Air Terjun Kedang Ipil, Kotabangun

7 06 2019

Air terjun Kedang Ipil ini letaknya tidak jauh dari air terjun Sukabumi. Jalan menuju ke tempat ini rusak parah namun desanya memiliki cukup banyak wisata. Selain air terjun yang sebenarnya bernama Kandua Raya (namun karena terletak di Kedang Ipil jadì disebut air terjun Kedang Ipil), juga terdapat balai desa dimana sering diadakan pesta budaya, serta terdapat juga telaga darah. Konon dahulunya pernah terjadi pertikaian antar kelompok di daerah ini, sehingga daerah tempat terjadinya pertumpahan darah tersebut dinamakan warga sekitar telaga darah, itu salah satu alasan kami tidak mengunjungi telaga darah (saya takut…) selain waktu yang minim.

Kami akhirnya memutuskan untuk mengunjungi air terjunnya saja. Dari tempat parkir, kami trekking berjalan kaki menembus hutan yang banyak banget nyamuknya. Saran saya, kalau hendak kesini pakailah lotion anti nyamuk atau memakai pakaian lengan panjang. Memakan waktu cukup lama juga berjalan kaki menembus hutan untuk dapat bertemu air terjun ini, ketika itu kami sudah berjalan kaki cukup lama namun belum bertemu air terjun padahal hari sudah semakin sore, akhirnya si ayah memutuskan kalau 15 menit lagi kami berjalan kaki masih belum bertemu air terjun…kami harus putar arah, balik ke parkiran lagi saja daripada kemalaman di hutan. Untunglah sekitar 5 menit kemudian terdengar sayup-sayup suara air.

Ketika melihat air terjunnya, krucils langsung terkagum-kagum…bagus banget air terjunnya. Walau tidak tinggi, namun karena letaknya di tengah hutan dan tempatnya berbatu-batu besar, belum lagi disinari cahaya sore yang menembus disela-sela pephonan, tempatnya yang super sepi (hanya ada kami ketika itu)…air terjunnya jadi keliatan indah banget. Sayangnya kami tidak bisa berlama-lama di air terjun ini karena hari semakin sore, nyamuknya banyak banget sedang kami tidak persiapan bawa lotion anti nyamuk, belum lagi memperhitungkan harus berjalan lumayan jauh kembali ke parkiran.

Trekking saat puasa itu lumayan bikin haus juga tapi semua terbayar lunas saat melihat air terjun dan krucils happy banget. Saat trekking menembus hutan, kami melihat pohon besar penuh dengan sarang lebah, si ayah penggemar madu langsung berkesimpulan pasti ada warga yang jual madu nih. Akhirnya setelah kembali ke desa , kami jelalatan mencari penjual madu dan dapat. Yeaayyy, hati senang …selain sudah melihat air terjun keren dapat madu asli pula. Dalam perjalan ke Samarinda, sudah beduk maghrib. Akhirnya ditengah jalan makan seadanya yang ada di mobil, kue-kue hasil beli disepanjang jalan, air putih hasil beli di warung, dan madu hasil bertualang di Kedang ipil. Namun karena semua sudah masuk angin, akhirnya berhenti makan juga di warung senemunya aja.

Petualangan ke Kota Bangun dan Kedang Ipil berkesan buat kami, pergi setelah sholat subuh, pulang setelah isya. Trekking ketika berpuasa, kepanasan, gatal-gatal digigit nyamuk, kehausan, keringatan akhirnya jadi masuk angin…dilanjutkan berbuka dijalan dengan menu seadanya tapi tidak ada yang kapok…malahan kapan-kami kami berniat mengulang petualangan ke air terjun ini lagi.

Advertisements