Monkey Temple, Jaipur

20 07 2019

Sore hari setelah istirahat sejenak di hostel, kami memutuskan sewa tuktuk untuk mengantar kami ke Monkey Temple, melihat kota Jaipur malam hari dari ketinggian di Nahargarth Fort dan mampir sebentar di Jaal Mahal. Sebenarnya awalnya kami melihat di hostel kami ada tulisan Monkey Temple Tour, kami kira seperti di hostel kami di Varanasi yang akan rame-rame dengan rombongan lain tour bersama. Ternyata maksud tour di hostel kami di Jaipur ini adalah mereka hanya menolong mencarikan tuktuk dan bantu nego harga saja, jadi bukan mereka yang menga-arrange tour ini. Karena kami di Jaipur hanya dua malam dan itu malam terakhir di Jaipur sebelum keesokannya balik ke Delhi jadi ayah mengatur agar kami bisa mendatangi tempat-tempat yang belum sempat kami kunjungi siang tadi. Ketiga tempat tersebut (Monkey Temple, Nahargarh Fort dan Jaal Mahal) tersebut letaknya jauh dan berlawanan arah. Cuma Nahargarh dan Jaal yang searah sehingga tidak heran dealnya jadi mahal banget, membuat saya bertanya-tanya ke ayah, apa gak salah harga tuh yah (total 900 rupee untuk tuktuk). Tapi kata ayah gpp deh, biar kita gak pusing-pusing lagi nyari-nyari transport.

Jalan menuju Monkey Temple ini masuk ke pelosok-pelosok, jalannya sepi, melalui wilayah berhutan dan mendaki. Mana menjelang maghrib lagi, jadi agak-agak temaram. Kenapa maghrib? kan judul tournya sunset di Monkey Temple…karena itu menjelang matahari terbenam. Tapi seru juga sih, kami melalui wilayah yang dijalannya dipenuhi sapi semua, lalu berganti burung merak semua…eh tapi yang burung merak ini letaknya bukan ditengah jalan seperti sapi, tapi burung meraknya berada dihutan kanan kiri jalan. Nah lalu diujung jalan nih letak Monkey Temple ini.

Awal masuk sih masih ketawa-ketawa liat monyetnya. Oh iya, disini masuk free, gak dipungut bayaran. Cuma dicharge kamera dan hp aja. Kamera pocket/hp =50 rupee, kamera profesional macam DSLR =150 rupee. Padahal tuh kami masing-masing pegang hp, lalu sulung saya pegang DSLR tapi kami ditagih 50 rupee saja. Di pelataran monyetnya masih santai, lalu makin menanjak menaiki tangga monyetnya makin bandel…mereka berantem kejar-kejaran dan mengeluarkan suara yang bikin saya takut, belum lagi suara anjing yang menggonggong keras menambah panik saya. Saya sampai mogok di tengah-tengah, pengen turun nunggu di pelataran parkir aja tapi kata ayah jangan tunjukin rasa takut saya di depan krucils biar mereka gak penakut kayak emaknya …jadi aja terpaksa ngikut sampai atas sambil memegang tangan ayah erat-erat. Eh ternyata kalau mau melihat matahari terbenam tuh harus nanjak bukit, melihat daerahnya yang semakin sepi (sudah sore hanya sedikit banget turis disitu dan kebetulan pas paling ujung cuma ada kami). Saya gak mau kemalaman di daerah yang banyak monyet dan anjing, akhirnya ayah setuju kami turun saja.

Krucils sih berani, malah mereka kecewa ketika diajak turun. Kata mereka gpp kok bunda, monyetnya baik. Ya sudah cukuplah kita melihat monyet hari ini, mendingan kita ke tempat lain aja yuk. Dan petualangan di Monkey Temple pun diakhiri tanpa sempat banyak berfoto.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: