Air Terjun Lano, Tabalong – Kalsel

22 10 2017

Agustus 2017
Jika menempuh perjalanan darat menuju Kalsel pasti melewati air terjun Lano ini. Namun dahulu air terjun ini tertutup rimbunnya ilalang dan pepohonan sehingga menimbulkan kesan seram. Nah, setelah kami pulang dari Tanjung , eh saat melewati tempat ini sudah jadi kawasan terbuka dan terlihat ramai dengan pedagang. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, kami pun mampir sejenak.

Kami datang terlalu pagi, saat tiba ditempat ini jam masih menunjukkan pukul 8 pagi. Nampaknya penjaga loket belum datang, ketika bertanya sama pedagang yang sudah ada dikawasan ini, kami dipersilahkan langsung masuk saja, konon kata pedagang sih 15 menitan juga sampai. Karena masih pagi, ya cuma ada kami ber empat di kawasan hutan tersebut jadi sepi banget…dan berhubung si bunda petualang yang penakut, jadi ya dibuatlah suara-suara biar ramai. Untuk menuju air terjun harus melalui kawasan hutan dan jalurnya bolak balik menyeberang sungai kecil. Lumayan jauh dan menguras keringat jalan menuju air terjun utama, bagi kami sih sekitar 30 menit. Terkadang selama perjalanan kami bertemu binatang melata yang belum pernah kami liat sebelumnya, berhenti dulu memperhatikannya…pernah juga saya melihat cacing geliat-geliat dibalik daun-daun kering dan tindakan pertama saya adalah jerit memanggil si ayah dan kemudian lari terbirit-birit…haha, kirain ular, maklum petualang penakut jadi gak heran fotonya berjaket full, bukan karena dingin eh dingin sih kawasan tersebut, tapi berjaket lebih ke preventif kalau ada binatang kecil-kecil ikutan nebeng hehe…

Setelah bercucuran keringat, akhirnya terlihat juga air terjun utama. Kawasan ini terdapat air terjun kecil-kecil sepanjang perjalanan. Air terjunnya bagus, tinggi dan deras. Setelah puas main air dan foto-foto, pulang deh. Ketika sampai diparkiran, ditagih tiket masuk yang saya lupa lagi berapa, antara 5rb atau 15rb per orang. Oh iya, kalau mau ke tempat ini enaknya sih bersandal jepit karena seperti saya ceritakan diatas, jalurnya bolak balik menyeberang sungai kecil, jadi mau gak mau ya basah-basahan. Tapi jangan khawatir, dipintu masuk, banyak pedagang-pedagang yang menjual dan menyewakan sandal jepit.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: