Danau Singkarak

2 07 2018

Di Sumatera Barat banyak sekali tempat menarik untuk di kunjungi, cuma karena saya sudah lelah akibat beberapa minggu ini road trip, terlebih jalan-jalan di Sumatera yang berkelok kelok, membuat badan saya agak goyang. Bukan mabuk perjalanan, tapi goyang aja…seperti kalau kita naik kapal lama lalu ke darat …badan rasanya goyang-goyang. Halah malah curhat Itu sebabnya ketika ditawari ke tempat-tempat lain saya menolak walau krucils sih langsung antusias…hayu bunda #tepok jidat (faktor usia tidak dapat dibohongi). Ini juga sebabnya saya selalu menyarankan perbanyaklah liat dunia sebanyak-banyaknya diusia muda, karena kalau sudah berumur stamina juga sudah menurun.

Danau Singkarak ini kurang lebih 25km dari Batusangkar. Danau terbesar kedua di pulau Sumatera akibat proses tektonik. Di sepanjang danau ini banyak sekali penjual makanan khas Sumatera Barat seperti keripik balado, ikan bilih, dsb. Ada banyak rumah makan juga ditepian danau, kami memilih tempat wisata bernama Tanjung Mutiara. Biaya masuknya 30rb, rinciannya saya lupa lagi. Di sini banyak anak-anak berenang menggunakan ban yang disewakan, ada juga sepeda air yang bisa memuat 4-5 orang dengan biaya 50rb, ada warung-warung, banyak wisatawan piknik membawa makanan dan menyewa tikar, dan ada banyak sekali penjual pensi.

Apaan sih pensi itu? Bukan pentas seni melainkan makanan khas berupa kerang-kerang super kecil yang ditumis dengan bumbu dan dijual dalam bungkus-bungkus plastik seharga 10rb untuk 3 bungkus. Murah meriah, tapi krucils suka banget sampai nambah-nambah melulu. Ada juga pepes ikan bilih (bilis), cuma yang ini agak pedas dan asam jadi krucils gak begitu suka. Krucils minta naik sepeda air, cuma bundanya khawatir karena krucils gak bisa berenang dan tidak ada pelampung pengaman. Pulang dari Danau Singkarak krucils ngantuk, tidur disepanjang perjalanan. Tuh capek kan…

Advertisements




Istana Pagaruyung

2 07 2018

Sudah lama banget saya gak ke Batusangkar (halah kayak sering aja ke Batusangkar, padahal mah baru sekali ). Pertama dan satu-satunya ke Batu Sangkar waktu masih kiplik, jaman masih nulis surat bukan nulis sms apalagi nulis WA…ya sekecil krucils sekarang ini. Jadi saya lupa-lupa ingat eh lupa total malah hahaha. Masa kecil yang diingat cuma di Batusangkar inilah rumah ayah gaek dan mak gaek (kakek nenek).

Kami naik travel (itu tuh mobil-mobil pribadi yang dijadikan angkutan massal tranport antar kota, kalau di Kalimantan dikenal sebagai taxi gelap) dari Padang ke Batusangkar dengan tarif 40rb/orang, sudah termasuk antar jemput. Lama perjalanan sih seharusnya sekitar 3 jam-an saja, namun karena antar jemput jadi ya lebih lama tergantung keberuntungan, kalau diantar pertama ya lebih cepat, kalau diantar terakhir ya sabar ai…Kebetulan keberuntungan sedang tidak berpihak, kami orang pertama dijemput dan orang terakhir yang diantar

Saran saya kalau mau keliling Sumatera terutama Sumatera Barat, ambil perjalanan pagi hari karena pemandangannya luar biasa indahnya (asal gak gampang mabuk perjalanan). Kami bahkan melalui air terjun, sayangnya bukan kendaraan pribadi jadi gak bisa minta berhenti dulu. Nah balik ke cerita, begitu kami sampai di rumah om saya…hujan menyambut, dingin banget. Keesokannya kami diajak berkeliling Batusangkar oleh om saya, termasuk ke Istana Pagaruyung ini.

Istana Pagaruyung ini letaknya sekitar 4-5 km dari Batusangkar dan penuh banget dengan wisatawan. Susah banget mau foto-foto. Tiket masuknya dewasa 15rb, anak 7rb namun kami gratis masuk. OMG, seriusan nin masuk gratis? Lumayan kan hemat…hehe, iya kami bisa masuk gratis karena teman-teman om saya menyuruh kami langsung masuk, alhamdulillah.

Istana Pagaruyung ini pernah terbakar tahun 2007 lalu akibat tersambar petir. Beberapa barang berhasil diselamatkan, sebagian dalam kondisi baik, sebagian lagi rusak karena terbakar. Istana sekarang hasil renovasi dari istana lama. Isinya ya seperti istana pada umumnya, ada berbagai barang istana seperti tempat tidur, pakaian adat, dsb. Istananya lumayan luas dan terdiri dari 3 lantai. Dibelakang istana ada yang namanya tangga seribu, yaitu seribu tangga di tebing ke tempat tulisan Pagaruyung. Krucils mengajak saya kesana sih, cuma saya sadar diri…naik tangga sekitar 20an tangga saja sudah ngos-ngosan apalagi seribu buah. Next time kita kesini lagi ya sama ayah dan setelah bunda latihan di camp ninja warrior dulu