Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara

11 07 2018

Sebagai bocah penggemar museum, rasanya gak afdol bagi krucils kalau ke sebuah daerah gak mengunjungi museumnya, walau rasanya semua museum sudah dikunjungi di Medan ini tapi ternyata masih banyak aja museum yang belum dikunjungi, salah satunya Museum Negeri Propinsi Sumatera Utara ini. Hari ketiga di Medan kami pindah hotel, karena itu kami lebih banyak menghabiskan waktu di hotel biar gak rugi haha . Begitu siang saatnya pindah hotel ke yang lebih strategis, lanjut makan-makan di merdeka walk yang tepat seberang hotel…selesai makan liat jam sudah menunjukkan angka 14.30. Padahal jam buka museum negeri hanya sampai jam 3an sore. Hitung-hitung sama macet dan jarak, kayaknya gak kekejar…yo wes hari ini kita main seputaran hotel aja.

Baru keesokannya kami ke museum, pagi-pagi sekali selesai sarapan, langsung pesan goblue dan siap menuju museum. Sekitar setengah jam kemudian sudah celangak celinguk depan museum, wuih masih sepi tapi sudah buka. Baiklah, markimas…mari kita masuk. Begitu bayar agak terkejut-kejut, hanya 6rb untuk bertiga, dengan rincian 3rb/dewasa,1500/anak. Wooowww, saya suka sih kalau tempat wisata tuh matok harga yang terjangkau tapi kok kayaknya yang satu ini terlalu murah juga saya rasa. Biasanya masuk museum milik pemerintah tuh ya 3rban lah perorang…jangan lupakan biaya perawatan juga pak.

Setelah foto-foto di lobby, mulai melangkah masuk. Celingak ke kanan gak ada orang, celingak ke arah kiri sami mawon…baiklah, kita mulai dari kiri dulu. Begitu masuk masih biasa, semakin ke dalam semakin temaram, semakin sepi dan semakin banyak patung. Tiba-tiba bungsu saya menarik tangan saya, adek gak mau kesana ajaknya balik arah…awalnya masih jalan santai dengan cool, lama-lama jadi lari…jadilah ikutan lari juga abang dan bundanya …hahaha. Hey kenapa kita jadi lari gini…serem sih kata krucils kompak.

Waduh, masa kita belum liat-liat sudah gak berani masuk gini, kan gak lucu. Tiba-tiba muncul bohlam raksasa di kepala si bunda “cling”, oh ya bunda pernah baca kalau disini ada guidenya. Kita pakai guide aja gimana? Setuju, krucils langsung antusias. Iya bunda pakai guide aja biar nemenin dan juga yang nerangin tentang isi museum. Baiklah…lalu keluar lagilah kami menemui mbak penjaga loket yang sedang asik telponan. “Maaf mbak, ada guidenya gak?”tanya saya. Si mbak mengangkat wajah melihat saya dengan agak kaget dengan pandangan tersirat kenapa si emak satu ini muncul lagi padahal baru masuk, “memangnya kenapa bu? Ada apa?”balasnya bertanya. Saya sok cool “gak kenapa-kenapa. Cuma biar jelas aja kalau ada yang nerangin” (trik supaya gak keliatan cemen…haha).

Si mbak buru-buru tutup telp. “Ada bu, bentar saya panggilin” seraya keluar museum memanggil seseorang. Lalu sementara menunggu, saya tanya berapa biaya guidenya? Seiklasnya jawab si mbak. Gak berapa lama muncullah bapak-bapak paruh baya yang bertanya, dimulai dari mana kita bu? Waduh, ini guide kok malah nanya…piye sih. Saya, bapak silahkan mulai darimana saya juga gak tahu. Dan si bapak memulai dengan cerita tentang suku-suku di Medan yang terdiri dari 8, yaitu Madailing, karo, Melayu, dsb. Singkat cerita, sampailah kami ke lantai 2, nah saat berada didekat sebuah patung (awalnya saya pikir patung), guide menunjuk ke patung itu sambil bertanya ibu pernah mendengar tentang boneka si gale-gale? Saya tidak pernah mendengar…lalu si bapak guide menjelaskan, boneka ini dibuat oleh seorang raja yang berduka telah kehilangan anaknya karena sakit. Untuk menghibur si raja, dibuatlah boneka yang menyerupai si anak, lalu diisilah boneka tersebut dengan magic, sehingga kalau boneka tersebut mendengar musik bisa menari. Lalu saya pun bertanya, yang dipajang di museum tersebut boneka aslinya atau replika? Guide pun menjawab replika.

Lalu dengan nada misterius si guide pun melanjutkan ceritanya, dulu waktu museum ini dipugar dan boneka ini masih belum di tutup kaca, tukang-tukang kan asal pegang…tahu-tahu boneka ini bergerak sendiri dan listrik seluruh museum inipun tiba-tiba mati. Lalu kadang-kadang anak sekolah juga suka ribut-ribut, pegang-pegang, boneka ini bergerak juga. Pokoknya boneka ini gak suka kalau diganggu atau kalau ada orang gak baik, sambung si bapak guide lagi. Saya yang awalnya mau motret boneka tersebut jadi jiper dengar cerita si bapak, baiklah pak…mari kita lanjut lagi ke tempat lain. Bungsu saya yang awalnya sudah gak takut lagi sejak dengarin sejarah museum dari si guide, begitu dengar cerita boneka tersebut langsung mengajak buru-buru.

Baru setelah kunjungan di museum berakhir, setiba di hotel baru bungsu saya mau cerita kalau dia takut selama di museum hahaha. Gpp dek, gak usah takut kan kita gak ada niat jelek. Kembali ke guide, setelah kunjungan berakhir…saya jadi bingung mau ngasih berapa. Saya paling susah nentuin nominal kalau seiklasnya itu. Setelah mikir-mikir, saya kasih 30rb si bapak guide. Yuks anak-anak ke museum mana lagi kita hari ini?

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: