makan yang kami coba selama di Malaysia.

Rasa Melayu di Taste of Asia

Ini letaknya di bandara (KLIA), namun harganya tidak terlalu mahal dan rasanya juga pas di lidah saya. Tersedia berbagai macam jenis masakan, dan minuman. Yang saya coba disini sih, nasi lemak dan chicken ricenya serta teh tarik. Harga makanan tersebut berkisar RM 7.90 – RM 10. Untuk teh tarik RM 3 (kalo gak salah ya, lupa soalnya).

Nasi lemak menurut saya mirip nasi uduk yang ditambah dengan telor rebus bentuk lingkaran, ayam, kacang, sambel dan ikan bilis (mirip ikan teri dan rasanya asin). Kalau Chicken Rice mirip nasi uduk juga cuma pakai ayam bakar. Sedang nasi briyani mirip dengan nasi kuning kalau di Indonesia.

Rasa India di Al-Ashiq

Dalam brosur pariwisata Culinary Delight Malaysia, disebutkan bahwa Roti Canai yang dimakan dengan kuah kare (curry), Nasi Lemak, Mee Goreng, dan Teh Tarik termasuk makanan khas Malaysia. Maka begitu menemukan menu ini di sebuah kedai, langsung saja saya memesannya. Letak kedai ini di jalan Walter Grener, satu blok dibelakang bukit bintang.

Harganya? Kalau dirupiahkan rata-rata makanan yang dijual kurang lebih sama dengan harga makanan diIndonesia. Tapi khusus roti canai, harganya jauh lebih murah. Roti canai hanya RM 0.90 atau sekitar Rp 2.800 (nilai tukar 1RM = Rp3000). Mee goreng, Nasi Lemak (ini juga khas Malaysia), kare ayam, kambing dan lauk pauk lainnya sekitar RM 3.5 – RM 5. Minuman saya kurang memperhatikan karena biasanya membayar makan+minum..tapi ya lebih murah dari itu lah. Yang paling saya ingat sih, sebotol air mineral ukuran 1,5l harganya RM 2…kurang lebihlah dengan harga di Balikpapan.

Saya sangat suka kare kambingnya, rasanya lebih berbumbu, enak sih menurut saya. Ditempat ini menjual nasi goreng juga loh, rasanya ya mirip nasi goreng cuma ditambah potongan kecil-kecil cabe rawit. Sedang Mee gorengnya terlalu berbumbu, sehingga kami kurang menyukainya. Hampir setiap hari kami kesini, saking seringnya sampai semua orang disini sudah hapal dengan kami..hehe. Tapi semuanya baik loh. Selain makanan rasa India, di jalan Walter Grener ini juga terdapat sebuah kedai melayu. Yang dijual ya kurang lebih sama dengan makanan melayu tempat lain, apalagi andalannya kalau bukan nasi lemak, plus berbagai pilihan lauknya.

Rasa Jawa di Kuala Lumpur

Suatu saat, ketika sedang jalan-jalan pagi hari, 2 blok dibelakang bukit bintang (lupa lagi nama jalannya), kami tanpa sengaja bertemu banyak kedai-kedai (semacam pujasera). Yang paling menarik perhatian kami adalah menu yang ditawarkan di sebuah kedai, ada ayam/tempe penyet, sayur bening,dsb…pokoknya khas jawa lah.

Ternyata kedai ini memang milik orang Indonesia yang berasal dari Surabaya, pantesan makanannya khas jawa sekali..hehe. Pemilik dan para pelayan disini semua wanita dan berasal dari jawa loh sehingga begitu mengetahui kami berasal dari Indonesia, mereka senang sekali. Serasa dirumah eh negara sendiri deh jadinya. Harga yang ditawarkan juga variatif tapi standard harga kedai, ikan RM 2, ayam RM 3…ya kurang lebih sama dengan harga warteg lah. Jadi kalau kangen masakan negara asal, dan nyari yang hemat-hemat..ya disini tempatnya.

Chicken Rice di Foodcourt Suria KLCC

Setelah nemenin krucil mengexplore dunia science di Petrosains, kami sangat kelaparan. 3 jam tak terasa berlalu di Petrosains. Walau di ransel sudah diisi bekal yang dibeli di fresh market suria sebelum masuk ke Petrosains berupa roti, sushi dan milo telah dilahap, tapi rupanya perut masih minta jatah.

Kalau begini sih harus segera mencari makanan nih. Nah kebetulan ketika turun ke lantai 3 (kalau tidak salah), ada food court. Segera saja kami mencari makan disini. Tapi karena sudah lapar berat plus kecapekan ngider di Petrosains, kami hanya memesan makanan yang terdekat dengan tempat duduk kami. Ketika itu saya lihat, tidak jauh dari tempat duduk kami ada sebuah tempat yang ramai dengan pembeli. Karena penasaran mendekatlah kami, oh rupanya menjual chicken rice dengan harga yang lumayan terjangkau dompet nih. Langsung saja kami memesan chicken rice seharga RM 5.

Rasanya sedap, apalagi dimakan saat hangat dikala kelaparan melanda. Saat sedang menyantap lahap chicken rice itu mata saya menangkap sebuah tulisan ayam penyet dikejauhan. Ah kapan-kapan nyobain ayam penyet ala Suria KLCC deh.





Petrosains, Kuala Lumpur

16 02 2012


Bisa ketebak dong dimana ini? Diliat dari namanya, Petro..ya pastinya terdapat di dalam Petronas, tepatnya di lantai 4. Harap diingat, Petrosains tutup hari Isnin (hari senin).

Kami sempat kecewa saat membawa duo krucil yang sangat bersemangat ke Petrosains hari senin. Petrosains tutup, namun souvenir cornernya buka. Saat bertanya-tanya di souvenir cornernya, baru tahu kalau hari senin tutup. Kecewa sih, terlebih buat duo krucil. Untung sogokan untuk membeli souvenir khas Petrosains berhasil membuat mereka sejenak melupakan kekecewaan mereka.

Esoknya, pagi-pagi sekali kami kembali ke Petrosains yang mulai buka pukul 9.30 pagi. Kami ditanya kewarganegaraan, rupanya harga antara penduduk Malaysia dan turis berbeda (lihat foto harga tiket masuk). Harga yang dirilis dari Petrosains sih RM 25 untuk dewasa, dan RM 15 untuk anak-anak usia 3-12 tahun. Ada juga harga khusus, yaitu untuk keluarga (2 dewasa, 2 anak-anak) harganya RM 50. Lumayan hemat, karena kami dapat harga khusus family.

Setelah membayar, kami diantar menuju sebuah kereta (mirip monorail gitu, tapi versi mininya, bentuknya kapsul kecil). Begitu kereta ini jalan, masuk dalam terowongan gelap..ternyata ceritanya kita terlempar kedalam masa lampau…sekian ratus tahun silam, masa awal terbentuknya bumi dimana tiap saat kereta berputar menunjukkan beginilah masa lampau kala planet baru terbentuk, hutan-hutan lebat (emang mirip hutan beneran loh masa dinosaurus dulu, jadi agak serem juga..hehe). Kemudian setiap hal yang diceritakan, kereta berputar menghadapnya..terkadang malah posisi kereta seperti tertungkup/tertungging, kadang terlentang..asik, seru. Naik kereta ini hanya sebentar untuk kemudian berhenti disebuah tempat, nah dari tempat ini petualangan bermuladengan berjalan kaki.

Jadi beginilah skema perjalanan anda berdasarkan peta Petrosains yang saya simpan ;
1) Perjalanan sekilas masa (ya naik kereta itu)
2) Energy..nah disini banyak banget teori plus dipraktekkan langsung mengenai energy tersebut. Malah ada guidenya yang merupakan anak-anak muda volunteer, yang menjelaskan tentang energy tersebut dan membantu anak anda mempraktekkannya dalam segala jenis permainan. Bahkan disini anak saya mencoba menghidupkan lampu menggunakan satu tangan saat tangan lain memegang sebuah tabung berisi gas…keren.
3) Petrojaya
4) Time Tunnel
5) Geotime Diorama..disini ada dinosaurus loh, tangannya gerak-gerak dan ngomong! sibungsu saya ketakutan nih disini
6)Science Station 1
7) Exploration
8) Activity Area,disini anda bisa bermain dengan bayangan anda loh..seperti nyundul kelereng yang ada dilayar besar menggunakan bayangan kepala, bermain sama kupu2 dll..keren deh
9) Sparkz
10) Simulator
11) Oil Platform, nah disini si ayah nih yang excited pengen ngejelasin pada duo krucil tentang kerjaannya..mumpung ada miniaturnya, tapi tempatnya sepi sehingga krucil malas berlama-lama disini..serem kata mereka..haha.
12) Speed..disini area belajar sekaligus bermain tentang kecepatan. Eh ada mobil formula satu juga loh…keren.
13) Refinery
14) Molecule Nano World..nah disini, molekul-molekul atom yang kecil-kecil itu diperbesar sebesar bola dan digabung dengan atom lain hingga membentuk molekul hidrogen, minyak dsb. Kalo sedang disini seperti berada di negri antah berantah haha..
15) Petrochemical
16) ScienceStation 2
17) Activity area 2
18) Future Energy
19) Ungku Omar Theatre, disini ada semacam mini bioskop 3D gitu. Saat kami disini, hanya kami loh yang ditawarin nonton (entah kenapa, kasian kali..hehe) padahal turis lain banyak juga yang ke Petrosains.
20) Musiz, Art & Science..eh disini anak anda bisa membuat gambar loh di sebuah layar menggunakan tembakan, hasilnya langsung dikirim ke alamat email anda! Lumayan untuk kenang-kenangan hasil karya anak anda saat bermain sekaligus belajar di Petrosains
21) Perjalanan Sekilas Masa + exit. Nah, ini akhirnya..anda diajak naik kereta lagi seperti awal. Seru…

Arealnya luas banget, dan permainan yang menambah pengetahuannya banyak banget sehingga anak anda tidak akan pernah bosan, dan tidak. henti-hentinya mengexplorasi semua yang ada. Pokoknya 3 jam pun gak kerasa saat disini, kecuali perut yang menuntut minta diisi. Jadi saran saya, siapkan makanan dan minuman yang cukup agar selama disini, anda dan anak anda tidak kelaparan atau kehausan. Boleh kok makan minum selama disini, kecuali saat di kereta anda tidak diperbolehkan makan dan minum.

Nah kemudian keluar, dekat pintu keluar ada souvenir corner berisi barang-barang khas Petrosains. Ke arah kiri dikit, ada Street Smart (yang ini gratis loh, kami juga dapat info saat membeli tiket Petrosains). Isinya juga areal permainan, tapi tentang jalan raya, ada lampu lalu lintas, berbagai macam kendaraan, dsb namun semuanya bertema Disney. Saat keluar, kami dikasih souvenir Disney (lagi-lagi gratis loh), ada topi mickey, stiker disney, dsb…ahhh beruntungnya kami..hehe..

Pokoknya gak rugi deh kesini, saya sangat merekomendasikan membawa anak anda mengexplorasi Petrosains ini. Have a great unforgettable moment with your kids 😀





Twin Towers Petronas, Kuala Lumpur

16 02 2012


Pada tahu dong ini, konon katanya tempat ini bangunan tertinggi di Malaysia malah di asia hingga menjadi icon kuala lumpur. Namun jangan bertanya hanya dengan menyebut Petronas saja karena Petronas adalah perusahaan minyaknya Malaysia sehingga mungkin agak membingungkan mereka. Tapi sebutlah Twin Towers Petronas atau Twin Towers saja.

Letaknya di sebuah kawasan bernama KLCC (Kuala Lumpur City Centre) dan menyatu dengan tempat belanja bernama Suria. Di dalam Twin Towers ada pusat belanja Suria, Aquaria (seperti seaworldnya Jakarta) dan Petrosains (tempat bermain sekaligus belajar mengenai science). Sedang masih di areal KLCC, ada taman KLCC yang menarik untuk dikunjungi terutama untuk anak-anak karena di areal taman ini terdapat taman kanak-kanak KLCC (taman bermain untuk anak) serta kolam kanak-kanak KLCC (kolam renang untuk anak-anak) yang bagus, bersih, dan gratis.

Dulu, konon katanya untuk naik sampai ke tingkat teratas Twin Towers ini gratis dan antriannya mengular naganya dan dimulai sejak pagi sekali. Namun sekarang bayar, bayarannya sendiri saya lupa karena kami sendiri tidak tertarik untuk capek-capek mengantri, bayar pula lagian belum bangun kalo disuruh ngantri pagi sekali hehe. Jadi kami kesini (Twin Towers /Petronas) hanya untuk ke Petrosainsnya saja.

Kalau untuk berfoto-foto didepan gedungnya juga hasilnya mengecewakan, susah mencari angle yang pas supaya dapat foto seluruh gedung..eh kalaupun dapat, hasilnya juga gelap karena membelakangi cahaya matahari. Mungkin kalau berfotonya sore, hasilnya berbeda. Tapi bagi saya pribadi, saya lebih senang berfotonya di taman KLCC, hasilnya lebih memuaskan 😀

Eh, tapi ada yang lucu loh. Si ayah yang awalnya setengah hati diajak melancong ke KL..dikala semua orang kesal hasil foto di Twin Towers gelap, ternyata ketahuan foto-foto dirinya sendiri eh hasilnya paling bagus lagi wkwkwk..





United Buddy Bears, Kuala Lumpur

16 02 2012


Sungguh beruntung, saat kami melancong ke negri jiran ini, sedang ada pameran United Buddy Bears di bintang walk, lebih tepatnya didepan Pavilion. Apaan sih itu sebenarnya? United Buddy Bears ini adalah the art of tolerance, semacam tanda persaudaraan semua bangsa di dunia. Oleh karenanya patung-patung beruang yang dipajang disini berasal dari berbagai negara dan dihiasi oleh lukisan-lukisan khas asal negara.

Si sulung saya penasaran mencari beruang asal Indonesia sehingga keliling kami mencarinya…eh ternyata letaknya agak terpencil. Dan yang menghiasi beruang asal Indonesia adalah batik..haha, pasti takut tuh batik di claim sebagai warisan Malaysia. Eh ternyata gak cuma beruang dari berbagai negara loh yang dipajang disini. Ada dua beruang yang sedikit berbeda dari yang lain, yang satu beruang sedang berjalan dengan 4 kaki bergambar Einstein. Sedang yang satu lagi adalah dua beruang emas yang sedang memegang lambang cinta (love) diantara mereka…duh mesranya..eh kebetulan menjelang valentine nih…hahaha.

Yang lucunya, saat itu kami sedang pakai baju kompak berwarna hijau, saya bertulis wifey, ayah hubby, krucil kiddo. Eh beberapa turis suka sama kami, krucil dicolek-colek terus. Malahan, seorang turis jepang menyuruh kami berpose untuk difotonya didepan United Buddy Bears…mungkin dikiranya kami termasuk paket cinta perdamaian ini, lambang cinta…hahaha…

Intinya sih, semua bangsa dan negara serta ras di muka bumi ini harus saling kenal dan bersikap toleransi. Sehingga bisa menjadi satu dan bersaudara. Jadi gak perlu ada permusuhan, perang, adu kekuatan dan sebagainya. Cinta damai…peace! 😀





Bintang Walk, Kuala Lumpur

15 02 2012


Bintang walk ini banyak diibaratkan orang seperti Orchad Roadnya Singapore, tapi karena saya belum pernah ke Singapore, mungkin saya analogikan dengan Legiannya Bali, atau Malioboronya Jogya…ya semacam gitulah. Pusatnya turis, pusatnya belanja, tempat nongkrong dan cafe serta crowded.

Suatu ketika, kami ngobrol-ngobrol dengan orang Malaysia. Dia berkata, hampir semua orang Indonesia yang dikenalnya nginapnya ya di bukit bintang. Turis hanya tahu bukit bintang saje karena promo melalui internet, yang mereka tahu akhirnya ya cuma itu..bukit bintang atau bintang walk saje, kata kenalan tersebut.

Padahal jika mau, masih banyak tempat nginap dan belanja yang jauh lebih murah daripada bintang walk. Bagai efek domino, karena promo gencarnya sehingga bukit bintang menjadi terkenal seantero dunia, akibatnya turis banyak datang kesini, efeknya harga pun menjulang. Dia mengibaratkan kain yang sama, ada yang dijual di lapak, ada ditengah, ada yang dikaca. Nah, bukit bintang ini kain dalam kaca itulah..hehe..ngerti? Kalo gak ngerti, pikirin sendiri ya artinya.

Dan memang benar adanya, jika anda mau search atau browsing, di internet pun banyak info mengenai tempat belanja dan penginapan murah diluar bintang walk. Kalau kata kenalan orang Malaysia sih, daerah tuaku Abdul Rahman atau kampung baru, banyak tempat makan, belanja dan penginapan yang murah. Orang Malaysia tak ada yang belanja di bintang walk, hanya turis sajelah itu. Bahkan, kalo mau lebih murah lagi cari orang Indonesia yang tinggal di KL dan menyewakan condo, kamar, atau rumahnya. Atau kalo mau ala backpacker sih, suatu ketika saat jalan-jalan di chinatown, tepat di seberang bus stop bis HoHo saya melihat “backpacker inn” (penginapan untuk para backpacker). Kalau cari nyaman sih, ya di bintang walk tempatnya. Dan seperti hukum ekonomi, ada rupa ada harga..hehe.

Tapi untuk para petualang sih, supaya lebih mengenal adat budaya disini, saya sarankan sih lebih baik pilih ya kampung baru atau tuanku Abdul Rahman itulah. Kenapa? karena konon katanya, ya disitulah orang Malaysia kalau berbelanja atau makan. Kalau makan di daerah turis sih pastinya rasa makanannya standard international, dan harganya pun standard turis..hehe. Jadi pilihan saya serahkan pada selera anda..