Museum Perkebunan

11 07 2018

Setelah dari museum negeri, lalu lanjut ke museum perkebunan. Panggil gocar, si bapak nanya mau ke museum perkebunan ya bu? Iya pak. Dekat avros itu ya bu? Waduh gak tahu saya pak. Lalu si bapak melanjutkan lagi, jadi sedang tour museum ini bu? Yoi pak…kan kami anak museum seleranya anti mainstream

Skip skip skip, singkat cerita sampailah di museum walau si bapak kelewatan. Terus pake adegan ciiitt, ngerem mendadak…pak kelewat…itu museumnya. Mundur dikit…eh nanggung muterlah si bapak untuk mengantar tepat depan museum. Eh pake gerbang museum ditutup segala lagi. Agak kecewa plus gondok …sudah bela-belain kesana melewatkan jam makan antara pagi dan siang panas, lapar, haus eh pake tutup segala. Sudahlah, nanggung kita sudah disini…kita foto-foto depannya aja, ajak saya ke krucils. Tapi gerbangnya ditutup bunda, sahut mereka. Tenang pasti ada jalan…liat-liat eh tuh gerbang paling ujung buka, kayaknya bisa lewat sana.

Benar saja, gerbang ujung itu gerbang menuju wisma avros tapi karena wisma tersebut masih satu lingkungan dengan museum, jadi ya bisa lewat situ juga. Muterlah lewat sana, masuk ke arah museum…eh ternyata museumnya buka! Pintu museum terbuka lebar namun tidak nampak satupun orang. Teriak-teriaklah kami, halo …halo, somebody…ada orang disini? Gak ada yang jawab. Masuklah kami lewat pintu museum yang terbuka, siapa tahu penjaga museumnya sedang bersih-bersih didalam jadi gak dengar kami teriak-teriak di pintu.

Begitu masuk, adem…ada kipasnya sementara cuaca diluar panasnya kebangetan. Di ruang depan masih kosong, intip ke ruang selanjutnya yang remang-remang, kosong juga. Dari ruang kedua ada pintu keruang ketiga, intip lagi dari arah pintu ruang kedua…ruang ketiga lebih terang sih. Tapi tiba-tiba bungsu saya menjerit, kaget adek liat orang itu serunya…terus terang saya sama sulung saya gak liat orang sama sekali, jadi saya kira bungsu saya melihat orang yang maksudnya adalah penjaga museum. Tapi bungsu dan sulung langsung lari…karena mereka lari, otomatis saya ikutan lari. Pas diluar, saya nanya dimana ada orang dek? Bukan orang, maksud adek patung dipojokan…adek kaget liatnya jawabnya lagi. Oaalaaahhh…bikin kaget bunda dan abang aja.

Saat saya ajak masuk lagi mereka gak mau, gak ah…serem…hahaha, jadi seharian tour museum serem aja ya kita, plus lari-larian di museum. Akhirnya kami liat-liat pesawat dan kereta api yang dipajang di depan museum aja sembari celingak celinguk siapa tahu penjaga loket museum muncul. Tapi sampai setengah jam ditungguin gak ada satu orang pun yang muncul…akhirnya kami pun memutuskan, yuks kita cabut ke tempat lain aja sembari mengisi perut yang sudah keroncongan terlebih dahulu.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: