Losari Beach Hotel

3 05 2013

20130505-055808.jpg

Beberapa hari sebelum berangkat berpetualang, biasanya saya sudah membeli voucher hotel via internet. Alasan utama sih, biasanya harganya lebih murah dibanding beli di tempat. Kedua, karena daerah yang akan dikunjungi biasanya adalah daerah yang masih baru bagi kami, agak menyulitkan juga kalau masih harus muter-muter dulu nyari hotel setibanya di kota tujuan, laa nama jalan aja kadang kagak ngartos hehe, belum lagi kendala bahasa (kalau keluar negeri). Jadi paling aman adalah beli di internet, di pengelola hotel-hotel yang sudah terpercaya seperti Agoda.com, Hostelworld.com, Booking.com, dsb. Kelebihan beli di internet adalah, kita bisa membandingkan harga antara yang satu dengan yang lain dan fasilitas tambahan apa yang diberikan.

Petualangan kami kali ini serba dadakan, jadilah agak dadakan juga nyari hotelnya. Sehari sebelum berangkat akhirnya saya memutuskan membeli voucher Losari Beach Hotel, pertimbangan utama adalah lokasinya yang “city center” alias di pusat kota, dekat kemana-mananya. Menurut review pengunjung, hotel ini dekat kemana-mana, apalagi setelah dilihat dipetanya mbah google…hotel ini berada tepat menghadap pantai Losari yang menjadi trade marknya Makassar. Masalah yang lain-lain sih liat gimana ntar aja..

Di agoda sih harga kamar standard ditawarkan 400rb-an/malam, tapi setelah dibayar jatuhnya kok malah 480rb permalam..mungkin pajak dllnya…yah sudah terlanjur bayar, apa boleh buat. Ternyata harga tersebut masih lebih murah dibanding beli langsung disana, yang setelah diintip-intip harga paling murah 500rb-an/malam. Kamar saya dan duo krucils sih standard, besarnya juga sedang saja dan bersih. Sayangnya iklannya yang view menghadap pantai hanya untuk kamar-kamar deluxe, sedang jendela kamar kami menghadap tembok sehingga ditutupi gorden. Ditambah akses internet yang susah di kamar-kamar tertentu.

Secara keseluruhan kami suka, bagi saya pribadi indikator hotel dapat dikatakan bagus sederhana saja… yang penting duo krucils saya suka…hehe. Nah, kalau mereka suka gak usah komplain-komplain lagi soal yang lain hihi. Nilai plusnya ya itu tadi, letaknya yang city center (di jl.Penghibur)…mau ke Anjungan Losari dan kawasan kuliner dekat, ke Fort Rotterdam atau penyeberangan ke pulau Samalona dan pasar cuma 5 menit, ke pusat souvenir Somba Opu tinggal jalan kaki, ATM dan mini market ada, restaurant, tempat makan, dsb banyak.

Buat emak-emak seperti saya yang bawa dua buntut, letak hotel ini menolong banget deh…jadi gak terlalu ribet. Kehabisan uang..ada ATM, beli minum dan cemilan krucil ada mini market yang terletak tidak jauh dari hotel, lapar…ada banyak tempat makan, mau kemana-mana dekat. Menikmati sunrise atau sunset pantai Losari, ataupun pengen pisang epe tinggal nyeberang jalan…apalagi di hari Sabtu pagi jalan ini jadi tempat berolahraga warga sehingga ada larangan berkendara dijam-jam tertentu. Tidaklah heran jika krucil dan the geng pun serasa dirumah sendiri…mainnya heboh dan rusuh banget…hehe 😀

Advertisements




Istirahat Sejenak Kala Lelah Melanda

24 01 2013

20130125-020354.jpg

Penginapan atau hotel atau bahkan hostel seringnya hanya kami gunakan untuk tempat naruh tas, tempat mandi dan tempat beristirahat memulihkan tenaga kala malam saja…hehe. Biasanya ketika sedang berkelana, kami lebih sering berada di jalan daripada di dalam penginapan.

Nah sebagai pengelana dengan budget yang terbatas, kami mencari penginapan yang murah meriah tapi memiliki fasilitas yang memadai untuk krucils. Ini dia penginapan yang kami pilih selama pengelanaan kami ke Phuket – Hatyai – Penang

Patong, Phuket ==> DDC House

Kami pesan hotel ini di agoda beberapa hari sebelum berangkat dengan pertimbangan harganya masih terjangkau dan review pengunjung bagus. Kami awalnya memesan untuk satu malam saja. Baru kemudian terpikir oleh kami, capek amat ya kalau harus pindah-pindah hotel tiap hari…sudah deh, pesan satu malam lagi…hihi. Hari ketiga sengaja tidak kami beli karena saya dan si ayah masih mendiskusikan apakah hari ketiga tetap di Patong atau pindah ke Phuket Town, jadi kami pikir liat siatuasi disana aja deh…kalau memang masih betah di Patong ya tetap di DDC House kalau gak ya tinggal pindah.

Tempatnya sih kecil, resepsionisnya agak sempit kalau semua tamu masuk ke dalam secara bersamaan (seperti saat sarapan), tapi walau kecil bersih dan nyaman. Sedang kamarnya cukup luas, ada double bed, kulkas, TV, lemari, kamar mandi di dalam dan sofa yang cukup untuk kami untuk makan-makan kalau sedang malas makan diluar. Dan karena kami pesan kamar Superior with Balcony, jadi kamar kami ya ada balkonnya…lumayan bisa jemur-jemur dalaman krucil yang biasanya hanya 1 jam aja dijemur sudah kering.

Pemilik hotel bernama Mrs.Ploy, bisa berbahasa inggris dengan baik dan ramah (terutama sama si bungsu, gemes banget dia ngeliat si bungsu). Malam pertama kami bahkan dipinjamin motor untuk muter-muter melihat-lihat Patong malam hari. Oiya, di hotel ini ada wifi gratis loh…sehingga internetan bisa jalan terus tanpa khawatir tagihan membengkak hehe. Juga disediakan sarapan yang menunya lumayan komplit, tapi karena banyak tamu bule jadi ya kadang-kadang dalam menu tersedia babi, jadi bertanyalah dulu sebelum memakan…

Hotel ini terletak tidak jauh dari Jungceylon (mall) dan Banzaan (fresh market, yang kalau malam banyak banget pedagang makanan kaki lima didepannya) juga dekat dengan Patong Beach. Jadi ya memang gak susah-susah kemana-mana, mau cari makanan juga dekat… walau dalam hal ini kami naik motor terus keliling Patong hehe.

Secara keseluruhan hotel ini memuaskan sehingga hari ketiga kami pun jadi malas lagi pindah-pindah, dan untungnya walau penuh masih tersisa satu kamar kosong tapi kamar lain sehingga kami pindah kamar. Jika langsung beli disana jatuhnya malah lebih mahal dibanding beli di internet. Kenapa begitu? entahlah, mungkin karena perbedaan nilai tukar rupiah aja yang di Balikpapan memang lebih mahal dibanding kota lain. Saat kami beli langsung 1200 Bath kalau dikali Rp 350,- totalnya jadi 420rb. Bandingkan saat kami beli di internet yang hanya 399rb…ya memang bedanya dikit aja sih…tapi namanya juga emak-emak, beda 20rb juga rasanya sayang, bisa untuk beli PadThai tuh…hehe..

Hatyai ==> Tune Hotel

Tune Hotel ini saya pilih karena reviewnya bagus, konon menurut review ini hotel terbaik milik Tune di Asia. Harganya juga cukup terjangkau karena ketika saya pesan di sedang diskon, sehingga harganya sekitar 300rb saja (lupa lagi berapa tepatnya). Nah menurut review dari orang-orang yang pernah nginap di Tune sih, semua fasilitas tambahan selain kamar kena biaya lagi…seperti wifi yang kena charge per 2 jam, atau handuk dan sabun, pengering rambut,dsb.

Jadilah begitu memasuki kamar yang cukup modern ini, saya langsung mewanti-wanti krucils, jangan pakai pengering rambut…handuk dan sabun pakai satu aja, wifi jangan diaktifkan…haha…khas emak-emak. Eh ternyata semua kekhawatiran saya tidak terbukti. Kami pakai handuk, menghabiskan sabun dan shampo yang diberi serta menggunakan wifi yang password dikasih resepsionis gak kena charge tambahan tuh. Walaupun memang wifinya tiba-tiba hilang setelah dua jam berlalu, eh tapi nongol lagi tengah malam hehe…

Hotel ini letaknya ditengah kota, mau kemana-mana dekat tinggal jalan kaki. Ke stasiun kereta hanya 2 blok dari Hotel sehingga kami berjalan kaki saja ke stasiun. Tempat makan juga banyak diseputaran hotel. Yang seru adalah di lobby depan lift ada TV layar datar dan layar sentuh berukuran besar yang berkamera sehingga tamu hotel bisa berfoto-foto di TV tersebut, yang kemudian hasil foto langsung bisa dikirim ke e-mail atau diupload di fesbuk..cocok nih untuk yang suka narsis seperti saya hehe…

Penang ==> Tower Budget Hotel

Hotel ini letaknya ditengah kota George Town banget, kemana-mana dekat. Kamarnya juga bagus (ada dua tempat tidur, satu single satu lagi double bed) dan harganya hanya 309rb, tapi ternyata…tidak ada kamar mandi di dalam kamar. Jadi kamar mandinya diluar, share sama kamar lain…dua kamar biasanya satu kamar mandi. Ya ampyun…salah pilih …maklum ketika itu karena mesannya mepet banget yaitu malam sebelum berangkat, saya hanya memperhatikan kamarnya (foto kamar) yang bertempat tidur banyak, letaknya yang ditengah kota dan harganya termurah dibanding yang lain (hanya 266rb cuma mahal pajaknya sehingga totalnya jadi 309rb). Kalau untuk kami sih oke-oke aja, tapi karena bawa krucils yang kebutuhannya untuk ke toilet cukup sering agak ribet juga jadinya.

Tapi secara keseluruhan bagus, dengan fasilitas kamar Ac dan ada kipas angin juga, free wifi, serta yang utama menguntungkan adalah letaknya yang di puasat kota, dekat kemana-mana sehingga memudahkan aktivitas pengelanaan kami.

PS : Foto diatas diambil dari foto kamar hotel bersangkutan di agoda, semua persis sama dengan kamar yang sebenarnya bahkan di DDC House lengkap dengan handuk berbentuk angsa seperti yang ada di foto tersebut.





0 Celsius = 32 Fahrenheit

13 02 2012


Ingat pelajaran fisika dahulu kala, derajat suhu diukur dengan beberapa sistem ukuran. Ada celsius, fahreinheit, kelvin dan sebagainya (lupa lagi). Sistem pengukuran suhu menggunakan fahreinheit lebih tinggi daripada menggunakan celsius. Begitu tiba di bintang walk,kami melihat tulisan fahrenheit…segera saja kami masuk…mall! Loh kok mall sih? Iya, hotel ini letaknya diatas mall tersebut. Dari petunjuk beberapa orang, kami harus naik kelantai 5.

Sesampai dilantai 5, cek in dihotel, bayar deposit RM 300. Dan tadaa…diantar kekamar. Penampakan pertama langsung…”wah”. Ada ruang tamu sekaligus berfungsi sebagai kitchen, ruang nonton tv. Ada 2 kamar, satu berisi tempat tidur king bed, satu lagi berisi dua single bed. Diantara kedua kamar terdapat toilet yang juga keren. Pantasan saja harganya di agoda ditawarkan $ 60 semalam. Itu belum termasuk ekstra bed.

Hotel ini sudah dipesan dan dibayar di Indonesia. Karena saya beserta orang tua, yang susah kalo diajak jalan jauh ala backpacker…jadi adik saya mencarikan hotel tepat ditengah bintang walk, dan diatas sebuah mall, sehingga jika ibu saya yang suka shoping mau belanja gak perlu jauh-jauh, tinggal turun…tadaa, belanja sepuasnya.

Kesan saya terhadap hotel ini, bagus, keren, dan terlalu wah untuk ukuran petualang dengan budget terbatas seperti kami. Bukan hotel yang akan dipilih para backpacker. Tapi jika dana anda besar, saya rekomendasikan hotel ini. Terletak ditengah pusat perbelanjaan dan tempat kongkow atau nongkrong, pokoke pusatnya turis. So can you fahrenheit your temperature? hehehe…





Hotel Equator, Bontang

6 09 2011

Nah, sebelum memulai jalan-jalan, perlu dong nyimpan peralatan perang dulu supaya jalan-jalannya enak. Dan tempat yang paling pas ya hotel Equator.

Kenapa? Pertama sih, luaaasss banget arealnya. Jadi kalo mau nari-nari disertai nyanyi-nyanyi ala film India juga puas nih disini, halamannya luas, sepi (jadi gak malu tuh kalo mau joget-joget sendiri hehe) dan hijau royo-royo. Sebagai pecinta alam kami suka yg banyak pohon, tanaman, bunga, yg hijau-hijau deh.

Kedua, bentuknya bukan kamar-kamar seperti kebanyakan hotel lain, tapi bungalow. Atau rumah-rumah kecil disertai fasilitas lengkap, seperti tv, kulkas, ruang tamu, ruang tidur, kamar mandi dg bathtub serta air panas & dingin, dispenser, kadang disertai dapur (tergantung jenis yg dipilih). Sehingga privasi lebih terjaga, rasanya lebih bebas aja. Suka-suka deh mau ngapain atau berpakaian apa, serasa dirumah sendiri 🙂

Ketiga, biasanya sih alasan orang-orang supaya dekat dengan pabrik. Jadi kalo ada yg perlu berurusan dengan pabrik, biasanya ditempatkannya ya disini ini, biar gampang. Kalo untuk umum sih, biar bisa liat pabrik dari dekat. Seru juga loh kalo liatnya malam hari, lampu-lampu pabrik yg terang benderang bikin penampakannya jd futuristik dimalam hari 🙂

Tapi alasan utamanya sih karena gratis, dibayarin alias difasilitasi hehe. Asiiikkk, horeee, huray, yippie…hehehe





ALL ABOUT HOTEL (TOUR SURABAYA-BALI)

2 11 2009

Kayaknya yang paling sering di search orang adalah foto tempat wisata dan tentunya tarif hotel. Penting dong tahu tarif hotel sebelum memulai perjalanan agar bisa memperkirakan budget yang harus disiapkan untuk dihabiskan hehehe. Walaupun saya jarang banget membahas budget-budget, ternyata budget justru yang paling di cari pembaca blog, jadi agar blog saya ini semakin laris manis bak kacang goreng, gak ada salahnya saya mengikuti jejak para pendahulu saya sesepuh blogger jalan-jalan yang selalu detail menyertakan budget yang dikeluarkan.

Dalam sebuah perjalanan, biasanya budget yang paling besar dikeluarkan adalah untuk transportasi…ticket pesawat tu yang paling jadi beban, menohok para backpacker, memaksa para petualang mengerem keinginan untuk terus jalan-jalan. Dan yang kedua, apalagi kalo bukan penginapan. Masalah makan sebenarnya juga penting, tapi untuk masalah makan masih bisa diakalin lah ya, kalo gak dikadalin or buayain sekalian…hehehe. Sedangkan transportasi, tariff gak bisa nego, demikian juga hotel. So sebagai penggemar jalan-jalan, kita harus cermat memilih hotel yang pas di kantong supaya gak bikin jebol dompet 🙂 yuks kita bahas tentang hotel-hotel yang saya datangin…yuks mareee…

SURABAYA

Picture 812Di Surabaya, saya menginap disebuah hotel tua ditengah kota yang hiruk pikuk di jalan Darmo Surabaya. Hotel ini adalah rekomendasi seorang teman, dan juga Lonely Planet. Lonely Planet emang andalan yang tepat buat para pecinta jalan-jalan dan petualang, selain tentunya blog saya ini…qqqqqq…:)

Bila dilihat dari depan, hotel ini emang bukanlah hotel yang waahhh…hotel ini malah walaaaahhhh….agak-agak mengecewakan dari segi penampakan. Tapi seperti kata pepatah, don’t judge a book by its cover, that’s right…hal ini berlaku untuk semua hal, yaaa manusia…juga bisa berlaku pada hotel…hehehe. Agak memprihatinkan, tapi dalamnya kan belum tentu, so lets check it out….ayo kita lihat dalamnya. Lobynya cukup bagus, begitu sampe dalam ada meja resepsionist, dan sofa merah keluaran index (halah…sok tewu) dipojokan. Disebelah meja resepsionist ada tangga ke atas, tempat beberapa kamar berderet-deret. Tampaknya ada bangunan baru, kamar-kamar baru di bangunan baru tersebut yang terlihat sedikit modern, walopun saya belum pernah melihat kamar di bangunan baru tersebut. Kayaknya sih disinilah kamar-kamar VIP berada…tarifnya paling mahal yaitu 175rb.

Kemudian ada lorong yang tepat menghadap jalan Darmo, dan disepanjang lorong tersebut berderet-deretlah kamar. Yaaa disinilah saya mendapat kamar, kamar exsclusive kalo gak salah, tarifnya 150rb/ malam + sarapan pagi jam 8.Di depan setiap kamar ada kursi-kursi tua dari jati, atau enath dari kayu apa yang dari penampilannya kayaknya dibuat jaman dinasti sebelum saya lahir, masa colonial dulu kalii yaaa. Tiap kamar juga memiliki model pintu antic, jadul habis. Tapi that’s oke sih…Di dalam kamar ada dua tempat tidur single dan lemari, meja rias, gantungan handuk serta tv dan ac tua, serta kamar mandi didalam. Tapi buat para petualang sangat amat cukup, bagi saya sih terutama.  Untuk sebuah hotel yang terletak di jantung kota, dgn harga demikian…saya kira cukup murah dan bagus.

Sekarang kita membahas tentang menu sarapan, hari pertama kami tidak makan di hotel, karena kami sudah beredar sebelum kantin hotel buka. Sarapannya cukup sederhana, yaitu sepiring nasi pecel + telur, dan segelas teh manis hangat. Setiap penghuni sudah dijatah dalam piring-piring yang disediakan begitu kita duduk, jadi seperti warung makan…hehehe…

BALI

Di Bali saya dan keluarga tercinta saya menginap di dua hotel. Mari kita bahas masing-masing.

Hotel Orange – Legian

Hotel ini letaknya di jalan legian, satu blok dari kuta. Gak terlalu jauh buat Picture 283anda yang ingin menikmati pantai kuta yang terkenal tersebut, bisa berjalan kaki atau juga dgn menyewa mobil / motor. Banyak jalan-jalan kecil yang tembus ke kuta buat anda yang suka menikmati jalan kaki, apalagi banyak hal yang bisa diliat sambil berjalan kaki, bisa window shoping, atau juga cari jodoh bule…halah…

Hotel orange terletak di tepi jalan besar, sehingga mudah terlihat…apalgi di seberangnya ada pasar Sukowati kalo gak salah nama pasar tersebut. Tempat berbagai toko-toko kecil menjual pakaian khas bali, sarung-sarung bali dan oleh-oleh khas lainnya. Hotelnya cukup besar, lega rasanya…didalamnya juga menarik. Untuk mempersingkat, saya langsung membahas tentang kamarnya saja.

Didalam kamar ada tempat tidur big size, tv, ac kamar mandi didalam dengan shower without air panas. Kamarnya cukup luas, mungkin karena pengaruh minimalnya perabot dalam kamar. Tarifnya permalam 250 rb + sarapan pagi ( entah apa sarapan paginya karena kami jarang sekali makan pagi di hotel). Menurut saya hotel ini cukup bagus, walo sepi…tapi bagus. Apalagi di dekat meja resepsionist banyak brosur dan peta Bali…cihuyy…menambah koleksi…hehe…

Hotel Sakura – Denpasar

Picture 675

Hotel ini kami temukan tidak sengaja, ditengah kelelahan yang mendera akibat nyasar-nyasar melulu, bertemulah kami pada sebuah papan petunjuk hotel yang kecil. Ciiiittt…rem langsung mendecit, yuk kita liat aja hotelnya seperti apa.

Begitu tiba di jalan kecil yang kalo gak salah jalan Kartini, dan memarkir mobil. Tampaklah dua patung besar pesumo sebelah kiri dan kanan tangga menuju ke lobby hotel. Dengan pencahyaan yang ada dimalam yang gelap, agak menakutkan buat saya. Lobbynya sederhana tapi manis sekali diliat. Yuk kita intip kamarnya. Kamar dengan tarif 250 rb/malam tersebut, sangat amat bagus menurut saya. Dengan kamar mandi didalam, bath tub+shower dan air panas, tv, ac dan tempat tidur big size dengan bed cover khas Bali. Terlebih di hotel ini juga tersedia kolam renang…top markotop, rancak banar kalo kata orang padang.

Sarapan pagi dikirim ke kamar yang terdiri secangkir teh, secangkir kopi, roti bakar dan dua butir telor rebus. Buat yang biasa sarapan nasi, mungkin tidak mengenyangkan, tapi bagi saya sudah cukup…apalagi rasa roti bakarnya enak. Untuk sebuah hotel kecil, hotel sakura saya rekomendasikan…apalagi staff hotelnya ramah dan informative.

Hotel Rosali – Situbondo

Picture 801Nah, hotel ini nyaris terlupakan untuk saya ceritakan, karena hotel ini hanya persinggahan beberapa jam saja buat kami, hanya tempat untuk meluruskan punggung setelah perjalanan panjang kami yang cukup melelahkan. Kami sampai di hotel ini jam 10 malam kalo gak salah, dan segera cabut di waktu subuh untuk melanjutkan perjalanan pulang.

Hotel ini terletak dijalan besar utama Bali – Surabaya, atau sebaliknya. hotelnya cukup luas, dengan banyak kamar. Tarif permalam cukup murah 150rb yang ac dan 80rb tanpa ac.Karena ketika itu kami sdg flu berat, dan sangat kelelahan dan mengantuk, kami memutuskan mengambil kamar tanpa ac, dgn tarif 80rb/malam + sarapan pagi serta kamar mandi didalam. Kamar ac dan non ac tidak berbda, yang membedakan hanya tambahan ac saja. Isinya sama, 2 Tempat tidur single yang kami satukan, tv, kamar mandi dan sebuah lemari serta kaca rias. Parkirnya sangat luas, dan teras kamar menghadap taman yang sangat luas yang ketika itu sangat amat berangin sehingga semalam suntuk saya berpikir sedang ada badai, karena bunyi angin yang berderu. Mungkin hal ini dikarenakan letak situbondo yang dekat dengan pantai.

Sarapan pagi, lagi-lagi saya tidak tahu karena seperti yang sudah-sudah kami sudah dijalanan lagi sebelum hidangan sarapan tersedia. Untuk sebuah hotel persinggahan, hotel ini very recomended…murah dan luas.