Dukuh Betung, Katingan – Kalteng

3 01 2020

Dalam perjalanan menuju Pangkalan Bun, di daerah Katingan kami melihat gapura bertuliskan dukuh Betung, pusat budaya dayak. Saat nanya sama penjual buah di dekat situ, kami diberitahu kalau masuk dari jalan raya ke dalam sekitar 2km cuma sedang tidak ada acara budaya. Setelah menimbang kami sedang mengejar waktu untuk sampai ke Sampit sebelum malam, karena kalau malam jarak pandang ayah sudah terbatas jadi kami putuskan nanti saat pulang aja mampir ke tempat tersebut.

Saat perjalanan balik ke hometown, kami sempatkan mampir ke tempat ini. Jalan masuknya masih tanah, sepanjang jalan banyak pohon durian besar-besar, agak kedalaman terlihat pemukiman yang kala itu sepi. Dipemukiman ini banyak pohon berbagai buah-buahan, langsat, manggis, durian, dsb. Tempatnya tenang dan sepi, mau bertanya dimana desa budayanya sedang gak ada penduduk yang terlihat. Akhirnya ada motor yang berjalan dibelakang kami, tanyalah pada orang itu…ternyata dia juga gak tahu karena dia datang tujuannya untuk ke Betung sambil menunjuk jembatan ulin panjang menembus hutan di samping kami. Hmmm, jangan-jangan ini jalan masuknya…parkirlah kami di dekat situ. Begitu keluar mobil langsung diserbu nyamuk hutan.

Berjalan menembus hutan menyusuri jembatan ulin terbut, ketemu lagi sama dua anak muda yang sedang asik foto-foto. Saat nanya kepada mereka, jawabannya sama mereka gak tahu tempat apa yang kami maksud padahal di gapura menuju tempat ini ada tulisan besar pusat budaya dayak. Tampaknya jembatan ulin ini daya tarik dukuh Betung ini, karena setelah itu tampak beberapa rombongan menuju jembatan ulin ini. Kami mengambil jalur paling jauh, paling ujung…tidak banyak pengunjung ditempat tersebut hingga terasa ketenangan hutan, gemericik air sungai yang tampak sesekali ikan melonpat keluar, suara burung berkicau dipepohonan. Tenang banget pokoknya hingga krucils betah. Keluar kembali ke jalan raya, didepan gapura banyak sekali penjual durian kasongan yang konon durian ini yang terkenal di daerah tersebut. Duriannya tebal dan tidak terlalu mahal, jadi wisata ke tempat ini selain bisa menikmati ketenangan hutan juga bisa menikmati durian kasongan.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: