Derawan, Berau

22 12 2016

20161222-072334.jpg

Kurang lebih sepuluh tahun yang lalu, ayah dan saya melakukan perjalanan nekat menembus hutan menggunakan mobil jeep tua menuju Derawan. Kenapa saya bilang nekat? Karena selain sepi, ketika itu jalannya rusak parah, lebih banyak kubangan lumpurnya dan memakan waktu yang lumayan lama untuk bisa tembus ke tujuan dan kami lakukan hanya berdua yang ketika itu membuat orang-orang yang kami jumpai dijalan heran, berani juga kami melakukan itu.

Tujuan petualangan akhir tahun kami kali ini sebenarnya bukanlah Derawan, tapi kota lain di ujung pulau. Tapi setelah mempertimbangkan waktu dan jarak, akhirnya kami memutuskan untuk mengulang petualangan kami sepuluh tahun lalu dengan team yang lebih komplit bersama krucil kami. Kami ingin menujukkan tempat-tempat yang sering kami ceritakan kepada krucil, agar mereka bisa melihat dan merasakan sendiri serunya petualangan ayah bundanya dulu serta menikmati keindahan hutan yang dilalui dan menakjubkannya kepulauan Derawan.

Singkat cerita, setelah menempuh waktu 16 jam menembus hutan yang sekarang lebih banyak berubah menjadi kebun sawit serta terhentak-hentak di speedboat, kami tiba di Derawan sekitar jam 11-an siang. Begitu tiba apa yang dilakukan krucil? Melototin perairan yang berada di depan kamar kami. Kami menginap di salah satu cottage yang letaknya menjorok ke laut…jadi kalau mau melihat satwa laut ya cukup nongkrong depan kamar. Setelah melihat laut, mereka langsung ngajak ayahnya berenang. Tapi kami paksa makan dulu, baru deh boleh berenang.

Makanan di Derawan serba 25rb, entah hanya kami aja atau memang segitu harganya. Nasi goreng 25rb, nasi kuning 25rb, ikan tergantung ukuran 25-50rb, ayam goreng/bakar 20-30rb/potong tanpa nasi. Lumayan menguras kantong selama di Derawan ya urusan perut ini…4 orang x 3 waktu makan = *nangis* TT

Lupakan urusan perut, liat ke dalam air yang jernih, indah banget dah…walau tetap sih menurut ayah dan saya lebih indah sepuluh tahun lalu. Dulu penginapan yang menjorok ke laut bisa dihitung, hanya 3-4 aja…sekarang semua berlomba-lomba bikin menjorok ke laut yang walau sebagai konsumen terasa menyenangkan dari bangun tidur sampai mau tidur bisa ngeliat laut tetap aja ada efek negatif dari ini semua. Kebanyakan air kamar mandinya langsung dibuang ke bawah alias ke laut, coba bayangkan berapa banyak sabun,detergen,shampo yang mencemari laut. Efek kumulatifnya menurut saya (ini menurut saya loh sebagai orang awam), ya mencemari dan merusak kehidupan laut yang ironisnya justru menjadi andalan wisata di Derawan. Contoh paling keliatan sih, sudah mulai keliatan sampah di dasar laut, ada beberapa bungkus plastik yang saya lihat.

Tapi bagaimanapun, krucil saya happy. Mereka tidak jemu-jemu nongkrongin laut dari bangun tidur sampai mau tidur lagi. Mereka heboh banget ketika melihat ikan berseliweran, penyu mondar-mandir depan kamar sedang sibuk memakan rumput laut, ikan-ikan yang berdatangan ketika mereka melempar roti, bahkan melihat lionfish, starfish dan sebagainya cukup membuat suara mereka serak teriak-teriak kegirangan. Berenang seharian, istirahat mandi, makan, sholat…lanjut berenang lagi walau bagi saya sih mereka cuma main air bukan berenang beneran…hehe..

Bagi ayah dan saya yang sudah pernah kesini, rasanya pengen meneruskan penjelajahan dengan island hopping ke pulau sekitar seperti Sangalaki, Kakaban dan Maratua apalagi dapat tawaran yang lumayan menggiurkan dari supir speedboat. Sayang krucil sudah terlanjur jatuh cinta bersnokeling dan memberi makan ikan di spot favorite mereka sehingga tidak tertarik diajak ke pulau lain. Baiklah kalau begitu. Next time kita kesini lagi ya krucil, sekalian kita explore pulau dan tempat lainnya 🙂

Advertisements

Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: