Fort Marlborough

28 06 2018

Agak sedikit ribet ngucapinnya, mungkin itu sebabnya di Bengkulu di sebut jadi Malebero. Gak susah sih ke benteng ini, kalau dari hotel kami di jl. Suprapto cukup naik angkot sekali. Biayanya saya kasìh 12 ribu untuk bertiga, eh supir angkotnya terima aja tanpa protes, berarti gak salah ngasih hehe. Di Bengkulu gak ada taxi seperti blue bird, saya belum pernah liat, tapi kata resepsionis hotel sih ada taxi tapi namanya kito atau semacam itulah kalau gak salah dengar. Juga gak ada Gojek tapi ada Grab, itupun tahunya hari terakhir di Bengkulu …jadi transportasi yang kami gunakan selama di Bengkulu ya angkot atau jalan kaki.

Kalau bingung, tanya aja warga lokal naik angkot apa tujuan benteng ini. Sebut aja nama bentengnya atau arah pecinan karena benteng ini memang dekat pecinan juga dekat sekali dengan Pantai Panjang. Biaya masuknya dewasa 5rb, anak-anak 3 ribu, eh pas saya nyodorin uang 11 ribu malah ditagih lagi, katanya kurang 2 ribu. Hmmm…ini saya yang salah ngitung atau anak saya sudah dianggap orang dewasa ya baiklah, demi memajukan wisata di Indonesia, kasih lagi 2 ribu tambahan.

Nah di benteng ini panasnya poll , ya pas sedang terik-teriknya ya dekat pantai juga. Alhasil keringat krucils bercucuran deras walau tidak menyurutkan langkah mereka yang antusias mengelilingi benteng. Favorite krucils banget nih mengunjungi tempat-tempat bersejarah. Baiklah krucils, mari kita mengunjungi tempat-tempat bersejarah lainnya di Bengkulu.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: