Zoo Johor

19 03 2016

20160319-094904.jpg

Hari ketiga di Johor, kami isi dengan acara santai dan bebas. Santai karena tidak ada tujuan utama lagi, bebas terserah mau kemana dan ngapain….toh tidak ada tujuan utama lagi. Bungsu mengajak ke Hello Kitty Town, sebagai laki-laki manly ayah dan sulung langsung menolak tegas…”ih memangnya akika apaan” hehe😀 Browsing-browsing, nemulah zoo ini…lets go..

Jalan dulu ke JB Central, makan dulu di rooftopnya. Kemudian jalan-jalan di JB Central, nemu pusat informasi turisnya sedang buka (tumben-tumbenan, padahal selama dua hari sebelumnya selalu tutup)…nanya dimana arah zoo, dikasih tahulah naik bis jurusan Skudai, minta turun didekat zoo…baiklah. Naik bis, turun di tepian pantai dekat zoo…jalan kaki sedikit sampailah di zoo yang dimaksud tapi saat itupula terdengar khotbah Jumat dari mesjid Istana Sultan Abu Bakar, yang letaknya diseberang zoo. Buru-burulah ayah dan sulung pergi ke mesjid karena mengira sudah terlambat. Saya dan bungsu menunggu di dekat loket masuk zoo. Kami menunggu lama ayah dan sulung selesai sholat, ternyata khotbahnya sampai 3x…pantesan lama.

Tiket masuk zoo ini murah meriah loh, RM 2 / dewasa dan RM 1 / anak. Totalnya RM 6 (sekitar 21rb Rupiah kalau dikurskan) untuk berempat. Begitu masuk zoo, disuruh foto dulu sama penjaga pintu masuk. Nah hasil foto ini nantinya bisa ditebus, harganya tergantung souvenir yang dipilih : ada yang berbentuk magnet, ada gantungan kunci, baju, foto biasa, dll. Kami pilih magnet 4 buah seharga RM 60.

Di zoo ini krucil kami antusias seperti biasa. Awalnya ayah menawari sulung memakai kamera, sulung dengan santai bilang “abang gak mau foto-foto disini, kan kebun binatang tuh sama aja isinya dimana-mana”. Gayanya aja pura-pura cuek…eh baru liat burung aja langsung minta keluarin kamera, malahan paling lama nemenin dia motret-motret…haha😛 Krucil kami juga sangat semangat ketika memberi makan unta, tampang mereka antara takut, senang, semangat dan penasaran jadi satu…hehe…itulah dunia anak-anak, selalu ada hal yang menyenangkan dalam berbagai kondisi.

Sebelum pulang mereka meminta melihat ikan di tengah kolam dengan menaiki perahu. Sewa perahu ini seharga RM 10, betah banget berlama-lama mengayuh perahu membiarkan bundanya antara ngantuk, lapar dan kepanasan dipinggiran kolam. Untungnya baru saja selesai diajak pulang bundanya, di kolam ada ikan besar berkelebat menampakkan kumisnya yang besar membuat bungsu saya ketakutan hingga mau diajak pulang. Yuk ah krucil, bunda haus dan lapar…markimon (mari kita kemon), cari yang segar-segar…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: