Qutub Minar, Delhi

21 07 2019

Sebelum ke Qutub Minar ini, supir mobil carteran bertanya pada kami apa mau makan siang? Ya jelas maulah…eh baru jawab gitu tiba-tiba mobil berhenti di sebuah resto. Loh kok? Biasanya kami makan di fastfood biar aman, nah ini gak jelas resto apaan. Lalu teringat sempat ngobrol sama pak Ali supir mobil carteran ini kalau dia muslim juga seperti kami, nah kalau muslim pastinya dia ajak makanan halal dong. Singkat cerita, saat makan kami hendak menawari supirnya ikutan makan tapi dia menghilang kata ayah. Lalu saya lihat pelayan resto bolak balik bawa makanan keluar resto, kayaknya ke tempat supir-supir menunggu..mungkin supir dapat jatah makan dari resto karena sudah membawa klien ke situ karena saya lihat memang banyaknya sih pengunjung restonya wisatawan bersama drivernya.

Saat bayar tagihan, pihak resto nanya apa makanan supir dibayarin kami atau supir bayar sendiri? Karena niat awal mau ngajak supir makan bareng, ya tentu kami gak keberatan bayarin makanan supir. Tapi saya kok curiga ya apa memang harus bayar atau ini cuma taktik resto aja…eits hilangkan prasangka buruk. Yang penting sih makanannya enak, krucils suka dan sulung saya yang awalnya di Humayuns ngajak balik hotel, setelah makan langsung segar kembali.

Begitu sampai di Qutub Minar, penampakan pertama….wuih ngeri antrian di loket tiket panjangnya kayak kereta. Saya sempat mengkeret, pulang ajalah daripada antri panjang. Untungnya pas didekatin ada loket khusus foreigner yang awalnya ketutup sama orang-orang yang berdiri depan loket tersebut. Loket khusus foreigner ini sepi, jadi berasa jalan toll tapi ya harganya emang berasa jalan toll, jauh lebih mahal dari wisatawan lokal. Tiket masuk 600 rupee/orang dan seperti biasa krucils gratis.

Qutub Minar ini semacam mesjid yang sebagian tinggal puing-puing. Tapi tempatnya megah, entah kenapa perasaan saya kok bangunan-bangunan bersejarah India pada megah-megah. Terlihat betapa jaman dulu India pernah berjaya. Tempat-tempat wisatanya bagus-bagus dan megah cuma sayangnya tiket masuknya mahal semua dan bedanya jauh banget antara warga lokal dan orang asing…tiket ini mencekik banget untuk backpacker seperti kami sehingga milih-milih yang mana yang mesti masuk, yang mana cukup dari luar saja.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: