Istana Pagaruyung

2 07 2018

Sudah lama banget saya gak ke Batusangkar (halah kayak sering aja ke Batusangkar, padahal mah baru sekali ). Pertama dan satu-satunya ke Batu Sangkar waktu masih kiplik, jaman masih nulis surat bukan nulis sms apalagi nulis WA…ya sekecil krucils sekarang ini. Jadi saya lupa-lupa ingat eh lupa total malah hahaha. Masa kecil yang diingat cuma di Batusangkar inilah rumah ayah gaek dan mak gaek (kakek nenek).

Kami naik travel (itu tuh mobil-mobil pribadi yang dijadikan angkutan massal tranport antar kota, kalau di Kalimantan dikenal sebagai taxi gelap) dari Padang ke Batusangkar dengan tarif 40rb/orang, sudah termasuk antar jemput. Lama perjalanan sih seharusnya sekitar 3 jam-an saja, namun karena antar jemput jadi ya lebih lama tergantung keberuntungan, kalau diantar pertama ya lebih cepat, kalau diantar terakhir ya sabar ai…Kebetulan keberuntungan sedang tidak berpihak, kami orang pertama dijemput dan orang terakhir yang diantar

Saran saya kalau mau keliling Sumatera terutama Sumatera Barat, ambil perjalanan pagi hari karena pemandangannya luar biasa indahnya (asal gak gampang mabuk perjalanan). Kami bahkan melalui air terjun, sayangnya bukan kendaraan pribadi jadi gak bisa minta berhenti dulu. Nah balik ke cerita, begitu kami sampai di rumah om saya…hujan menyambut, dingin banget. Keesokannya kami diajak berkeliling Batusangkar oleh om saya, termasuk ke Istana Pagaruyung ini.

Istana Pagaruyung ini letaknya sekitar 4-5 km dari Batusangkar dan penuh banget dengan wisatawan. Susah banget mau foto-foto. Tiket masuknya dewasa 15rb, anak 7rb namun kami gratis masuk. OMG, seriusan nin masuk gratis? Lumayan kan hemat…hehe, iya kami bisa masuk gratis karena teman-teman om saya menyuruh kami langsung masuk, alhamdulillah.

Istana Pagaruyung ini pernah terbakar tahun 2007 lalu akibat tersambar petir. Beberapa barang berhasil diselamatkan, sebagian dalam kondisi baik, sebagian lagi rusak karena terbakar. Istana sekarang hasil renovasi dari istana lama. Isinya ya seperti istana pada umumnya, ada berbagai barang istana seperti tempat tidur, pakaian adat, dsb. Istananya lumayan luas dan terdiri dari 3 lantai. Dibelakang istana ada yang namanya tangga seribu, yaitu seribu tangga di tebing ke tempat tulisan Pagaruyung. Krucils mengajak saya kesana sih, cuma saya sadar diri…naik tangga sekitar 20an tangga saja sudah ngos-ngosan apalagi seribu buah. Next time kita kesini lagi ya sama ayah dan setelah bunda latihan di camp ninja warrior dulu

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: