Merlion Park, Singapore

17 03 2016

20160317-012752.jpg

Pesawat kami dari Yangon ke Singapore ini delay kurang lebih setengah atau satu jam (lupa lagi), ditambah transit selama satu jam di Don Mueang (Bangkok) sehingga kami baru sampai Singapore sore sekitar jam 16.00-an waktu setempat. Belum lagi naik MRT ke area Bugis, letak hotel kami. Sama sekali tidak menyangka kalau kami akan sesore itu sampai di tempat tujuan…hufft benar-benar menguras energi.

Tidak cukup hanya menguras energi, tapi juga harus menguras emosi karena begitu tiba di hotel yang sudah di booking di website, harus bayar biaya tambahan lagi S$20 karena bawa krucil. Yo weslah, bayar…biar cepat istirahat. Letak hotel ini strategis, dekat dengan Bugis Junction, dekat MRT, dekat tempat makan, dekat juga dengan terminal bis ke Johor.

Setelah istirahat ala kadarnya, malamnya kami berniat berkelana. Pikir-pikir…kemana ya enaknya? Akhirnya pilihan jatuh ke Merlion Park aja, tujuannya sih cuma satu…supaya krucil bisa liat langsung secara live depan hidung mereka sendiri apaan sih itu Merlion, landmark yang jadi andalan setiap wisatawan ke Singapore. Singapore bukanlah pilihan utama kami dalam berpetualang, pilihan ini jatuh karena letaknya yang dekat dengan Legoland (Johor) dan karena kami ingin menunjukkan ke krucil bahwa ada berbagai jenis negara dan budayanya, kami berharap krucil bisa memetik pelajaran bahwa semua negara dan budaya itu unik serta punya kelebihan masing-masing.

Dari hotel, malas ribet kami menggunakan taxi ke Merlion Park ini. Ternyata ramai banget dengan turis, foto-foto sebentar.. krucil gak betah, ngajak kami ke tempat lain tapi hari sudah malam. Besok aja deh jalannya, capek seharian ini. Saat berniat balik hotel, duile nyetop taxinya susah banget…semua taxi ngebut. Setelah diliat-liat ternyata di Singapore ini nyetop taxi tuh ada tempat khususnya, loe kira kayak di Indonesia…hiks hiks, maklum kamseupay. Akhirnya jalanlah ke tempat khusus nunggu taxi…eh ditempat itu harus antri pula, benar-benar negara yang teratur dan mahal 🙂

Advertisements




People’s Square and Park

17 03 2016

20160317-104012.jpg

Setelah istirahat di hotel, sore harinya kami berniat ke People’s Park ini yang letaknya menurut trip advisor sih gak jauh dari Swedagon Pagoda. Supaya gampang, kami bilang ke supir taxi sih Swedagon Pagoda. Begitu diantar ke Swedagon Pagoda, agak bingung juga kami…ini mana pagodanya…maklum kami diantar lewat pintu belakang jadi agak bingung hihihi. Krucil saya terutama yang sulung langsung protes, “kok ke Pagoda terus sih? Katanya mau ke taman? Abang gak mau masuk”, katanya dengan manyun-manyun. Bunda pun dengan sok bijak bilang, “bang, kita nih memang mau ke taman. Tamannya katanya sih dekat sini, mari kita cari”. “Kenapa gak naik taxi tadi aja sih?”, protesnya lagi. Duh anaknya ini keseringan dimanjain ayahnya petualangan ceritanya tapi kemana-mana naik taxi, jadi aja jiwa petualangnya berkurang drastis. Kalau sama bunda tuh disuruh jalan kaki aja kemana-mana… hiks hiks TT

Akhirnya begitu turun taxi, kami malah melipir mencari jalan ke People’s Park ini. Jalan kaki di sore yang terik dan tidak tahu arah, ditambah manyun krucil tuh bikin suasana jadi gak enak. Akhirnya setelah berjalan lumanyun jauh, kami berhenti di suatu lapangan parkir yang dari hasil terawangan kayaknya jalannya mentok. Kami pun bertanya pada orang setempat, di mana tuh People’s Park…eh dia malah manggil temannya yang bisa bahasa inggris, jadilah kami ngobrol sama temannya ini. Sambil membaca peta yang kami bawa dari hotel, dia bilang sih letaknya lumayan jauh sekitar 2km dari situ karena harus melewati 4 gate…bayangin 2 km, dan 4 gate !! Ujung-ujungnya dia nawarin naik taxi 3000 Kyats, karena sudah mengalami gejala 3L (lemah lesu letih) kami pun menerima tawarannya. Begitu naik taxi…eh tuh taman ternyata dekat aja dari tempat kami berhenti bertanya, cuma jalan dikit kemudian nyeberang sampai deh…haha…kali ini ayah bunda yang jadi manyun dan dongkol, tertipu deh.

Sesampainya di People’s Park, beli tiket masuk 300 Kyats / orang dan di kasih stiker kecil untuk ditempel di baju. Setelah punya stiker, kami memutuskan istirahat dulu di Mallnya…iya depan taman ini ada Mall kecil. Kami makan gado-gado sama terong penyet di resto bertema Indonesia tapi rasanya kurang nendang. Kemudian beli-beli souvenir, ketika matahari terlihat lebih bersahabat baru deh kami masuk tamannya. Let’s go…

Baca peta taman…oalah bingung, sudahlah kita jelajahi saja semuanya. Awalnya taman ini terlihat seperti taman pada umumnya saja, ada bunga-bunga, tanaman yang ditata lalu beberapa patung-patung…hmmm ada sedikit rasa kecewa. Semakin ke dalam, ada beberapa jenis permainan anak seperti carousel, bom-bom cars, kereta-keretaan, dan beberapa permainan lainnya. Setiap permainan bayar 1000 Kyats / orang, lumayan murah meriah. Krucils suka banget nih ikut permainan naik perahu kemudian perahunya terjun dari ketinggian ke dalam kolam berisi air, mereka bolak balik ikut permainan ini sampai si bungsu kepala kejeduk perahu baru deh berhenti main.

Tapi diantara semuanya mereka paling berkesan pada Musical Fountain, itu tuh pertunjukan air mancur yang mengikuti irama musik. Mulainya dari jam 19.00- 21.00, nungguin mulai tuh berasa lama bingit. Musiknya dari disko, J-Lo, sampai musik tradisional Mayanmar. Begitu terpukaunya mereka melihat air mancur berwarna-warni bisa menari mengikuti irama musik hingga betah banget padahal nyamuknya banyak dan hari beranjak malam. Sampai-sampai ketika kami ajak balik hotel, bungsu saya menangis tapi berhenti lagi setelah saya beritahu nanti di Singapura juga ada yang beginian, “beneran loh ya bunda…janji ya nanti kita nonton lagi di Singapura”, tagihnya (padahal saya asal ngomong aja TT). “Bunda gak janji, tapi yang pasti besok kan kita harus bangun subuh, besok kita mau ke Singapura pesawat pagi jadi gak bisa lama-lama nonton ini nanti kalian susah bangunnya”. Dan People’s Square and Park pun meninggalkan kenangan manis untuk krucil kami, semanis senyuman di wajah mereka setiap melihat rekaman musical fountain 😀





Maha Bandoola Park, Yangon

17 03 2016

20160316-090557.jpg

Hari kedua kami di Yangon, kami isi dengan berkelana berjalan kaki seputaran hotel. Ke Sule Pagoda yang letaknya ditengah-tengah persimpangan jalan yang tidak jauh dari hotel, kemudian ke Maha Bandoola Park. Kenapa kami ke taman ini? Ya kami suka taman, apalagi taman publik kan biasanya gratis dan terbuka untuk umum…sesuatu yang gratis itu tidak boleh dilewatkan hehe…

Taman ini berisi monumen tugu kemerdekaan Myanmar dan terdapat banyak burung, terutama sih burung gagak. Di taman ini krucil kami betah banget, mereka bermain mengejar-ngejar burung, mencoba memotret burung-burung tersebut dalam berbagai pose, serta bermain di air mancur. Taman ini dilengkapi juga dengan sarana permainan anak, sayangnya krucil tidak tertarik bermain di arena permainannya.Mereka malah tertarik untuk memberi makan burung, meminta kami untuk membelikan makanan burung…piye toh, burung-burung disini sudah ada petugas yang memberi makannya tidak seperti di Thailand yang makanan burung banyak dijual oleh pedagang kaki lima. Walau agak kecewa karena tidak bisa memberi makan burung tapi bukan krucil namanya kalau tidak bisa happy dengan hal-hal kecil, cukup hunting foto burung saja mereka bergembira malah susah diajak balik ke hotel 🙂