Natuna

14 05 2017

Apa yang terpikir kalau mendengar nama Natuna? Kalau saya sih ikan , kalau si ayah malah kerjaan Belakangan Natuna khususnya kepulauan Anambas terkenal sebagai destinasi wisata bahari yang konon tidak kalah dari Raja Ampat. Nah karena sedang ngehits itulah sebenarnya saya tertarik banget mengunjungi kepulauan Anambas ini, tapi si ayah ke sana dalam rangka kerja …hiks hiks….gigit bantal.

Ayah sudah sering sih ke Natuna tapi biasanya selesai kerja langsung pulang. Kali ini kebetulan si ayah sedang standby di Natuna, karena statusnya standby jadi bisa jalan-jalan deh selama disana. Ya karena bentuknya kepulauan, ya jalan-jalannya sih naik perahu atau speedboat, selama di pulau utama ya naik ojek (di sana tidak ada angkutan umum). Tapi mungkin karena jarang ada wisatawan yang ke sana, ya gitu deh…harganya ya harga rajin nawar Kalau dari hometown ke lokasi kerja si ayah naik 2x pesawat plus 1 kali helikopter Jadi bisa ngebayangin jauh lokasinya. Kalau yang saya baca sih, sebagai pengganti heli, dari Tanjung Pinang ada kapal ferry menuju kepulauan Anambas ini. Cihuuuy….kalau ada ferry artinya someday kami bisa ke sana sebagai wisatawan


Pulau Palmatak

Ayah keliling Palmatak naik ojek. Awalnya ketika ditanya ongkosnya dijawab seiklasnya, begitu ditembak 100rb eh dijawab ojeknya biasanya 250rb …hehe, inilah sebabnya kenapa saya sebut harga rajin nawar. Tidak banyak sih yang bisa dikunjungi di Palmatak, paling top keramba yang konon tidak semua orang boleh masuk karena harga ikan yang diternakkan 70jt per ekor….OMG, kepikir gak sih siapa aja yang beli tuh ikan dan gimana rasa makan ikan seharga 70jt?

Pulau Tarempa

Ke pulau Tarempa ini ayah naik perahu selama kurang lebih 30 menit dari Palmatak, biayanya 20rb. Tarempa ini ibukota kecamatan Anambas, jadi lebih ramai. Selama di Tarempa ayah carter ojek 250rb untuk keliling pulau. Harga carter ojek lebih murah dibandingkan naik ojek pertujuan, karena sekali naik ojek ke satu tujuan biayanya 60rb, kalau ada beberapa tujuan jadi jatuhnya lebih mahal. Wisata di Tarempa hanya air terjun, wisata kuliner dan pantai tentunya. Nah menurut blog yang saya baca sih dari Tanjung Pinang ada ferry reguler menuju Tarempa ini.

Oh ya, yang menarik adalah ayah ke Tarempa ini hari Sabtu, sewaktu selesai makan disalah satu tempat makan melayu saat hendak bayar eh sama pemilik tempat makan di gratiskan karena itu hari bersedekah, istilahnya hari puasa…jadi siapapun yang makan di situ gratis. Wow, keren…daebak!

Pulau Semut

Ke Pulau Semut ini rejeki ayah, saat ketemu teman kerjanya yang warga asli Palmatak, eh ditawari ikut dia dan anak anaknya ke pantai naik perahu. Pasti bingung kan dengar ke pantai kok naik perahu, sama dengan saya waktu dengar cerita ayah. Rupanya yang disebut pantai oleh warga lokal adalah pulau. Jadi kalau diajak ke pantai artinya ke pulau. Lama perjalanan dari Palmatak kurang lebih 25 menit.

Dilihat dari foto fotonya sih Pulau Semut ini juaranya, airnya jernih, dangkal dan berbatu batu. Kalau kata ayah mirip Phi Phi Island…wuih keren banget dong. Perahu tidak dapat merapat ke pulau karena penuh batu, jadi dari perahu berenang dulu ke pantainya. Ok deh yah, selamat bersenang senang ayah