Alun-Alun Kota Batu

27 07 2016

20160727-112624.jpg

Menjelang maghrib kami menuju alun-alun Batu, begitu tiba…cari parkiran susah banget, penuh semua untungnya setelah muter-muter akhirnya ketemu juga parkiran yang masih kosong walau harus jalan kaki sedikit menuju alun-alunnya. Alun-alun Batu ini kecil, tapi dikelilingi oleh berbagai macam kuliner…hmm, nyamm

Ketika berjalan kaki dari parkiran menuju alun-alun, kami melihat warung yang menjual susu murni. Karena kami penggemar susu, tentu saja kami mampir untuk istirahat sekalian minum susu. Ada berbagai rasa susu, ada yogurt juga. Puas minum susu kami kemudian menuju alun-alun.

Ternyata alun-alunnya ramai banget, penuh dengan orang. Isinya sih mirip lampion garden dengan berbagai lampion berbentuk hewan dan bunga. Selain itu terdapat bianglala juga. Tiket naik bianglala ini murah meriah (kalau gak salah) 3 rb / orang, cuma antriannya mengular tangga panjangnya. Waktu krucil liat ada antrian tiket bianglala, mereka gak mau kalah pengen naik bianglala juga lalu mengantrilah ayah untuk beli tiket. Sementara nungguin ayah dapat tiket, saya dan krucil keliling alun-alun, foto-foto, belanja souvenir gantungan kunci kemudian kembali mendatangi ayah, ayahnya masih mengantri belum dapat tiket…bukannya berkurang, antriannya malah tambah panjang…haha yo weslah, kalau begini caranya gak usah ajalah naik bianglalanya.

Tidak jadi naik bianglala bukan berarti mengurangi keseruan di alun-alun, krucil happy liat lampu di bianglala yang berubah-ubah warna dan bentuk hingga malah mirip kembang api tahun baru. Mereka cukup senang melihat lampion-lampion, melihat segala aktifitas di alun-alun (ada yang berdandan ala pocong juga loh…hiii), dan yang paling penting bisa belanja souvenir gantungan kunci 🙂





Museum Angkut, Batu

26 07 2016

20160726-051202.jpg

Hampir semua wisata di Batu sudah pernah krucil kunjungi kecuali agrowisata dan Museum Angkut ini karena ketika kami ke Batu 2013 lalu, museum ini belum ada. Jadi begitu ada kesempatan ke Batu, krucil harus diajak ke museum ini…biar kekinian…hehe.

Setelah dari Museum Brawijaya, kami langsung ke Batu. Pemilihan waktu kurang tepat, weekend jalan menuju Batu itu macet. Akhirnya kami istirahat makan dulu di pertengahan jalan sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Batu, akibatnya kami agak kesiangan untuk bermain di beberapa tempat wisata incaran, hanya sempat ke Museum Angkut dan alun-alun Batu.

Tiket masuk museum ini lumayan juga, tiket terusan 90rb / orang ditambah kamera 30rb/kamera. Setelah itu tiket berupa gelang pun dipakaikan petugas di pintu masuk. Awalnya yang terlihat ya museum biasa yang berisi berbagai moda transportasi berupa mobil, sepeda, motor, becak, dsb. Menarik sih, tapi kesannya biasa aja…mungkin pengaruh pengunjung yang berjubel (maklum masih suasana liburan) sehingga susah untuk menikmati isi museum.

Baru setelah dari museum, ada zona-zona yang lebih menarik. Saya lupa lagi urutan-urutannya, kalau gak salah zona Gangster Town, zona Eropa, dsb…terakhir museum topeng di D’Topeng. Sebelum pintu keluar ada Floating Market, tempat penjual makanan dan souvenir. Kami keluar Museum Angkut ini sudah menjelang maghrib, yang penting krucil happy, ayah bundanya pun ikutan happy walau badan rasanya remuk redam setelah menemani krucil bermain seharian. Kata ayah, lebih capek nemenin krucil main daripada mendaki gunung…hmmm, baru tahu dia… hehe