Arboretum Nyaru Menteng

9 05 2016

20160509-104031.jpg

Sudah lama sekali saya pengen ngajak krucil ke BOS (Borneo Orangutan Survival) Samboja, tapi karena informasi tentang BOS Samboja sedikit sekali dan juga tempatnya yang konon susah dijangkau, menyebabkan sampai sekarang belum bisa mewujudkan impian tersebut. Itu sebabnya begitu dapat informasi kalau ada BOS di Nyaru Menteng yang terbuka untuk umum, kami tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada…tanpa pikir panjang let’s go…

Nama tempat ini Arboretum Nyaru Menteng, letaknya di Jl. Tjilik Riwut Km 28, sekitar 1 jam-an dari pusat kota (tergantung kecepatan). Kami mengandalkan GPS mbah Google mencari tempat ini, yang lucunya dari bundaran besar disuruh belok kiri mulu…turn left, turn left…sampai muter-muter setengah jam masih turn left mulu…hahaha. Akhirnya bertanya sama penduduk setempat, baru top markotop.

Begitu nemu gerbang masuk bertuliskan objek wisata Nyaru Menteng, gak jauh ada gerbang lagi yang dijaga anak-anak kecil dan beberapa orang yang lebih tua. Katanya biaya masuk Rp 10.000,- tapi tanpa ada tiket sama sekali. Letak Arboretum ini tidak jauh dari gerbang kedua tersebut belok kanan, jalan kecil…nah disini ada gerbang lagi untuk memasuki kawasan Arboretumnya, eh ada anak kecil lagi yang menjaga gerbang ini ditambah seorang bapak-bapak yang duduk tersembunyi mengawasi anak kecil tersebut. Mobil kami diberhentikan, katanya biaya parkir Rp 10.000,- om. Loh, tadi sudah bayar di depan dek, kata kami. Oh itu beda lagi om, katanya lagi…baiklah bayar lagi.

Setelah parkir, masuk dalam Arboretum, terlihat dua orang petugas sedang duduk-duduk…bertanyalah saya, “berapa tiket masuknya pak?”. Petugas tersebut menjawab, “gak bayar bu…gratis kok. Disini kami tidak menarik pungutan apa-apa karena tujuannya mengedukasi orang-orang tentang pentingnya menjaga alam dan orangutan. Jadi kalau tadi ada pungutan-pungutan, itu bukan dari kami…” Oalah…begitu…

Di dalam kawasan ini memang tujuannya untuk edukasi, begitu masuk ada film tentang orangutan bernama Rimba yang ibunya dibunuh manusia dan anaknya diperjualbelikan. Krucil kami betah banget menonton film tersebut, sebelum habis tidak mau beranjak dari situ. Sepanjang jalan setelah itu mereka bercerita penuh semangat kepada kami tentang isi film tersebut. Selain itu di bagian belakang terdapat dinding kaca yang dari kaca tersebut kita bisa melihat kandang-kandang orangutan yang sedang direhabilitasi. Pengunjung sama sekali tidak boleh mendekati kandang tersebut, hanya petugas yang boleh masuk ke kandang-kandang tersebut. Oh ya, disini juga menerima donasi untuk orangutan…jadi kalau ke Arobretum ini jangan lupa donasi ya.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: