Dusun Bambu, Lembang

25 07 2015

20150726-074524.jpg

Setelah dari Museum Geologi kami pun ke rumah teman si bunda, biasa ngumpul-ngumpul bareng para sahabat sekalian nyari makan gratisan hehe. Di rumah teman inilah kami sambil kalap makan ikan goreng rembukan mau kemana nih kita habis makan. Setelah bermusyawarah dan mencapai kata mufakat (ceile sudah kayak pelajaran Pancasila aja ..) kami pun ramai-ramai numplek dalam satu mobil ke Dusun Bambu. Konon katanya sih tempatnya bagus, lah kalau saya sih ngikut aja selama gratis sih hehe 🙂

Kalau sudah ngumpul sama para sahabat kerjaannya ya gak jauh dari cela-celaan, ngakak, makan, cela-celaan lagi, ngakak lagi, makan lagi. Di mobil atas sponsor om “yang tidak boleh disebut namanya” penuh dengan cemilan, tengkyu ya om. Tiket masuk Dusun Bambu ini 15 rb/orang, di tiap arena permainan harus bayar lagi antara 15-20rb /anak. Dari tempat tiket ada angkot-angkot yang mengangkut tamu yang malas berjalan untuk naik ke atas, ke pusat Dusun Bambu.

Sesampainya kami di Dusun Bambu, nemenin krucils main ini itu yang lumayan menguras energy dan kantong yang memang sedang kering sampai benar-benar kehabisan uang, terpaksalah puasa makan…wkwkwk. Lucu juga jadinya, suhu dingin yang bikin gampang kelaparan eh kami malah puasa makan, duduk dengan tampang nelangsa karena lapar dan capek nungguin anak-anak selesai bermain…haha, kalau dipikir-pikir kok nelongso banget kita yak (colek om-om & tante-tante).

Baru maghrib anak-anak selesai bermain, itu pun dipaksa dulu baru mau diajak pulang…hiks pada gak tahu ya kalian, emak babenya sedang kelaparan. Di Dusun Bambu ini krucils & the geng main sepedaan (laa main sepeda aja kok jauh teuing), main tembakan, memberi makan hewan (kelinci, kambing, kura-kura), main air di sungai buatan, main perahu, dsb. Benar-benar cukup membuat letih emak-emaknya untuk ngejar sana sini.

Puas bermain di Dusun Bambu, kami baru cari makan sekalian cari suntikan dana segar…hehe. Awalnya sahabat-sahabat saya pengen ngajak makan di Punclut tapi apa daya, saya tepar sakit kepala gara-gara terlambat ngisi perut akhirnya makan sedapatnya di jalan aja…maaf ya pren, lain kali kalau kita reunian lagi kita ke Punclut ya. Pulangnya pakai main roller coaster segala di jalan ala Baba yang membuat anak-anak jerit-jeritan. Bagaimanapun jalan-jalan sama sahabat itu seru dan menyenangkan…tengkyu semua…

Advertisements




Berburu Bekantan di Teluk Balikpapan

3 02 2014


Setahun yang lalu tanpa sengaja nemu blog tentang pengalaman traveller yang mengikuti tour menyusuri Teluk Balikpapan yang konon merasakan “the real borneo” itu. Dengan semangat membara nyari info sana-sini tentang tour yang diikuti traveller tersebut akhirnya nemu blog ini http://landing-balikpapanbay.blogspot.com/2012/08/paket-wisata-pendidikan-dan-kunjungan.html

Dan iler saya pun langsung ngeces….mau banget yang paket seharian. Tapi kalau cuma berempat rasanya sayang, kan perahunya muat 9-10 orang. Kayaknya perlu nyari teman jalan nih, selain bisa rame-rame juga yang penting ongkosnya jadi bisa dibagi-bagi (nah itu dia inti utamanya, nyari yang lebih hemat hehe). Setelah menawarkan ke beberapa orang tapi tidak mendapat tanggapan positif, selain itu tahun lalu juga sudah kebanyakan berkelana jadi urusan Teluk Balikpapan inipun terlupakan.

Hingga suatu hari saya bertemu tanpa sengaja dengan teman sesama blogger yang sama-sama punya dua krucils dan sama-sama suka jalan. Proposal pun ditawarkan, dia setuju…yippie akhirnya dapat juga teman jalan 😀 Setelah beberapa kali tertunda, akhirnya dipastikan hari Minggu awal February kami akan berpetualang bareng. Sayangnya saat itu hanya tersedia paket sore hari, yang khusus melihat bekantan tok. Paket-paket yang lain konon katanya full booked hingga 3 minggu kedepan.

Baiklah kita coba paket yang ada aja, menyusuri teluk melihat bekantan. Setelah beberapa hari Whatsapp-an dan SMS-an…hari Minggu pun tiba. Lucunya karena sudah lama banget enggak berkelana, krucils saya sudah gak sabaran pengen berkelana….subuh-subuh sudah pada melek padahal menyusuri teluknya baru sore nanti hehe. Biasanya kalau ayah ke laut pada bete, hari itu seharian malah lupa sama ayah….tiap saat cuma ngomong, kok lama banget sih jalannya bunda…hehehe…

20140203-030557.jpg

Sorenya dijemput mbak Diah (tengkyu mbak, maklum saya supir spesialis jalan datar hehe). Menggunakan kendaraan mbak Diah kami pun mengarah ke Kariangau, di depan komplek Graha Indah dijemput kordinator Balikpapan Bay (mbak Ana) yang mengarahkan kendaraan. Di Mangrove Center mobil parkir…baru ngeh ternyata komplek ini letaknya ditepi hutan mangrove dan ada Mangrove Center yang merupakan program swadaya masyarakat setempat. Hmmm…keren juga…memberdayakan masyarakat setempat untuk menjaga alam yang otomatis juga memberi manfaat bagi masyarakat itu sendiri.

Isi buku tamu, ternyata katanya tamu-tamunya banyak turis mancanegara…rupanya wisata ini lebih ngetop diluar negeri kayaknya dibanding didalam negeri sendiri. Dan kata mbak Ana, kami kecepatan datangnya…harusnya lebih sore lagi, bekantannya lebih banyak lagi yang keluar. Sebelum naik, semua penumpang dipakaikan life vest. Setelah semua pakai, naik perahu dan….berangkat…yippie…

Kemudian perahu menyusuri teluk….keren banget, suasananya mengingatkan saya pada film Anaconda dan film-film dokumenter hutan Amazone. Keren banget nget nget nget deh….atau sayanya aja yang norak, tapi bagi saya keren banget titik gak pake koma hahaha. Seruuuu…krucils-krucils yang awalnya anteng karena belum saling mengenal langsung bereaksi, pada berdiri semua asik jepret sana, jepret sini, saling tepuk pundak untuk saling memberitahukan jika melihat objek yang menarik…hehe. Dan yang lebih seru dan bikin was-was plus deg-deg seer adalah ternyata didaerah tersebut masih ada buayanya dan lumayan ganas…

Karena kami memulai petualangan ini terlalu cepat, jadi bekantannya masih sedikit yang baru keluar. Katanya sih bekantan makin banyak keluar mencari makan menjelang malam, maghrib-maghrib gitu deh yang banyak. Walau begitu kami tetap senang bisa melihat berbagai satwa yang hidup damai diteluk ini, ada kepiting bakau, ada burung, ada biawak yang kata saya mirip buaya tapi kata krucils saya mirip anaconda, dan tentunya ada bekantan yang bela-belain susuri teluk demi melihatnya. Sayangnya karena bekantan-bekantan ini diatas pohon yang tinggi dan kamera saya lensa standar, jadi gak bisa nangkap sosoknya.

Tapi secara keseluruhan kami puas, terutama krucils saya yang begitu sampai rumah langsung telp ayahnya sambil cerita tentang pengalaman mereka hari itu diakhiri dengan kata-kata, kurang lama petualangannya….haha. Tenang aja, kita akan rencanakan petualangan-petualangan lain yang pastinya lebih seru lagi…bukan begitu mbak Diah? hehe 😀





Acara Dadakan

3 04 2011

Hari minggu mendadak duo krucil demam & batuk. Jadinya gak kemana-mana deh, dirumah aja. Kalo dirumah aja, saat yg tepat untuk ke pasar, belanja sayur mayur sebangsa setanah airnya.

Setiba di deretan penjual ikan, tiba-tiba suami saya nyeletuk, undang-undang teman yuk. Mungkin karena si ayah suka banget ikan bakar buatan saya -jadi GeEr nih, hidung kembang kempis. Atau karena si sulung sering bertanya, kapan bunda kita makan-makan lagi? (mereka emang suka banget kl kami mengundang temans makan-makan di rumah). Jadilah ide dadakan itu direalisasikan…padahal sama sekali tanpa rencana, bahkan belum telp-telp temans.

Acaranya dalam rangka apa? Waduh gak dalam rangka apa-apa, emang acara harus menyertakan tujuan ya? Ya kalau emang harus menyertakan tujuan…tujuannya kumpul-kumpul aja, bantuin kami ngabisin ikan yg sudah dibeli 🙂

Berbagi tugas, ayah belanja ikans, saya & duo krucil yg saling dorong berebut memegang tangan bundanya bertugas belanja sayur mayur. Yang terpikir sebagai teman ikan bakar hanyalah sayur asam, walau agak ragu.

Sesampai dirumah, baru teman-teman dihubungi, jam sudah menunjukkan angka 10. Dan seperti bisa diduga, ya hampir semua sudah punya acara masing-masing atau sedang on. Waduh piye iki, padahal ikan trakulu segede gaban 5 ekor seberat 3kg sudah terlanjur dibeli. Mau simpan kulkas, gak muat…la wong kulkasnya kecil & sudah dipenuhi ice cream -salah satu ide brilliant si ayah mau bikin es campur padahal anak-anaknya dilarang keras menyentuh es, radang tenggorokan.

Untungnya sohib si ayah konfirmasi akan datang, dan sohib saya hanya bilang insyaAllah (setelah ditlp tidak diangkat, sms tidak dibalas…eh begitu kirim pesan di fb, langsung dijawab…eksis bener buuww huahaha pis 🙂 ).

Saya kemudian bikin ikan bakar beserta cocolannya, sayur asam & kepiting asam manis. Memang sih, bakar-bakaran & sayur asam kayaknya gak klop dengan kepiting, tapi yg terakhir itu pesanan khusus duo bolang. Mereka suka banget kepiting asam manis buatan saya, padahal bumbunya cuman bawang bombay yg dicampur tomat dan air jeruk. Si sulung bahkan bilang, kepiting bunda lebih mantap daripada kepiting ******* (tiiiit) sensor, salah satu kepiting terkenal di balikpapan. Lagi-lagi saya GeEr…hehe, secara saya belajar masak tuh ya baru-baru aja, kok ya banyak yg suka masakan saya. Jangan-jangan terpaksa aja, daripada gak disediain makanan lagi hehehe.

Akhirnya sore hari berdatanganlah tamu-tamu, temans ayah bunda -psst padahal yg datang cuman 2 keluarga. Sementara itu duo krucil sibuk mondar mandir cari perhatian om favorite mereka, yg sering diceritakan ayah, sohib naik gunung. Entah kenapa, duo bolang suka banget sama om kacamata…mungkin karena sering diajak becanda.

Ikannya cuman habis 2 ekor, sedang 2 lagi yg sudah dibakar nganggur, 1 ekor masuk kulkas. Katanya sih enak…gak tahu emang ikhlas muji, atau terpaksa aja disertai ancaman terselebung hahaha. Yang lumayan cepat habis malah sayurnya…waduh tau gitu tak masakin sayur-sayuran aja 🙂

Duo krucil sih sudah pasti senang, senyum melulu walau akhirnya tergeletak sambil bilang puciiing. Ayah hepi, bunda puas. Hmmm weekend dirumah nyenengin juga…





Curug, Jawa Barat

14 07 2009

curug dalam bahasa sunda berarti air terjun. pada masa peralihan kekuasaan.. Antara dua periode yaitu masa2 menganggur… ngomong nganggur aja berbelit2, ya supaya puitis aja kyk khalil gibran gt hehe. Saya punya geng kecil, yg anggotanya saya, sohib cowok saya yg punya sixth sense, yg saking sohibnya sdh saya anggap pembantu sndr…ups salah, mksdnya sdh saya anggap sodara tiri yg kejam…ups salah lagi…hehe…, sohib cewek, dan dua org pria pameran pembantu hehe…just kidding guys.

Nah, dulunya kami berencana membuat sebuah usaha, namun gagal karena kebykan rencana aja, realisasinya nol karena ternyata kami lebih senang bersenang2 menyenangkan diri sndr hehe, lebih byk mainnya. Pdhal utk jadi pengusaha harus tekun, serius, pantang mundur, laaa… Kami mah pantang maju karena main mulu…hehe.. Ngomong2 ttg usaha, saya beberapa kali ikut team yg berbeda2, berniat membuka usaha, sayangnya kalo kebanyakan rapat sidang pleno, jdnya rencana gagal, main2 malah iya.kesimpulannya kalo mau bikin usaha gak usah byk rencana, jgn kebanyakan ngadain rapat pematangan rencana, lgsg jalankan apa yg jd tujuan.

Kembali ke cerita, suatu hari, sohib cowok saya mengajak kami jalan2, yg saya ampe skrg gak tahu dimana letaknya dan apa nama tempat itu, Selain itu sohib saya ini menghilang sesuai janjinya dulu, sehingga tdk bisa saya tanya2 ttg petualangan2 kami dulu. Yg jelas terletak di jawa barat, ke sebuah curug.

Untuk masuk ke curug ini Sebenarnya tdk repot, ada pintu masuk dan membayar tiket seharga tertentu. Namun saya dan sohib saya ini rupanya sama2 penggemar gratisan, makanya bisa klop..hehe.moto kami, selama bisa gratis apapun ditempuh (tp moto ini hanya berlaku utk petualangan, spy lbh seru dan menantang. Karena pd dasarnya kami anak baik…muji diri sndr hehe).

Demikian pula saat itu, kami mencari jalan memutar, naik turun bukit, masuk hutan2 yg sdh tdk perawan, karena hutannya tdk lebat, melewati sungai kecil, mendaki bukit lagi, turun kebawah Lagi….dan cihuy… Tetesan Air segar menerpa wajah, air dingin menyegarkan. Sueger banget rek…cuci2 muka dulu. Yg laki2 lgsg nyemplung berenang di air yg berada dibawah air terjun, sementara saya duduk2 diatas batu2 besar didekat air terjun. Namun ketika salah seorg teman laki2 saya mendekat, dia anak geologi, mengatakan kepada saya spy pindah tempat karena ternyata didekat saya duduk2 ada sarang ular….hiiiiiiyyyy… Tuluuuung…. Tanpa perlawanan saya dgn senang hati pindah jauh2 dr tmp tersebut, ular gitu loh…

Pulangnya kami mengambil jalur yg berbeda. Kali ini melewati setapak ditepian sungai kecil mirip parit, dan ketika kami tengok kebelakang…wuih wuih wuih, pemandangannya indah bgt, seperti lukisan…seperti berada di ngarai sihanok dlm lukisan2 postcard. Rupanya kami berjalan di lembah, yg indah bgt, dan menjelang akhir perjalanan ada sebuah karst, gua kapur yg didepannya penuh dgn graffiti2 tangan jahil, sayang sekali. Pdhal itu merupakan peninggalan geologi yg sangat bgs, menurut teman saya sih. Kalo menurut saya ya gua yg emg sayang utk dicoret2. Karena terpesona pada daerah ini, kami Kemudian beberapa kali kembali kesana, andai saya tahu nama tempatnya saya sarankan sesekali anda ke sana.





Ciburial, Dago Atas

23 06 2009

Suatu hari, beberapa bulan lalu, HP saya berbunyi. Saya lihat ada nomor tdk dikenal. Saya sering malas terima telp dari nomor tdk dikenal sehingga saya reject tlp tersebut. Tidak berapa lama, ada sms yang bunyinya : “hai…ingat saya gak, si anu…teman kamu kelas C dl. Ingat gak waktu kita dikejar anjing?” Tentu saja saya ingat sama semua sahabat2 saya, walaupun lama tidak kontak. Hal ini membangkitkan kenangan lama saya.

Ketika saya sekolah dulu, disekolahan saya nih mewajibkan mahasiswanya sebelum check in dan check out harus pesantren dulu. Maksudnya bukan check in macam2 loh yaaa…maksudnya sebelum masuk resmi sebagai mahasiswa dan sebelum resmi jadi sarjana, salah satu syaratnya wajib ikut pesantren. Nah kali ini saya akan cerita tentang pesantren sarjana saya (pesantren sebelum di wisuda sebagai sarjana gitu loh…gitu aja gak ngerti…hehehe).

Peserta pesantren karena banyak terbagi atas beberapa kloter. Dan saya ketika itu satu kloter dgn sahabat saya, dan teman2 dekat saya, teman2 sehaha sehihihi. Nah tiap pesantren selalu saja beredar cerita2 seram, mungkin emang kisah nyata, atau mungkin juga supaya seru aja nakut2in the next kloter. Dan karena saya ini termasuk orang yang mungkin 10 besar penakut sedunia, tiap pesantren saya langsung terserang berbagai penyakit, keringat dingin, panas dingin, susah tidur, mimpi buruk dan gejala2 penakut lainnya.

Walaupun tiap kamar di isi beramai2, ada belasan anak, tapi katanya sih jangan pernah sendirian, jangan pernah melamun, dikamar mandi jangan malam2 dan jangan sendirian (lah saya kan demen ke kamar mandi, masa iya tengah malam bangunin teman minta antar, kalo gak kena bogem mentah. Yang parahnya semakin takut kan semakin kebelet…), dan pantangan2 lainnya.

Kalo siang pemandangannya…mak nyus (kalo mak nyus untuk makanan, kalo untuk pemandangan apaan yah?), indah banget deh, dari ketinggian dago atas. Laa…kalo malam? Bagus juga sih, melihat kelap kelip lampu2 kota bandung dan juga bintang2 dilangit, cuman karena otak saya udah full dgn informasi dan cerita seram, seindah apapun jadi tidak mengena dlm sanubari, jadi menakutkan. Terlebih selama pesantren kami wajib bangun subuh, yang masih gelap, kadang2 tengah malam pun dibangunkan untuk kontempelasi.

Sebenarnya selama pesantren, kami yang kebanyakan anak kost ini, yang serba kekurangan gizi, bagi kami pesantren adalah sebuah berkah. Selama pesantren makanan terjamin, rutin dan komplit dgn snacknya disela2 jam makan…makanya kami menyebutnya masa perbaikan gizi. Namun yang namanya anak kost, walaupun makanan terjamin, rasanya gak afdol kalo gak ngunyah something. Makanya suatu ketika kami melalui jalan belakang kamar kami, ada yang berniat beli cemilan, ada juga yang berniat telp. Ternyata oh my God…kami harus melalui kuburan, pantesan banyak cerita seram, rupanya kamar2 dekat kuburan, saya langsung komat-kamit…Ya Allah, lindungilah kami.

Selamat sampai di perkampungan terdekat, setelah menembus pagar pesantren, ternyata belum aman. Mendadak muncul serombongan anjing, yang entah karena centil atau entah karena aroma keringat kami menguarkan bau rasa takut, anjing2 tersebut langsung mengelilingi kami sekalian menggonggong. Karena saya penakut nomor wahid, saya pun lgsg berlindung dibalik tubuh teman2 saya, yang rupanya takut juga, jadilah kami suruk2an,mencoba berlindung ditubuh yang lain. Namun semakin kami takut, semakin rapat pula anjing membentuk pagar betis…alamak!

Tuluuuuung…somebody help me…eh us. Ternyata anjing2 tersebut ada pemiliknya, yang oleh pemiliknya rupanya sedang diajak jalan2 pagi. Pemiliknya dgn santainya bilang, gpp kok, jalan aja terus, gak gigit kok. Halah, gpp gimana? Mau jalan gimana, la wong anjingnya bejibun gitu membentuk pagar mengelilingi kami sambil menyalak2 seram, udah dekat pula ke tubuh kami, yang menurut agama kami sih najis terkena liur anjing, apalagi kami sdg pesantren gitu loh.

Sambil jerit2, ada yang menangis, ada yang duduk, ada yang pura2 ambil batu, namun anjingnya tetap berani. Laa anjing dilawan, ya kalah mental…hehehe. Akhirnya setelah segenap upaya pemilik anjing, anjing pun menjauh dari kami…lariiiii, saya yang begitu melihat anjing menjauh langsung mengambil langkan sejuta (bukan seribu lagi, saking takutnya). Allhamdulillah saya tidak mengalami kejadian aneh selama pesantren. Hanya ada seorang anak dari kamar lain yang kesurupan, dengar2 sih dia melamun karena baru putus cinta. Yang jelas pesantren ini semakin mempererat jalinan persahabatan kami teman2 sekamar saya, my room mate. Cerita ini saya persembahkan untuk sahabat2 saya dari dulu sampai sekarang. Miz u all, kapan2 reunian yok.





PANGANDARAN – GRAND CANYON – BATU HIU

22 06 2009

Suatu ketika, saya juga gak tahu dalam rangka apa, seorang teman saya yang tajir abis mengajak kami sekelas rombongan jalan2. Semua akomodasi ditanggung, siapa yang mau ikut cuman bawa diri aja…gak perlu keluar uang sepersen pun. Dan karena kami doyan yang gratis, terlebih ditawari tanpa kami meminta apalagi memaksa, dan juga karena sifat ogah rugi…berangkat !

Kami berangkat menjelang malam, sebelumnya kami kumpul dulu di wisma pink, markas besar kami di sekeloa. Setelah semua peserta terkumpul, dan setelah hahaha hihihi dulu, berangkatlah kami. Bisnya? Wuiiih termasuk mewah untuk ukuran mahasiswa, ac, tv dan dvd serta tempat duduk yang empuk. Saya langusung berniat ngetek tempat duduk paling belakang, biar bisa tidur enak…hihihi. Tapi sayangnya tempat tersebut ternyata udah dikuasai para pria. Dan akhirnya saya pun cukup puas dgn tempat duduk kedua dari belakang, lumayan 2 tempat duduk saya kuasai.

Setelah bis jalan, saya pun mulai sibuk bersiap2 untuk tidur, tapi ternyata teman2 saya lebih tertarik berbalas pantun dan berkaroke ria, sehingga menguaplah kantuk saya, gimana mau tidur la wong ribut pisan. Walaupun bis sempat dikhawatirkan batal berangkat, karena pak supir masuk kejalan yang ada tanda larangan masuk sehingga sempat berurusan dgn polisi, namun akhirnya kami tetap bisa jalan2…horey…dan karena seorang sahabat baru saja menyinggung2 agar dia dimasukan dalam cerita saya ini, maka terpaksalah saya memasukkannya (hehehe just kidding).

Sahabat saya ini seorang yang lumayan jugalah suaranya kalo didengar dari jarak yang sangat jauuuhhh banget. Selama di bis dialah sebagai tim penggembira. Dia yang paling cuap2, ya nyanyi, ya pantun, ya ngeledek orang, dan ada satu orang yang selalu menjadi korbannya. Entah mengapa hidupnya kayaknya didedikasikan untuk meledek korbannya ini. Dan berkat ilmu cuap2nya itu, dia berhasil menjadi seorang diplomat (hayuuu…siapa coba? Selamet yee cuy, ntar kirim2 dong oleh2nya, sempatin beli jgn alasan mulu).

Menjelang pagi kalo tidak salah, kami tiba ditempat tujuan, Pangandaran. Dan langsung saja dimanfaatkan untuk foto2, dan bersenang2. sebenarnya saya ketika itu bawa kamera saya, dan punya foto2 selama perjalanan ini. Namun suatu ketika seorang teman saya meminjam klise, tiap ada teman saya yg minjam klise selalu berujung pada hilang. Dan yang saya takutkan pun terjadi, klisenya hilang sehingga dokumentasi perjalanan seru saya and my old friends (teman2 tua, karena emang udh pada tua semua…wakakakakkkkk…sory guys) hilang tak berbekas…hiks.

Saya lupa lagi berapa hari perjalanan yang kami lakukan, namun ketika itu kami juga sempat mengunjungi grand canyon, menyusuri sungai dengan beberapa perahu untuk sampai di tempat yang katanya sih mirip grand canyon, yaitu curukan batu besar, dan bisa pula berenang disela2nya. Selain itu kami juga sempat ke batu hiu, yang dari atas ketinggian tebing kita dapat memandang lautan yang sepertinya tempat favorite para bule untuk surfing/berselancar.

Dan yang paling saya suka adalah…makan !! yummy, makanan laut segala jenis di coba, dari ikan bakar, cumi goring tepung, udang dan sebangsa dan setanah airnya. Dan yang paling saya ingat adalah perjalanan pulang. Ketika itu seorang teman kami, yang saya juga jarang punya kesempatan ngobrol dgn dia karena jarang muncul di kampus, menghampiri singgasana saya, dan curhat. Dan karena curhatnya tersebut membuat saya berpikir ulang tentang kemndirian, tentang perjuangan, dan curhatnya tersebut membuat saya sedih…hiks..hiks….

Dan cerita ini saya persembahkan untuk seluruh sahabat saya di sekeloa, seluruh alumni pascasarjana ilmu komunikasi unpad 2001/2002, yang telah menjadi teman suka dan duka, melewati masa2 tua saya…hahaha…wish you all the best guys.

Dan inilah foto kami, sekitar tahun 2001/2002, di batu hiu ciamis

batu hiu





Pelabuhan Ratu – Jawa Barat

22 06 2009

Kemarin saya sempat chat dengan my old friend (=teman tua??? Hehehe). Dlm pembicaraan seru kami mengenang teman2 lama kami, dia menyinggung agar saya bercerita juga ttg masa-masa yang kami lalui melewatkan masa-masa tua ketika berkuliah dulu di daerah sekeloa – dipati ukur, Bandung.

Semua memori pun berhamburan di otak saya, mendesak untuk dikeluarkan melalui cerita bersambung…hehehe. Saya tidak akan bercerita tentang teman2 dan masa2 kuliah saya dulu, disesuaikan tema blog saya yaitu petualangan, saya hanya akan bercerita tentang petualangan2 saya dan teman2 sekelas saya. Dan kali ini saya akan bercerita tentang jalan-jalan kami ke pelabuhan ratu , jawa barat.

Suatu hari, ketika saya melalui jalan tikus menuju kampus saya, saya bertemu teman saya. Ketika itu dia bercerita, bahwa sebentar lagi dia akan ke pelabuhan ratu bersama teman2 lainnya yang tergabung dalam IMPU (Ikatan Mahasiswa Pascasarjana Unpad). Saya yang pada dasarnya senang jalan2, terutama yang gratis langsung saja tertarik mendengarnya. Boleh dong ikut…pinta saya. Sebenarnya saya bukan jenis orang yang aktif dalam organisasi kemahasiswaan apapun, namun kalo jalan2…mau dong ikut…hehehehe.

Setelah bernego dgn beberapa pihak, saya pun diperbolehkan ikut. Horey…dan saya segera pulang, mengambil beberapa lembar baju dan handuk tentu saja. Sesuai perjanjian, siang ngumpul di DU (dipati ukur), saya pun mulai berkhayal, wah pastinya bagus dong bis yang disewa. Tdk lama menunggu, komandan pasukan bilang…hayu masuk semua. Saya pun heran, mana nih bisnya, celingak celinguk sana sini. Yang terlihat oleh saya ketika itu hanya bis kota biasa aja, bila anda pernah ke daerah DU tentu sering lihat bis kota yang sering ngetem di depan kampus UNPAD.

Oalah tho’ mas…iki tho’ bisnya?? Ternyata bisnya..ya bis kota itu, yang jika anda pernah naik bis kota di Bdg, tentu tahu betapa kerasnya tempat duduknya…tdk representative untuk sebuah perjalanan jauh. Yah, berhubung saya yang maksa2 ikut dan juga gratis, saya tidak bisa protest oh? Gak tahu diri banget kalo begitu hihihi. Dengan bis yang ada saja saya sdh bersemangat…cihuy…jalan2 lagi, rombongan lagi, asyik banget.

Dengan menggunakan bis yang ada, sampai juga kami ke pelabuhan ratu. Debar debur, splosh and splash….terdengar deru ombak. Wuih..mantap, pantai…here I come…dan singkat kata setelah pembagian penginapan yang adil dan merata dengan mempertimbangkan jenis kelamin, akhirnya kami pun menikmati laut. Cihuy…pendekatan2 pun mulai terlihat. Yaa…ternyata liburan ini digunakan pula oleh beberapa orang untuk pedekate dgn kecengan masing2. Sementara saya menikmati deburan ombak, tiupan angin yang kencang, dan tentu saja barbeque…yaa malamnya kami mengadakan acara makan2. Betapa beruntungnya saya, diperbolehkan ikut walaupun bukan merupakan salah satu anggota perhimpunan ini dan yang lebih sedap lagi, gratis..tis..tis…Udang bakar, Ikan bakar…wait for me, mohon mangap bentar lagi nasib kalian berada di dalam perut saya…hehehe. Demikianlah petualangan saya bersama teman2 saya…