Air Panas Long Kali, Kaltim

22 10 2017

Sudah lama absen berpetualang karena sulung selama setahun ini sibuk ini itu, ya Ujian Nasional (UN), ya masuk SMP, belum lagi tugas sekolah yang bejibun. Jadi setelah terima raport tengah semester, ayah mengajak kami ngacir sebentar, cuma punya waktu 1,5 hari…yuk markimon. Sabtu siang langsung dadakan siapkan ini itu, tujuan mah belakangan. Jejalkan dan berangkaaattt. Setelah dijalan baru deh diskusi. Dengan pertimbangan paling lambat minggu siang sudah sampai di rumah karena sulung harus ngerjain PR, tujuan menyusut jadi yang terdekat…Tanah Grogot.

Sebelum ke Grogot, kami sempat melipir sebentar ke air terjun Gunung Rambutan dulu. Malamnya ketika sedang mencari makanan di sepanjang tepian Kandillo, mata krucil tertumbuk pada buku-buku yang terlihat berserakan di trotoar tepian Kandillo, karena krucil penggemar buku sejati tidak ingin melewatkan kesempatan untuk membeli buku yang awalnya dikira sebagai bursa buku bekas. Namun ketika berhenti dan ngobrol sama penjaga stand yang terdiri dari anak- anak muda, rupanya mereka bukan jualan buku bekas tapi komunitas yang menerima donasi buku bekas untuk kemudian mereka berkeliling pelosok membawa buku-buku tersebut untuk dibaca gratis oleh masyarakat setempat. Dari awalnya ngobrol tentang buku eh ujungnya jadi ngobrolin tentang tempat wisata karena mereka pecinta alam juga.

Dari hasil ngobrol tersebut muncullah dua destinasi yaitu air terjun Doyam Seriam dan air panas Long Kali. Sayangnya karena akses jalan yang susah untuk menuju air terjun Doyam tersebut sedang salah seorang teman mereka yang awalnya hendak jadi guide berhalangan, jadi pilihan tinggal air panas yang aksesnya lebih mudah dijangkau. Dan bisa ditebak, krucil memaksa untuk melihat ke air panas ini setelah sepanjang jalan berisik. Jadilah minggu pagi setelah check out hotel, kami memutuskan untuk mampir sejenak …sekalian arah jalan pulang.

Petunjuk yang kami dapat dari hasil ngobrol sebelumnya samar, cuma air panas tersebut letaknya di Long Kali, sebelah kanan jalan kalau dari arah Grogot dan letaknya sebelum jalan terbagi dua. Nah loh…jadilah sepanjang jalan mengamati petunjuk awal, setelah nemu jalan yang dicurigai mulai deh bergerilya nanya sama warga setempat. Dari jalan raya masuk sekitar 3km melalui perkebunan sawit dengan jalan sempit dan lumayan hancur. Panas terik mentari tidak menyurutkan langkah kami, biaya parkir mobil 10rb dan tiket masuk 2500 per orang.

Dari arah parkir harus jalan kaki melewati jalan setapak ditengah hutan sebelum sampai di gerbang masuk. Nah setelah gerbang masuk ada jembatan melalui hutan lagi, satu ke kolam air panas yang airnya berwarna kehijauan dengan permukaan tertutup belerang berbau menyengat. Air panasnya cukup panas sih, tapi tidak bikin telor mateng kemudian satu jembatan lagi agak masuk lebih dalam melalui hutan-hutan adalah kolam air biasa. Tempatnya cukup keren menurut saya…berhutan dan berbatu. Bentuk hutannya mengingatkan kami pada Angkor Watt, pohon-pohon besar yang menjulur dan akarnya keluar diselalu bebatuan. Menarik sih cuma ya kurang perawatan saja, kalau dikelola dengan baik bisa menjadi salah satu destinasi wisata Kaltim.

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: