Yangon National Museum

15 03 2016

20160315-100542.jpg

Tiba di Yangon kembali, kami mengajak krucil ke museum. Krucil kami memang suka museum, begitu kami beritahu ada museum di Yangon mereka antusias sekali kesana. Dari hotel kami menggunakan taxi dengan biaya 2000 Kyats. Taxi di Yangon tidak ada yang memakai argo, sistemnya adalah tawar menawar dengan supir dan hampir 80%nya tidak menggunakan ac jadi siap-siap kepanasan jika terjebak macet plus siapkan mental juga jika bertemu supir yang sedang menyirih (memakan sirih), sebentar-sebentar meludahkan sirihnya di pintu…ehem…

Oh iya, hari Senin biasanya market dan museum tutup, Sabtu dan Minggu malah buka…entah kenapa alasannya. Sesampainya di museum ternyata kami kepagian masih jam 08.30 sedangkan museum baru buka jam 09.30. Museum masih sepi dan kosong, belum ada petugas sama sekali. Untungnya di hotel sebelum berangkat kami sempat membaca sekilas bahwa letak National Museum ini persis di samping KBRI, jadilah menggunakan google maps kami melipir mencari KBRI.

Bertemu sesuatu yang berbau Indonesia di negeri orang itu sesuatu banget, apalagi melihat lambang Garuda…ailopyu pul deh. Akibatnya bisa ditebak, kami dengan norak-norak bergembira narsis-narsis di depan KBRI yang tutup di bawah tatapan heran penduduk setempat dari dalam bis (letak KBRI di perempatan)…hahaha…:D

Puas berfoto-foto, kami kembali ke museum dan membeli tiket seharga 5000 Kyats / orang. Petugas museum bilang dilarang foto-foto di dalam, jadilah kamera dititip dalam loker. Museum ini lumayan besar, terdiri dari beberapa tingkat. Sayangnya mungkin karena sudah kecapekan setelah bermain di kamar hotel sebelumnya, plus diajak jalan kaki ke KBRI, ditambah larangan memotret di dalam museum (padahal kebiasaan krucil masuk museum adalah memotret semua item yang ada, menghabiskan memori card kamera), di dalam museum krucil agak rewel mengajak kami kembali ke hotel. Akhirnya hanya sampai tingkat dua museum yang kami jelajahi sebelum kembali ke lantai bawah. Eh di lantai bawah kami bertemu dengan serombongan pelajar yang sedang asik foto-foto di dekat petugas museum…sungguh terlalu. Meskipun begitu kami dapat pelajaran berharga bahwa walau Myanmar negara yang baru saja terbuka, namun mereka mampu menjaga benda-benda bersejarahnya dengan baik.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: