Taman Budaya Riau

4 07 2018

Hari ketiga di Pekanbaru bingung juga mau kemana. Awalnya mau ke Istana Siak, googling…alamakjang, jauh beud dari kota…kurang lebih 2 jam, kalau pp berarti 4 jam kalau gak macet. Capek di jalan aja kalau begitu, padahal kami sedang memulihkan stamina setelah estafet dari satu kota ke kota lain selama beberapa minggu ini. Kebetulan lagi krucils sedang malas bergerak, mereka betah di hotel karena bisa santai-santai sambil membaca buku hasil berburu buku murah di Gramedia yang letaknya tidak jauh dari hotel. Itu sebabnya, tiap diajak jalan sama bundanya, mereka beralasan memang mau kemana lagi? Kan sudah dijelajahi semua bersama sohib-sohib bunda.

Bisa ditebak, kami seharian bermalas-malasan saja di kamar sambil menunggu laundry an diantar ke kamar. Laundrynya murah, hitung kiloan bisa ekspress 4 jam selesai dan diantar ke kamar…wow. Sejauh ini, di Pekanbaru ini yang the best urusan laundry dan hotel. Kembali ke cerita, bosen juga akhirnya dikamar akhirnya iseng-iseng googling tentang kota Pekanbaru. Ahaa! Dapat ide, kenapa kita gak nyobain Trans Metro Pekanbaru aja, ikutin aja kemana jalurnya…kayaknya bisa deh nyampai Museum.

Baiklah…yuks markimon. Sore jam 4.30 langsung buru-buru bersiap-siap dan berjalan menuju halte bis di depan Mall Pekanbaru. Cek rute peta, hmmm…kayaknya kalau mau ke Museum kita harus naik bis no 1 jurusan Ramayana-Pandau. Naiklah dengan pedenya, eh begitu mau bayar tiket ditanyalah mau kemana. Jawab, jl. Sudirman…museum mbak (kondekturnya perempuan). Dia pun bingung, dimana itu museum? Hadeuh, terbukti juga nih kata sohib, disini museum kurang diperhatikan. Nah karena dia bingung, saya juga bingung…nah sama-sama bingunglah kami…haha. Akhirnya dia bilang, depan DPRD? Sulung saya langsung bilang iya. Untung punya anak yang ingatannya kuat, setelah diajak berkeliling seharian kemarin, dia masih ingat kalau letak museumnya di depan DPRD…padahal bundanya aja bingung arah

Bayar tiket bis 4rb/orang, dikasih tahu kondektur turunnya nanti di halte Awal Bros. Di halte Awal Bros kamipun turun, lalu sulung saya bilang kalau museum tuh letaknya diseberang jalan jadi kami harus menyeberang. Tapi behitu diajak melalui Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) krucils saya menolak. Mereka trauma karena kami pernah melalui JPO di depan Mall Pekanbaru, kondisinya serem…jembatannya lapuk. Tapi karena gak mungkin menyeberang dibawah karena jl.Sudirman itu umumnya kendaraannya ngebut, mau gak mau kami harus melalui JPO kalau mau ke museum. Dan kondisi yang sama terulang lagi, JPO Awal Bros ini bahkan lebih mengerikan daripada JPO Mall Pekanbaru. Disana sini berkarat, berlubang-lubang dan kalau diijak berderit-derit. Krucils takut berat, mereka bilang bunda pulangnya kita naik gocar aja biar gak harus lewat JPO lagi.

Begitu akhirnya sampai seberang, eh yang terlihat malah tulisan Taman Budaya Riau. Foto-foto sejenak, lalu muter-muter di dalam area mencari museum. Rupanya museumnya persis di sebelahTaman Budaya, sayangnya sudah tutup. Tapi gak apalah foto-foto di luar aja, museumnya bagus berbentuk rumah panggung khas melayu. Setelah puas berkeliling, waktu sudah menjelang maghrib. Yuk kita pesan gocar aja ke hotel, eh begitu pesan harganya ternyata gak jauh beda dengan naik bis. Kemon krucils, mari kita balik hotel.

Advertisements




Perpustakaan Soeman H.S

4 07 2018

Begitu tahu saya di Pekanbaru, sohib-sohib saya langsung menjemput kami di hotel untuk diajak berkeliling kota Pekanbaru. Mereka sibuk membahas, mau bawa kemana nih emak satu ini…pusing juga mereka karena menurut mereka Pekanbaru tuh gak ada tempat wisatanya. Pekanbaru tuh banyak mallnya coy, gak ada tempat wisata… kalaupun ada tapi jauh dari kota. Orang sini kalau mau wisata ke Sumbar lanjut mereka lagi. Baiklah…

Akhirnya kami berkeliling kota sambil mereka menjelaskan nama tempat atau daerah, menunjukkan ikon-ikon kota seperti Kantor Gubernur, kantor DPRD, dsb disertai kabar kota dan banyak kabar masa lalu kami Salah satu tempat yang berbentuk unik adalah gedung Perpustakaan Soeman H.S yang berbentuk alas baca Al-Quran dan sekilas mirip buku yang sedang terbuka. Sebenarnya krucils mengajak emaknya baca buku di lantai 2 tapi karena emaknya sedang sibuk bergosip sama sohibnya jadi gak ngeh sama permintaan krucils…maafkanlah emakmu ini ya nak.

Tidak banyak yang bisa diceritakan tentang perpustakaan ini sih karena dalamnya kurang lebih sama dengan perpustakaan pada umumnya, yang membedakan hanyalah bentuk bangunannya yang unik. Setelah berfoto-foto dan setelah bergosip, kami pun melanjutkan berkeliling kota Pekanbaru. Btw, thanks ya coy sudah diajak berkeliling kota