Magic Eye 3D Museum

12 07 2018

Hari terakhir di Medan kami pindah hotel ketiga kalinya…hanya di Medan ini kami pindah hotel melulu. Hotel pertama ternyata ya begitulah…selain letaknya yang ternyata di jalan yang padat. Hotel kedua sebenarnya pas, letaknya seberang Merdeka Walk banget, mau ke stasiun dan mall juga bisa jalan kaki tapi ya karena jauh dari airport sedang pesawat kami subuh, mikirin naik taxi tengah malam hanya bertigaan agak serem juga. Jadi hari terakhir mulai mendekati airport, masih di areal airport walau masih beberapa kilometer lagi tapi yang bikin tenang tersedia free shuttle bandara. Dan hotel ketiga ini harganya paling murah diantara hotel-hotel sebelumnya tapi kamarnya paling mewah…krucil langsung hepi dan telp ayah. Saya memang gak bawa uang banyak selama berpetualang , selain memang pengiritan juga mencegah niat jahat orang. Urusan hotel dan tiket pesawat dibelikan si ayah via internet lalu email konfirmasi dikirim ke saya melalui wa…simpel, saya gak perlu keluar uang banyak (hotel dan tiket memang yang paling menguras kocek).

Begitu tiba di hotel, lobbynya penuh dengan pilot dan kabin crew…saya mau mendekati resepsionis aja susah. Baiklah sabar menanti giliran. Begitu tiba giliran eh si mbaknya dengan sadis bilang cek in jam 14.00 ya, skrg belum bisa masuk karena kamar belum ready. Hmmm, baiklah…*melipir ke pojokan ngupas bawang…eh*. Kalau gitu titip barang ya, setelah urusan titip menitip beres…kami pun jalan-jalan seputaran hotel. Ternyata banyak tempat makan yang menggiurkan, ada fast food, ada rumah makan padang, ada pizza, cafe, toko oleh-oleh dan Magic Eye 3D Museum ini. Krucils langsung mengajak bundanya ke 3D ini. Saya sih sudah tahu ada tempat ini tapi karena hasil googling mengatakan tiketnya yang lumayan banget untuk beli telor 3 piring…si bunda yang rakyat jelita dan uang dapurnya gak ikut-ikutan naik seperti BBM jadi mikir-mikir juga.

Bungsu saya yang masih bocah banget, kalau abangnya sih sudah bisa mikir mahal atau gaknya. Dia merengek mengajak ke 3D ini…haduh dek, itu mirip Upside Down aja, juga mirip kampung warna-warni di hometown…ntar kita ke kampung warna-warni aja ya sama ayah, bujuk si bunda. Sekarang kita makan dulu aja. Makan di rumah makan Padang…hahaha, sambil makan krucils pun ngetawain bundanya, bunda kita sudah ke Padang eh malah makan makanan Padang di Medan. Iya, soalnya waktu kita di Padang abang kan diare, gak boleh makan makanan berbumbu dan pedas dulu…jadi disinilah rejeki kita makan makanan Padang

Setelah makan, hati senang, balik hotel kamar ready…yippie. Begitu masuk, wow kamarnya keren…krucils langsung tlp ayahnya. Saat krucils tlp, ayahnya nanya, mau kemana kalian setelah ini? Saat itulah krucils mengadu ke ayahnya, bundanya pelit yah gak mau diajak ke museum …kata bunda mahal Setelah dapat aduan dari anak-anak tercintanya si ayah telp ke bunda, gpp ajak krucils ke museum…ini hari terakhir kalian di Medan loh, kapan lagi ke Medan, pergilah ajak anak-anak. Baiklah pak bojo….

Setelah sholat sayapun mengajak krucils ke museum dan mereka antara percaya dan tidak. Beneran nih bunda, kan mahal kata bunda. Yoi mahal, tapi yo wes lah sudah disini kita…yuks markimon. Diloket jiwa emak-emak pengiritannya masih belum hilang, nanya ada diskon gak? Itu sudah diskon bu, harga normal 100rb jadi 50rb saja (eits jangan senang dulu, 50rb itu perorang..*melipir kepojokan lagi…hiks*). Yo wes lah, seperti kata ayah… toh ini hari terakhir di Medan, hari terakhir petualangan kami di pulau Sumatera. Di loket sebelum masuk ditanya, apa kami sudah memakai kaus kaki? Rupanya kalau mau masuk museum ini harus menggunakan kaus kaki. Untungnya kami sudah menggunakan kaus kaki sehingga tidak perlu membeli kaus kaki lagi.

Berbeda dengan Upside Down yang begitu masuk kita diarahkan bergaya dan berpose seperti apa bahkan difotoin pula, di 3D Eye ini kita berpose sendiri kalau mau foto. Sebagai emak-emak yang imajinasinya terbatas dalam urusan pose-pose an , ini agak menyusahkan. Kadang bingung juga saya memandang lukisan yang ada, ini maksudte opo toh? Ora andersten sehingga membuat kami harus sering-sering buka buku panduan berpose yang disediakan disetiap ruangan…eh hasilnya juga gak maksimal. Ketika hampir putus asa, minta pertolongan juga sama penjaga museumnya. Nah si mbak ini nih yang jago mengambil foto, mengarahkan dan tahu dimana sebaiknya posisi kamera. Krucils betah banget disini, lama banget …mereka minta difoto begini, begitu (tumben-tumbenan padahal biasanya paling malas kalau difoto). Baiklah krucils, bunda sudah ngantuk…ingat kita harus tidur cepat karena pesawat kita subuh. Setelah 2 jam, akhirnya krucils bisa juga diajak balik ke hotel.

Advertisements