Kebun Raya Balikpapan

12 10 2015

20151012-085325.jpg

Sudah lama kami tidak menginjakkan kaki ke dalam hutan, sudah lama juga krucils gak diajak berpetualang. Mumpung hari minggu kali ini si ayah gak kerja, yuk mari kita jalan…tujuannya Kebun Raya Balikpapan.

Pagi-pagi siapkan bekal krucils untuk dijalan, beli nasi kuning juga sebagai tambahan bekal, dan berangkat. Di jalan mulai bermunculan ide-ide dari krucils sebagai alternatif tema petualangan kali ini. Sulung ngajak mancing aja, bungsu pengen ke Kebun Raya, ayah ngajak ke Batu Dinding yang sedang ngehit di kalangan backpacker Kaltim. Pada akhirnya semua keinginan terakomodasi dengan baik, semua terpenuhi…yippie.

Sesampainya di gerbang Kebun Raya Balikpapan, sulung kami sudah minta berhenti dulu untuk mengabadikan burung Enggang yang sedang terbang di atas pepohonan di kejauhan dan lebah kecil yang sedang mengisap sari bunga di kameranya. Lanjut masuk gerbang disuruh security untuk mengisi buku tamu dulu plus sumbangan sukarela katanya, hmmm…baiklah. Kemudian masuk terus sampai bertemu waduk, sulung langsung menyiapkan alat pancing yang memang selalu stand by di dalam mobil. Mancing beberapa saat sambil mendengarkan suara burung gagak di pucuk pohon dan suara tongeret dari dalam hutan sembari bungsu ngabisin bekalnya.

Berhubung nampaknya tidak ada ikan di waduk, kami pun menyudahi acara memancing dengan melanjutkan perjalanan dengan melihat kebun bunga dan tanaman obat masih di areal Kebun Raya. Puas foto-foto, lanjut kembali ke areal parkir…rencananya sih mau treking masuk hutan. Eh begitu parkir langsung ngeliat ada orang sedang berdiri diam dengan muka menghadap kamera berlensa tele yang panjang banget mengarah ke sebuah pohon, penasaran apa sih yang di potret orang tersebut kami pun ikut mendekat. Rupanya ada seekor burung pelatuk yang sedang bikin sarang dengan mematuk-matuk pohon.

Ketika hendak melanjutkan perjalanan treking menembus hutan…eh krucils melihat semut yang berukuran jumbo, lebih besar daripada ukuran semut biasa, jerit-jeritlah mereka dan langsung tidak mood meneruskan perjalanan dan ngajak balik ke mobil. Cerita petualangan di Kebun Raya Balikpapan pun diakhiri dengan masuk mobil …hahahaha 😀





Berburu Bekantan di Teluk Balikpapan

3 02 2014


Setahun yang lalu tanpa sengaja nemu blog tentang pengalaman traveller yang mengikuti tour menyusuri Teluk Balikpapan yang konon merasakan “the real borneo” itu. Dengan semangat membara nyari info sana-sini tentang tour yang diikuti traveller tersebut akhirnya nemu blog ini http://landing-balikpapanbay.blogspot.com/2012/08/paket-wisata-pendidikan-dan-kunjungan.html

Dan iler saya pun langsung ngeces….mau banget yang paket seharian. Tapi kalau cuma berempat rasanya sayang, kan perahunya muat 9-10 orang. Kayaknya perlu nyari teman jalan nih, selain bisa rame-rame juga yang penting ongkosnya jadi bisa dibagi-bagi (nah itu dia inti utamanya, nyari yang lebih hemat hehe). Setelah menawarkan ke beberapa orang tapi tidak mendapat tanggapan positif, selain itu tahun lalu juga sudah kebanyakan berkelana jadi urusan Teluk Balikpapan inipun terlupakan.

Hingga suatu hari saya bertemu tanpa sengaja dengan teman sesama blogger yang sama-sama punya dua krucils dan sama-sama suka jalan. Proposal pun ditawarkan, dia setuju…yippie akhirnya dapat juga teman jalan 😀 Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya dipastikan hari Minggu awal February kami akan berpetualang bareng. Sayangnya saat itu hanya tersedia paket sore hari, yang khusus melihat bekantan tok. Paket-paket yang lain konon katanya full booked hingga 3 minggu kedepan.

Baiklah kita coba paket yang ada aja, menyusuri teluk melihat bekantan. Setelah beberapa hari Whatsapp-an dan SMS-an…hari Minggu pun tiba. Lucunya karena sudah lama banget enggak berkelana, krucils saya sudah gak sabaran pengen berkelana….subuh-subuh sudah pada melek padahal menyusuri teluknya baru sore nanti hehe. Biasanya kalau ayah ke laut pada bete, hari itu seharian malah lupa sama ayah….tiap saat cuma ngomong, kok lama banget sih jalannya bunda…hehehe…

20140203-030557.jpg

Sorenya dijemput mbak Diah (tengkyu mbak, maklum saya supir spesialis jalan datar hehe). Menggunakan kendaraan mbak Diah kami pun mengarah ke Kariangau, di depan komplek Graha Indah dijemput kordinator Balikpapan Bay (mbak Ana) yang mengarahkan kendaraan. Di Mangrove Center mobil parkir…baru ngeh ternyata komplek ini letaknya ditepi hutan mangrove dan ada Mangrove Center yang merupakan program swadaya masyarakat setempat. Hmmm…keren juga…memberdayakan masyarakat setempat untuk menjaga alam yang otomatis juga memberi manfaat bagi masyarakat itu sendiri.

Isi buku tamu, ternyata katanya tamu-tamunya banyak turis mancanegara…rupanya wisata ini lebih ngetop diluar negeri kayaknya dibanding didalam negeri sendiri. Dan kata mbak Ana, kami kecepatan datangnya…harusnya lebih sore lagi, bekantannya lebih banyak lagi yang keluar. Sebelum naik, semua penumpang dipakaikan life vest. Setelah semua pakai, naik perahu dan….berangkat…yippie…

Kemudian perahu menyusuri teluk….keren banget, suasananya mengingatkan saya pada film Anaconda dan film-film dokumenter hutan Amazone. Keren banget nget nget nget deh….atau sayanya aja yang norak, tapi bagi saya keren banget titik gak pake koma hahaha. Seruuuu…krucils-krucils yang awalnya anteng karena belum saling mengenal langsung bereaksi, pada berdiri semua asik jepret sana, jepret sini, saling tepuk pundak untuk saling memberitahukan jika melihat objek yang menarik…hehe. Dan yang lebih seru dan bikin was-was plus deg-deg seer adalah ternyata didaerah tersebut masih ada buayanya dan lumayan ganas…

Karena kami memulai petualangan ini terlalu cepat, jadi bekantannya masih sedikit yang baru keluar. Katanya sih bekantan makin banyak keluar mencari makan menjelang malam, maghrib-maghrib gitu deh yang banyak. Walau begitu kami tetap senang bisa melihat berbagai satwa yang hidup damai diteluk ini, ada kepiting bakau, ada burung, ada biawak yang kata saya mirip buaya tapi kata krucils saya mirip anaconda, dan tentunya ada bekantan yang bela-belain susuri teluk demi melihatnya. Sayangnya karena bekantan-bekantan ini diatas pohon yang tinggi dan kamera saya lensa standar, jadi gak bisa nangkap sosoknya.

Tapi secara keseluruhan kami puas, terutama krucils saya yang begitu sampai rumah langsung telp ayahnya sambil cerita tentang pengalaman mereka hari itu diakhiri dengan kata-kata, kurang lama petualangannya….haha. Tenang aja, kita akan rencanakan petualangan-petualangan lain yang pastinya lebih seru lagi…bukan begitu mbak Diah? hehe 😀





Lamin Etam Ambors

5 01 2013

20130105-041732.jpg

Sudah seminggu ini mertua berkunjung ke little house on the praire kami dan belum sempat ngajak kemana-mana karena seperti biasa, ayah sibuk mencari nafkah (bahasanya gak kuat deh hehe). Untungnya walau si ayah sibuk, tengah malam sudah pulang sehingga sabtu ini meskipun badan masih lemes dan ngantuk akibat pulang dari laut, masih ada waktu untuk ngajak jalan-jalan mbah dan eyang. Tapi kemana ya? ke pantai? bosen ah…

Saatnya mencari lamin etam ambors yang kayaknya belakangan ini lumayan ngetop namanya dikalangan warga balikpapan. Walau kami sendiri belum tahu letaknya dimana, tapi katanya sih di km 28 masuk ke daerah kaveleri. Baiklah…berangkaaat, saatnya penjelajahan di awal tahun 2013 dimulai. Masuk wilayah kaveleri ini ternyata masih hijau royo-royo juga, masih asri. Ikutin jalannya yang agak rusak… terus sampai menemukan petunjuk jalan lamin etam ambors. Nah masuk wilayah lamin ini jalannya berubah jadi jalan tanah.

Biaya parkir mobil 5rb rupiah. Dari tempat parkir, jalan kaki sedikit menuju gerbang yang dipagari seng. Di loket masuk tertera tarif masuk taman wisata ini, yaitu 10rb untuk dewasa dan 5rb untuk anak-anak. Tiket masuk ini sudah termasuk gratis berenang dan terapi ikan. Di dalam taman wisata ada arena atv, berkuda, memancing, outbond, sepeda air (bebek-bebekan yang dikayuh dengan kaki) dikolam, dan ada beberapa jenis binatang seperti owa-owa, ular, burung-burung, dan rusa. Kalau menurut saya sih mirip dengan kebun raya samarinda bentuknya.

Untuk mencoba berbagai jenis permainan tersebut harus membayar lagi tiap wahana, harganya berkisar 10-30rb per wahana. ATV? bosen karena krucil sudah punya ATV di rumah. Sepeda air? males, panas euy. Memancing ? lebih males lagi, masih capek begadang tadi malam karena ayah pulang malam. Berenang? kayaknya lebih seru berenang di kolam renang komplek deh…lebih luas hehe. Jadi yang kami coba ya hanya terapi ikan. Lumayan, cukup membayar 10rb bisa nyobain terapi yang sedang ngetrend…kaki dikelilingi ikan kecil-kecil yang memakan kulit-kulit mati di daerah kaki. Geli, kayak kesetrum kata sulung saya yang betah banget nih kakinya dicium-cium ikan hehe. Si bungsu sih ogah, cuma kena airnya doang sudah jerit-jerit geli…la ikannya aja belum nongol dek, kok sudah geli hehe…

Setelah itu krucil bermain bersama rusa, cukup lama juga mereka dan mbah nya bermain bersama rusa. Mbahnya ngambil rumput-rumput, mereka yang memberi makan rusa…gak ada bosennya kalau gak di paksa pulang, masih betah tuh ngasih makan rusa. Ok krucil, kita pulang. Next week kan kita mau berpetualang yang lebih seru. See you on next adventure 🙂





Mengenang Sejarah Melalui Meriam Jepang

20 10 2012


Hari diawali dengan hujan yang tampaknya bakal awet seharian. Bungsu sekolah seperti biasa, sedang sulung mulai merengek-rengek pada ayahnya..”abang bosen dirumah, pengen jalan-jalan”. Maklum, si ayah memang baru pulang tadi malam.

Menjelang siang, cuaca mulai berubah drastis. Hujan mendadak berhenti, dan matahari bersinar cerah ceria (saking panasnya). Baiklah kalau begitu, saatnya jalan-jalan. Tapi kemana lagi? Rasa-rasanya kok semua tempat di Balikpapan sudah kami dikunjungi. Tanya dulu ke mbah gugel (google), dan dijawab ada satu tempat yang kayaknya krucil bakalan senang dan belum kami datangi, yaitu Meriam Jepang.

Menurut mbah gugel sih, letak meriam jepang ini di daerah yang bernama gunung bugis, sebagian menyebutnya juga dengan nama gunung meriam di balikpapan barat. Nah loh, karena semua daerah di balikpapan bernama gunung-gunungan dan juga kami bukan penduduk asli sini, agak bingung juga kalau petunjuknya hanya berdasarkan nama daerah gunung-gunungan begini ini. Di mana sih gunung bugis itu ? Saatnya buka GPS…eh GPS pun bingung, apalagi kami hehe. Akhirnya daripada bengang bengong gak jelas tujuan gini, ayah telp temannya yang asli sini. Setelah dapat petunjuk yang cukup dimengerti, kami pun mengarahkan kendaraan ke ujung balikpapan, kebun sayur terusss sampe hampir mentok, belok kanan. Nah disini bertanya lagi sama penduduk setempat, dan ditunjukkan arah yang dimaksud.

Nanjak terus, dari ketinggian kami bisa melihat laut yang terbentang dan kapal-kapal besar dikejauhan. Indah sih, sayang karena cuaca panas banget, membuat saya jadi malas ngambil foto. Jalannya menanjak dan kecil, serta kanan kiri cukup padat dengan pemukiman. Setelah dua kali lagi bertanya, kemudian sampailah kami di meriam jepang ini. Tempatnya agak tersembunyi sehingga kalau belum pernah kesini memang harus banyak bertanya dulu.

Meriam Jepangnya sendiri tampak cukup terpelihara. Letaknya di areal PDAM yang di pagar dan ada pengumuman besar bertuliskan dilarang masuk selain petugas. Namun karena penduduk sekitar bilang boleh saja masuk, ya kami masuk. Dan yang paling antusias siapa lagi kalau bukan sulung saya yang suka banget nih segala hal yang berhubungan dengan sejarah dan begini ini…peninggalan-peninggalan bersejarah.





Pulau Tukung, Tanah Lotnya Balikpapan

6 10 2012


Jika anda pernah ke Balikpapan, kemungkinan besar anda tahu dimana letak pulau ini. Pulau ini adalah pulau kecil yang letaknya tidak jauh dari tepi pantai di daerah melawai. Jika anda makan-makan di daerah melawai, pasti pemandangan yang tersaji di depan mata ya pulau tukung ini.

Seringnya pulau tukung ini dikelilingi oleh air laut, jarang sekali saya melihat pulau ini tidak dikelilingi air (atau mungkin sayanya aja yang jarang lewat tempat ini sehingga jarang melihat pulau tukung tidak dikelilingi air). Karena duo krucil saya penggemar pantai, dan karena kami sedang males nyari pantai yang jauh-jauh, jadi rencana awalnya ya hanya main-main di pantai batu-batu banua patra. Rupanya saat melalui daerah ini krucil saya melihat air laut sedang surut yang membuat mereka histeris meliat pulau tukung tidak dikelilingi air (saya sih dengarnya sayup-sayup karena ketiduran dimobil hehe), jadi mereka membangunkan saya supaya membantu mereka merayu si ayah agar bisa berkelana di pulau tukung.

Dengan masih antara sadar dan tidak, saya sih he eh aja. Dan disinilah kami akhirnya, di pulau tukung. Mumpung air laut surut nih, jadi kami bisa berkelana di pulau yang seringnya hanya bisa dinikmati dari kejauhan. Ternyata tidak hanya kami yang pengen menikmati pulau ini, banyak anak muda yang juga beramai-ramai berjalan di tepi pantai ke arah pulau tukung. Dulu sih ada rencana pemkot untuk mendirikan semacam jembatan penghubung daratan dengan pulau ini yang konon katanya jika dibuat seperti tanah lot nya bali, lumayan bisa nambah-nambah turis untuk berkunjung. Tapi entah kenapa, sampai sekarang tidak pernah terealisasi.

Pulau ini banyak batu-batu gedenya loh, batu-batu karang kehitaman yang berlumut karena keseringan terendam air laut. Ya mirip-mirip tanah lot lah…bagus juga sih, sayang pemandangan ke daratannya agak kurang bagus karena tepian pantainya kurang tertata…mungkin kalo dihijaukan bagus juga hasilnya. Foto-foto wajib kayaknya buat semua pengunjung pulau ini, saat saya sedang mengabadikan gambar duo krucil saya tiba-tiba datang sepasang anak muda yang dari tadi saya liat sibuk foto-foto di pulau ini. Mereka meminjam si bungsu saya untuk di foto bersama mereka, gak cukup sekali tapi dua kali. Duile,saya sama si ayah langsung takjub…OMG, masih kecil aja sudah ada yang ngefans sampai minta foto bersama…gimana kalau besar nanti? hehe…

Setelah puas mengeksplore pulau ini, duo krucil saya langsung heboh bermain pasir…hadeuh, dasar anak pantai, senang banget deh kalau berurusan dengan pantai, kelomang dan pasir. Krucil happy, kami pun senang…have a nice weekend everybody 😀





Tugu Perdamaian yang Terkucilkan

6 10 2012


Sudah lama saya liat penunjuk arah bertuliskan cagar budaya di pojok terpencil yang tertutup oleh dahan dan daun pepohonan di dekat cikal bakal jalan tol Balikpapan-Samarinda. Tapi karena berbagai hal, jadi tidak sempat-sempat juga kami memuaskan keingintahuan ttg cagar budaya apa gerangan yang tersembunyi di daerah tersebut.

Sejak kemaren sih si ayah sudah dapat panggilan melaut lagi,diperkirakan antara Jumat atau Sabtu…karena tidak tahu pastinya kapan, ya jadi harus stand by di tempat. Untungnya menjelang siang, telp yang ditunggu itupun datang. Dibatalkan…yippie, duo krucil langsung histeris senang. Maklum, si ayah belakangan ini memang jarang-jarang ada dirumah saat weekend. Kata si bungsu sih, adek bengang bengong kalo ayah kerja…maksudnya dia bete kalo ayahnya kerja saat weekend karena teman bermainnya biasanya jalan bersama orang tua mereka, sedang krucil dirumah aja. Mau main…teman mainnya pada jalan…kesian. Dan kalo ada ayah seperti bisa ditebak…jalan-jalan pastinya dong…

Tapi kemana yah? Yak, saatnya menjawab berbagai pertanyaan yang berkecambuk (halah bahasanya…hehe) di benak kami tentang misteri yang tersembunyi dibalik penunjuk arah kecil bertuliskan cagar budaya yang kadang kami lihat. Letaknya sih tidak jauh dari hiruk pikuk alat-alat berat yang sedang mengerjakan proyek jalan tol dan jalan menuju pelabuhan peti kemas.

Masuk ke dalam pagar yang tampaknya sih merupakan areal rumah warga, jalan masuk kira-kira 50m agak masih hutan walau di luar pagar adalah jalan raya yang hiruk pikuk dengan bunyi kendaraan serta lokasinya juga dekat dengan proyek jalan tol, tapi begitu masuk dalam wilayah ini kami seperti memasuki dunia yang berbeda. Sunyi, penuh pepohonan, sendirian (eh berempat deng..hehe)..mirip seperti Alice in the wonderland…ya kurang lebihlah, maksudnya perasaannya sama, memasuki dunia asing, terkucilkan ditengah hiruk pikuk keramaian, atau bahasa kerennya teralienasikan.

Seru sih, kami suka…ada pohon belinjo lagi yang banyak buahnya. Sayang tinggi, kalo gak tinggi bisa-bisa saya panjat deh buat nyari buahnya dan daunnya…lumayan bikin sayur asem dirumah hehe. Dan jeng-jeng…sampailah kami di semacam aula yang ditengah-tengahnya terdapat sebuah tugu berwarna biru bertuliskan tulisan jepang dan keterangan tugu perdamaian. Jalan sedikit lagi, ada lagi tugu berwarna putih. Dan that’s it…hanya itu memang…gak jelas juga saya kenapa tugunya ada ditengah hutan begitu, dan terkesan terbengkalai dan terkucilkan ditengah hiruk pikuk dunia luar. Yang penting kami jadi tidak bertanya-tanya lagi tentang cagar budaya apa gerangan ditempat tersebut…dan krucil jadi tahu, bahwa jepang pernah menjajah indonesia walau sebentar. Cuma agak susah juga menjawab pertanyaan si sulung, kenapa sih orang suka berperang…yak, benar bang…Damai itu lebih baik dan indah deh, peace 😀





Taman Bekapai

24 12 2011

Belakangan ini si ayah sibuk banget, selalu aja ngejob alias kelapangan atau ke rig di hari weekend. Atau kalo gak krucil sakit, ganti-gantian..abang, adek, abang lagi terus adek lagi. Langit juga seringnya kelabu, disertai udara berangin. Akibatnya jadi jarang jalan-jalan nih.

Tapi jumat kemarin ayah ada, krucil sehat, dan langit biru cemerlang..yippie. Memanfaatkan kesempatan yang langka, kami pun jalan-jalan sore, terlampau sore atau menjelang maghrib lebih tepatnya. Menghibur duo krucil yang demen main air, kami mengajaknya ke taman Bekapai atau taman air mancur kata krucil.

Sudah lama tidak bermain disini, ternyata ditaman ini ada yang baru, yaitu batu kerikil yang disusun mengelilingi air mancur sebagai trek berjalan kaki yang berguna untuk pijat refleksi kaki. Iseng-iseng ngikutin seorang bapak-bapak yang asik mondar-mandir di kerikil ini, kami pun mencobanya. Rasanya? Awalnya geli, lama kelamaan jadi sakit. Dan saya pun menyerah, tapi si sulung dan si ayah malah betah berlama-lama dikerikil ini. Kata ayah sih ada pengaruhnya, believe it or not.. awalnya sakit kepala dan mual begitu mencoba berjalan-jalan di kerikil ini sakit kepalanya jadi mendingan dan mualnya menghilang.

Dan hasilnya semua senang, krucil senang diajak jalan-jalan lagi, ayah senang sudah enakan badannya, dan bunda senang karena semua senang 😀