Amber Palace, Jaipur

18 07 2019

Hari kedua di Jaipur, setelah sarapan…berbekal peta Jaipur yang diberi hostel, kami berkeliling tempat di Pink City yang berada dekat dengan hostel kami. Jalan kaki menyusuri areal Pink City, kami mengunjungi City Hall , Jantar Mantar, dan sebagainya. Sayangnya semua tempat tersebut belum buka, baru buka jam 10an, sedang kami kesana jam 7 sampai jam 8-an, masih terlalu pagi tapi keuntungannya sih bisa foto sepuasnya tanpa ada gangguan. Nah di City Hall kami bertemu pedagang souvenir yang menawarkan postcard satu bundelan hanya seharga 50 rupee, sempat tawar menawar tapi setelah dipikir-pikir 50 rupe tuh murah untuk dapat satu buntel postcard, langsung beli.

Ngomong-ngomong apaan sih itu Pink City? Pink City itu area dimana banyak bangunan-bangunan bersejarah yang nampaknya dilindungi oleh pemerintah dan didalamnya terdapat banyak tempat wisata seperti yang sebut diatas. Walau namanya pink tapi sebenarnya warnanya warna bata, orange kemerah-merahan. Setelah dari Jantar Mantar, kami jalan kaki ke Albert Hall. Disini juga gak masuk cuma numpang foto doang karena masih pagi.

Setelah itu kami pesan uber untuk Amber Palace, saya lupa lagi berapa tarif ke Amber Palace ini dari Albert Hall. Saran saya sih kalau banyakan mending pakai taxi atau uber atau ola (ubernya India) dibanding naik tuktuk yang sering berlebihan netapin tarif. Perjalanan ke Amber ini menanjak, seperti ke puncak tapi gak tinggi banget sih. Sesampainya di Amber, kami melihat banyak mobil jeep parkir dan ada gajah juga. Saya sakit kepala ketika itu, mungkin masuk angin karena panas-panasan keliling Pink City…baju yang basah kena keringat kering dibadan eh langsung naik mobil ber ac…jadilah masuk angin, maklum sudah berumur juga Disini saya minta kami mampir ke resto dulu, saya pengen makan dan terutama minuman hangat karena biasanya kalau masuk angin dikasih minuman hangat tuh agak enakan.

Saat makan itulah nanya-nanya sama pemilik resto, itu jeep untuk kemana? Katanya untuk naik ke Amber Palace, gajah juga untuk naik ke Amber biayanya sekitar 1100 rupee/person. For your information, begitu sampai gerbang Amber bukan berarti sudah sampai. Kita harus mendaki anak tangga yang lumayan banyak dan bikin ngos-ngosan dulu untuk sampai ke gerbang kedua. Begitu sampai gerbang kedua lalu berjalan melintasi lapangan luas, nah diseberang gerbang itulah letak loket tiket. Harga tiket masuk 500 rupee/person dan 100 rupee/anak untuk foreigner. Kalau sudah dapat tiket, nah masuk lagi menaiki anak tangga…terus aja nih mendaki , karena memang letak Amber ini di bukit dan bentuknya berbukit-bukit.

Di gerbang kedua ini saya sudah ngos-ngosan mana sakit kepala plus kepanasan juga karena terik mentari, membuat saya malas bergerak. Akhirnya dekat loket tiket saya duduk aja, saya memutuskan tidak ikut masuk ke dalam…saya memilih untuk menunggu ayah dan krucils yang masuk ke dalam disitu saja. Kebetulan di bangku sebelah saya ada dua orang wisatawan yang juga sedang duduk. Begitu saya duduk mereka langsung menyapa, darimana? Indonesia, jawab saya. Oh kami dari Malaysia, sahut mereka. Jadilah saya asik mengobrol dengan dua kenalan baru tersebut, saling bertukar informasi seru …seperti dia cerita bahwa mereka baru dari pegunungan himalaya di sikkim. Jadilah kami saling memamerkan foto masing-masing Sakit kepala yang mendera membuat saya gak ngeh tentang sikim, baru setelah sampai Indonesia saya gugel dan menyesal kenapa waktu itu gak langsung gugel tentang sikim, keren juga tampaknya. Selama ini kami hanya tahunya kashmir saja kalau himalaya, tidak tahu kalau ada jalur darjeeling di sikkim.

Kembali ke cerita, setelah sekian lama menunggu akhirnya teman ngobrol saya pulang karena suaminya sudah turun dari dalam, dia menunggu suaminya juga seperti saya. Gak ada teman ngobrol lagi, saya mulai kebosenan apalagi disamperin mulu sama penjual souvenir, akhinrya saya wa ayah eh baru ingat kalau gak ada kuota internasional hahaha. Lalu coba sms, berharap sampai. Akhirnya muncul juga ayah dan krucils. Kata mereka di dalam keren banget, berasa jadi indiana jones yang bertualang mencari harta karun yang hilang. Pokoknya tempatnya keren, bunda rugi gak masuk, cerita mereka.

Ketika itulah kami disamperin penjual souvenir lagi yang menawarkan magnet. Sebagai kolektor magnet langsung saya tanya berapa? Dia bilang 50 rupee/biji. Namanya emak-emak militan, saya tawar dong 50/2 biji…eh tanpa banyak penolakan dia langsung setuju yang membuat saya menyesal kenapa kurang sadis nawarnya Baru selesai transaksi si ayah ngomong, kenapa bunda nawarnya segitu sih, padahal dia tadi nawarin ke ayah 10 rupee /biji. Dan sayapun bengong…duh ayah, kenapa baru bilang sekarang sih, sudah tahu tadi bunda sedang tawar menawar sama dia…si ayah efek kepanasan jadi telat ngeh juga nih Lalu tuh di penjaja magnet yang ngakunya bernama Ali nanya ke saya, tuh yang dari tadi saya oles-oles ke kepala itu minyak ya? Nah kan ketahuan sudah bangkotan, mainnya bukan sama parfum tapi malah sama minyak kayu putih Si penjaja tertarik sama minyak kayu putih saya, dia bilang kalau saya mau ngasih ke dia minyak itu, dia akan kasih saya souvenir gajah 2 buah. Saya cuma bawa minyak kayu putih satu itu, itupun yang ukuran paling kecil. Kalau saya kasih, nanti kalau saya butuh untuk saya atau untuk krucils yang memang hobinya minta diminyakin kayu putih kan ribet.

Dengan menghiba-hiba si Ali meminta minyak saya, aduh Ali…sory ya bukannya gak mau ngasih tapi saya butuh. Dia lalu cerita kalau dia sering sakit kepala demikian juga keluarganya, anaknya masih kecil-kecil , lalu dia bilang kamu bisa beli lagi ditempatmu saat pulang nanti sedang saya tidak mungkin bisa ke negaramu untuk membeli itu. Hiks …disini saya jadi iba, ayah langsung ingatkan saya bahwa selain minyak kayu putih saya juga bawa bawa fresh care aromatheraphy. Ya akhirnya saya kasih aja freshcare itu sebagai hadiah, eh dia juga maksa saya agar menerima souvenir gajah sebagai hadiah juga. Benar-benar pengalaman yang tidak terlupakan.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: