Saung Angklung Udjo, Bandung

28 07 2016

20160728-091040.jpg

Saung Anglung Udjo ini letaknya dekat dengan rumah waktu kuliah di Bandung, sama-sama di Padasuka. Saking dekatnya, jalan kaki kurang 5 menit sudah sampai di Saung Angklung ini. Dulu sih saya gak ngeh dengan tempat ini karena pagarnya masih tertutup seng dan bambu, cuma sering liat bis-bis besar hilir mudik keluar masuk tempat ini.

Saya baru mulai ngeh dengan tempat ini ketika sahabat saya yang suka hunting foto minta ditemenin ke tempat ini. Dari rumah jalan kaki, lalu masuk …gak pakai bayar tiket karena gak liat letak loketnya, selain itu tidak bertemu petugasnya. Mungkin kami disangka warga sekitar yang memang ketika itu bebas keluar masuk tempat ini. Begitu sampai di dalam pas banget dengan jam pertunjukan, jadi bisa nonton gratis…berkah banget deh dapat yang gratisan bagi mahasiswa…hehe *colek om Anto*

Sudah sedari dulu saya berniat mengajak krucil menonton pertunjukan angklung di tempat ini, tapi selalu ada halangan…ya gak punya kendaraanlah, ya waktu mepetlah, dsb. Baru tahun ini akhirnya kesampaian juga mengajak krucil ke Saung Angklung Udjo…itupun gak sengaja karena setelah berkunjung dari rumah saudara, kami berniat nengok rumah eh kena macet dimana-mana. Si ayah yang kakinya sudah pegel banget menginjak kopling akhirnya mengajak istirahat dulu di Saung Angklung ini.

Saung Angklung ini lebih cihuy sekarang, parkirannya luas, adem dan ada restonya juga sekarang. Ketika nanya-nanya sama petugas, ternyata pertunjukan pagi (jam 9 atau 10) sudah selesai tinggal sore jam 16.00 nanti baru ada lagi. Sembari istirahat, ketemuan sama sahabat yang dulu mengajak saya hunting foto ditempat ini. Lalu dia kirim foto keren ke saya dan atas ijinnya, saya boleh pajang fotonya di blog saya. Foto diatas hasil karya sahabat saya itu Sudarmanto Edris yang berawal dari hobi motret sekarang jadi photographer handal.

Kembali ke cerita Saung Angklung, akhirnya kami bisa mengajak krucil menonton pertunjukan angklung juga. Beli tiket 70rb/dewasa, 50rb/anak…lumayan juga, tapi kata si ayah lebih baik bayar mahal nonton beginian daripada ke tempat bermain. Tiketnya unik, berupa kalung berbentuk angklung plus brosur sinopsis. Awalnya karena gak ngeh apa guna sinopsis tersebut, satu brosur sinopsis kami kebuang, padahal ternyata itu berguna untuk mengambil welcome drink yang bisa milih air mineral atau ice cream…hiks hiks..

Pengunjung Saung Angklung ini 60 % domestik, 40% mancanegara. Pertunjukan terbagi beberapa segmen, awalnya pertunjukan wayang golek, lalu anak-anak bernyanyi, bermain angklung dan menari. Lalu giliran yang senior-senior yang bermain angklung. Permainan angklung ini tidak membosankan loh, musiknya yang asik-asik loh.. ada lagu Beatles, Semi Jazz, Marimba, bahkan klasik seperti Hungarian Dance no 5…keren yah. Krucil kami bahkan terkesima dan tidak berkedip sepanjang pertunjukan. Kemudian pengunjung dibagiin satu persatu angklung, diajari cara memainkannya…lalu dengan instruksi mulai bermain musik bersama. Terakhir anak-anak kecil masuk lagi dan memilih pengunjung untuk bermain dan menari bersama di depan. Kata krucil kami, Saung Angklung Udjo keren…seruu, kapan-kapan kesana lagi ya kita, ajak mereka. Oke deh …


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: