Kampong Glam, Singapore

6 07 2019

Pesawat kami dari hometown sekitar jam 11 siang, sampai Singapore jam 13.00 an siang. Urusan imigrasi dan bagasi, lalu lanjut ke MRT. Dari pintu keluar akan ada papan petunjuk arah MRT, ikutin saja…kalau dari terminal 2 ke arah kanan lalu turun eskalator sampailah di MRT. Beberapa tahun lalu kami pernah ke singapore cuma lupa lagi gimana beli kartu passnya, seingat saya dulu ada petugas yang memberitahukan caranya. Nah saat kami tiba, tidak nampak ada petugas, kemudian liat ada antrian orang disebuah loket…ikutlah antri disitu, ternyata kata petugas diloket kami langsung saja ke mesin yang lokasinya berseberangan dengan letak loket tersebut.

Sebaiknya siapkan uang kecil 10 dollar singapore, karena mesin ini gak menerima uang besar. Awalnya pilih bahasa yang digunakan, lalu tekan peta yang ada di layar mesin, pilih jalur perhentian, lalu jumlah penumpang nanti akan ada total keseluruhan, masukkan uang dalam mesin dan tunggu tiket dan uang kembalian keluar. Untuk tahu perhentian yang dituju sebaiknya ada harus tahu dulu tujuan ada dan stasiun perhentiannya, gunakanlah hp pintar ada…browsinglah, google kalau bingung.

Kami memilih perhentian raffles karena krucils pengen ke merlion, namun dua stasiun sebelum raffles ada stasiun bugis. Saya langsung teringat bugis street tempat belanja kami beberapa tahun lalu dan tempat instagramable di daerah itu, tapi saya gak tahu nama tempatnya. Akhirnya berubah haluanlah kami di bugis, keluar MRT persis di bugis junction yaitu mall yg berada di bugis…keluar bugis junction ya bugis street. Tapi tujuan kami bukan berbelanja melainkan mencari tempat instagramable yang sering saya liat berseliweran di feed group backpacker. Saat jalan kaki bingung-bingung gitu, tiba-tiba melihat papan petunjuk bertuliskan kampong glam. Google sebentar apaan kampong glam tersebut, yak…ternyata ini tempat yang dicari.

Dari bugis street kami jalan kaki mengikuti petunjuk jalan, kalau petunjuk jalannya gak ada andalin peta dan maps. Setelah jalan lumayan jauh, akhirnya melihat juga kubah mesjid dikejauhan. Sesampai mesjid sholat dulu, jamak dzuhur dan ashar karena saat liat jam sudah jam 4-an sore. Eh baru selesai sholat jamak, tiba-tiba adzan ashar berkumandang, ternyata walau menggunakan waktu yang sama dengan hometown tapi waktu sholatnya mengikuti bagian barat. Selesai shòlat baru ngeh ternyata dibelakang mesjid sultan tersebutlah letak kampong glam yang ketika itu penuh dengan turis-turis yang sibuk berfoto ria. Tentu saja kamipun tidak mau kalah…yok anak-anak, kita befotoan dulu….

Advertisements