Kampung Inggris, Pare – Kediri

26 11 2018

Yeaaayyy…, study tour…

Siapa yang paling senang begitu ada acara study tour? Tidak lain dan tidak bukan si bunda….hehe, anaknya sih lempeng aja, cuek bebek. Si bunda aja yang heboh sendiri menyuruh anaknya ikutan. Seperti biasa, anaknya sih cuek tapi yakin deh pada akhirnya sulung akan banyak mendapat pengalaman berharga dan pastinya happy juga. Si ayah dan saya sangat setuju banget kalau sekolah mengadakan study tour yang tujuannya bukan hanya senang-senang tapi juga sambil belajar dan beruntungnya lagi sekolah sulung saya memang punya program rutin tahunan, yaitu english camp di kampung inggris-kediri.

Seperti biasanya, ayah bundanya yang paling sibuk mempersiapkan keperluan sulung sebelum berangkat, anaknya sih cuek. Tanggal 13 Nov, subuh…sulung diantar ke bandara oleh kakek dan bundanya. Alhamdulillah karena program rutin, sekolah sudah biasa mempersiapkan keberangkatan seluruh murid kelas 8 yang jumlahnya mencapai 107 anak. Sebelum berangkat mereka mengadakan doa bersama dahulu di bandara, melihat sulung berangkat tuh rasanya haru. Dia memang sudah beberapa kali ikut kegiatan sekolah di luar kota, namun baru kali ini yang tempat dituju lumayan jauh. Selamat bersenang-senang ya sayang, ayah bunda percaya kegiatan ini akan menjadi pengalaman berharga untuk abang.

Tiga hari pertama, hp anak-anak disita agar mereka beradaptasi dulu dengan lingkungan seingga membuat galau para ibu-ibu. Walau bundanya kangen tapi alhamdulillah, ustadz pembimbingnya selalu update foto, video bahkan live tentang kegiatan anak-anak selama di kampung inggris sehingga rasa kangen sedikit terobati. Setelah 3 hari pertama, selanjutnya hp hanya diberi kepada anak-anak saat istirahat siang yaitu jam 12.00-14.00, ini dimaksudkan agar anak-anak lebih fokus belajar dan bermain bersama teman saja dibanding beemain hp. Sisanya para ibu mengetahui perkembangan anak-anak melalui updatean ustadz pembimbing.

Kalau diliat-liat dari videonya, tampaknya menyenangkan, belajar bahasa inggris sambil diselingin dengan bermain dan kegiatan keagamaan. Begitu dijemput menjelang tengah malam (karena pesawat tiba jam 22.00) banyak hal yang akan diceritakannya di mobil, dari suasana kamar yang hanya memakai sebuah kipas angin, bagaimana antrian kamar mandi, suasana tempat belajar yang katanya dekat sawah dan kebun, jajanan yang murah meriah, teman-temannya dari yang lucu sampai serius, dsb. Satu hal yang membuat bundanya terharu ketika dia bercerita betapa dia sering kelaparan malam-malam (sulung terbiasa makan lagi sebelum tidur) karena gak ada bunda yang bisa masakin abang…haha… bahasa lain dari kangen bunda. Semoga abang bisa mengambil nilai-nilai positif dari pengalaman ini ya bang. Muah muah, i love you 😙

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: