Kemah Anak Muslim

10 11 2017

Sudah semingguan ini si bungsu sibuk ngapalin yel yel ini itu, ngapalin gerakan ini itu, ngapalin kode ini itu, hunting barang ini itu untuk keperluan kemah, akhirnya saat yang ditunggu olehnya tiba juga…kemah! Yippie…

Rabu pagi diantar ke sekolah untuk berangkat bersama teman-teman lainnya sekalian latihan lagi di sekolah. Sebagai ketua regu Lily, si bungsu jadi sibuk banget sampai cenderung heri (heboh sendiri) hehe…sampai gak nafsu makan sebelum didesak oleh sang bunda untuk makan sebelum berangkat ke sekolah. Selamat bersenang senang adek sayang… sambil dibekalin dengan paksa beberapa bungkus cemilan yang dibawa dengan wajah terpaksa.

Sorenya sudah beredar foto anak-anak di grup…mereka terlihat ceria, tidak segalau bunda-bundanya. Berbeda dari abangnya yang lebih mandiri, bungsu saya jarang banget pisah dari saya, sejak bayi sampai sekarang selalu ngintilin bundanya kemana-mana seperti halnya boneka bebeknya yang juga selalu ditentengnya kemanapun pergi. Saat kemah, malah harus berpisah sama bunda dan bebek. Itu sebabnya beberapa hari sebelum berangkat kemah selalu ngintilin bundanya sambil curhat , “nanti adek kangen bunda sama bebek jadi sekarang harus dipuas-puasin dulu” alasannya. Dan karena alasan yang sama pulalah bundanya jadi kangen juga dan malamnya mulai membujuk si ayah untuk mendatangi tempat kemah yang walau diluar kota tapi tidak terlalu jauh. Ayahnya cuma bilang, “tidak usah khawatir…biarkan dia belajar mandiri. Bunda nih kayak gak pernah kemah aja”. Bunda memang gak pernah kemah yah…hahaha .

Setelah 3 hari 2 malam yang terasa panjang, akhirnya Jumat sore si bungsu pulang. Wajahnya terlihat capek dan kuyu tapi langsung cerita macam-macam tentang kemah pertamanya. Kemah ini rutin diadakan sekolahnya tiap 4 tahun sekali. Terlihat happy walau mata ngantuk karena kurang tidur. Cerita tentang kegiatannya bersama regunya, tentang tugas ketua regu, tentang makanan numpuk kiriman dari para ibu yang khawatir, tentang ini itu lainnya. Bahkan sambil baring sebelum tertidur di sofa, bungsu masih sempat ngomong “adek masih punya empat ribu cerita untuk bunda”. Baiklah dek, besok adek ceritakan lagi ya kelanjutannya…selamat tidur sayang, selamat mimpi indah

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: