Batulicin, Kalsel

26 01 2016

20160126-082110.jpg

Day 1

Krucil kalau kelamaan di rumah gatal ngajak jalan, tapi kerjaan ayah yang tidak berjadwal menyebabkan kami susah mengatur jadwal jalan. Kemudian datanglah waktu yang ditunggu-tunggu…waktunya berpetualang lagi, yippie. Jumat sore sepulang kerja, ayah memberi kabar gembira…yuk kita berkelana. Bisa ditebak dong siapa yang senang? Krucil tentu saja🙂

Semua serba dadakan, persiapannya ya dadakan juga sampai-sampai pakaian dalam si adek dan sabun mandi ketinggalan …yo wes lah, beli dijalan aja kalo ada hehe. Lebih aneh lagi, tujuan pun belum ada, yang penting ngejar fery dulu biar gak kemalaman nyebrang. Setelah persiapan yang terburu-buru, berangkat dari rumah sekitar jam 18.00, langsung masuk fery dan fery berangkat 5 menit kemudian. Kapal ferynya sih cepat, dalam waktu sejam sudah terlihat pelabuhan Penajam namun nunggu giliran merapatnya sejam-an juga, akhirnya baru sekitar jam 20.00 kapal merapat di pelabuhan.

Di Penajam kami beberapa kali berhenti untuk beli buah dan minuman di jalan serta nyari pakaian dalam untuk si adek, tapi ternyata toko pakaian anak yang ketemu di jalan malah tidak menjual pakaian dalam anak. Untungnya setelah ngubek-ngubek mobil, liat ada ransel yang memang selalu disediakan di mobil -berisi pakaian cadangan untuk petualangan dadakan seperti saat ini- ketemu juga pakaian dalam untuk si adek, petualangan bisa dilanjut deh.

Jalan Penajam mulus, hanya beberapa bagian rusak. Sekitar jam 23.00 kami sampai di Simpang Kuaro, disini kami berembuk dengan krucil, ke Tanah Grogot atau ke Tanjung. Saya dan bungsu pengen ke Grogot aja yang tidak begitu jauh, hanya kurang lebih 1 jam saja dari Simpang Kuaro tersebut. Sulung saya pengen ke kanan, arah Tanjung tapi tidak mau ke Tanjung pengennya ke Batulicin. Ayah netral. Ayah malah sempat mengarahkan mobil ke kanan sejauh beberapa kilometer sebelum kami berembuk lagi. Setelah dibujuk hari sudah tengah malam, ayah sudah ngantuk…akhirnya sulung saya setuju ke Grogot dengan syarat besok subuh lanjut ke Batulicin. Sip, setelah semua deal…mobil mutar arah lagi ke Simpang Kuaro menuju Tanah Grogot.

Di perjalanan menuju Tanah Grogot, kami berhenti sebentar di telaga ungu untuk menikmati pemandangan telaga yang besar dan dipenuhi lampu serta ada jam besar ala Big Ben. Krucil sempat main-main juga disini. Sampai di Grogot sekitar jam 24.00, seperti biasa kami nginap di hotel langganan kami kalau ke Grogot, yaitu Hotel Bumi Paser. Saatnya tidur…hmZzzzzz…

Day 2

Sulung saya sebelum dipaksa tidur sudah wanti-wanti, kita tidak usah lama-lama tidurnya, jam 4 subuh pergi lagi ya yah. Gayanya aja mau bangun subuh, dibangunin jam 4.30 aja susah, baru jam 5 subuh akhirnya krucil bisa dibangunin, sholat, krucil tanpa mandi langsung masuk mobil dan cusss…berangkaaat…

Berbekal peta dadakan yang dibuatkan oleh pihak hotel kami berangkat, agak bingung juga sih baca petanya, akhirnya google map pun diaktifkan plus nanya-nanya sama penduduk setempat. Jalan keluar dari Grogot rusak parah sepanjang beberapa kilometer, selebihnya jalan mulus…hanya beberapa bagian yang rusak sedikit. Jalan menuju Batulicin ini sepi, mulus dan spektakuler….hahaha *lebay deh*. Iya beneran spektakuler bagi kami, pemandangannya indah banget nget nget…mengingatkan kami sama petualangan kami saat menuju Phuket, sepanjang jalan terlihat karst-karst yang wow banget. Malah pemandangannya lebih indah daripada ke Phuket !

Sepanjang jalan kami jarang bertemu kendaraan lain, hanya truk-truk dan segelintir mobil lapangan dari perusahaan batu bara. Karena kami suka foto-foto, kalau liat pemandangan wow bawaannya pengen berhenti untuk foto-foto, masalahnya banyak banget pemandangan wownya…jadi kami memutuskan ntar aja foto-foto lagi, kapan sampainya ini kalau foto-foto mulu…hehe. Nah hebatnya atau lucunya lagi, kalau ngeliat kami berhenti di jalan, mobil-mobil operasional tambang suka melambat di dekat kami untuk memastikan “are you ok?”, atau minimal klakson dan melambaikan tangan. Senang rasanya bertemu orang-orang baik selama perjalanan.

Kami sempat berhenti sarapan nasi kuning di perkampungan, sebelum melanjutkan perjalanan lagi. Sekitar Jam 12.00 kami akhirnya sampai di Batulicin. Kalau orang nanya ada apa sih di Batulicin? Hmmm, bingung juga kami jawabnya, kami kesini tidak untuk mengharapkan apa-apa, hanya pengen jalan aja, melihat daerah dan suasana baru yang berbeda aja, menikmati culture yang berbeda, logat berbeda, dan kuliner yang berbeda. Inti setiap petualangan kami bukan pada tujuan akhir tapi lebih ke proses mencapai tujuannya itu, lebih ke perjalanannya dan petualangannya saja.

Setiba di Batulicin, nyari hotel…setelah debat sana sini sama krucil akhirnya mereka memilih hotel Harmony. Saya sakit kepala parah, akhirnya saya memutuskan untuk tidur sepanjang hari di hotel sementara krucil dan ayahnya berkelana melihat-lihat kota dan mencari makan. Sepulang berkelana, krucil heboh membangunkan bundanya dengan cerita “ada air terjun bunda, tapi harus naik kapal ESDP lamanya 1 jam…kata ayah kesorean jadi kapalnya sudah pergi…bla bla bla… Makanya bunda cepat sembuh dong, gak seru kalau gak ada bunda”. Hadeuh, tidak tahu bundanya sakit kepala parah nih krucil, berisik banget hehe😉

Ayah yang kasihan melihat istrinya terkapar ngasih solusi “disebelah ada tempat reflexy dan massage, ke sebelah aja bunda biar enakan”. Biasanya saya gak pernah pijat-pijat, tapi karena sakit kepalanya gak hilang-hilang padahal sudah minum obat ditambah kasihan juga ngeliat krucil tidak bisa berpetualang karena bundanya, akhirnya setuju untuk pijat. Sore itu sekitar jam 17.00, kami pun ramai-ramai ke sebelah hotel…kebetulan banget nih ada massages dan spa. Ini petualangan paling menyenangkan bagi krucil, setelah berkelana dipijat bareng-bareng…haha. Sampai-sampai mereka mulai berbisik-bisik berdua mengatur rencana, “dek,mulai sekarang kita harus nyari hotel disebelah tempat pijat”..halah *tepok jidat*

Kami di tempatkan dalam satu ruangan besar yang disekat hanya dengan gorden, gordennya kami buka biar bisa ngeliat krucil…dan pijat ramai-ramai. Di pijat plus reflexy selama 1,5 jam, bikin badan segar dan ngantuk. Selesai pijat, kepala saya agak plong…jadi ketika krucil ngajak malam ini kita jalan liat kota ya bunda, bunda pun bisa ikutan lagi…horee…

Setelah pijat, kembali ke hotel, mandi, makan, sholat…dan jalan-jalan melihat kota. Malam itu kami ke Lampion Garden, ke pasar nyari jajanan, nyari cemilan untuk perjalanan pulang esok hari. Ayah awalnya mau ngajakin kami meneruskan petualangan sore itu ke Banjarmasin, tapi melihat istrinya tepar jadi ditunda dulu untuk next trip, terlebih setelah di pijat kami semua jadi ngantuk, bawaanya pengen ngeringkel di kamar hotel. Di hotel ayah bilang, berhubung kita tidak jadi ke Banjarmasin jadi kita bisa santai-santai aja sepanjang hari. Besok juga berangkat agak siangan tidak masalah, Batulicin-Grogot = 5-6 jam, Grogot-Penajam = 4 jam, fery = 1-2jam…sore atau malam kita sudah sampai di rumah lagi. Baiklah, sekarang saatnya ngorok….grok groookkkk…

Day 3

Jam 03.00 saya terbangun, liat jam ternyata masih malam. Mau tidur lagi tidak bisa, akhirnya rapi-rapiin barang, nyemil sambil nonton TV sampai subuh. Habis subuh malah ngantuk, tidur lagi. Gantian ayah yang bangun, sibuk-sibuk ngabisin buah-buah aneh yang dibelinya, kata ayah sih buah marimar, kata krucil buah mariana, kalau saya yakin itu buah ramania…haha. Jam 06.00 setelah sibuk bolak balik keluar, si ayah bangunin kami…sarapan sudah siap tuh dibawah, cepat bangun… siap-siap kita pulang. Krucil langsung protes, katanya boleh santai-santai aja. Ayah : iya, santai tapi jangan kesiangan, kalau siang panas…pak supir ngantuk nanti.

Melalui proses yang lumayan lama, akhirnya krucil melek juga dan selesai bersiap-siap kembali (tanpa mandi lagi…hihi) setengah jam kemudian. Makan nasi goreng, nyemil roti sambil nyomot kue yang disediakan hotel…cabut. Sekitar Jam 07.30 kami sudah berada di mobil lagi. Berhenti sebentar di Education Park, dan berhenti pula di warung nasi kuning untuk perbekalan di jalan…berangkaat.

Perjalanan pulang memang benar-benar dibawa santai, setiap saat berhenti untuk foto-foto dan menikmati pemandangan. Sulung dan ayah bahkan sempat memanjat salah satu karst (gak sampai puncak sih…cuma sampai bawahnya disemacam gua kecil), mereka kembali ke mobil membawa kerang-kerang mungil…loh dapat dari mana? Dapat di gua karst kata sulung…loh kok bisa? Walah jangan-jangan dulunya daerah ini lautan …wow keren. Kalau memang dulunya ini lautan, kerangnya nempel di dinding berarti abang ngerusak alam. Sulung saya : gak di dinding bunda, dilantainya. Kalau di dinding namanya fosil dong, gak boleh dicongkel-congkel. Huft…syukurlah krucil sudah ngerti menjaga alam.

Krucil kemudian memaksa, bunda nanti upload ya fotonya biar banyak orang bisa liat karst disini, bisa kayak Thailand dan Vietnam, banyak turis. Bunda langsung cerita tentang anjuran untuk tidak ngeshare tempat indah di group backpacker yang bunda ikutin, kenapa? Karena tidak semua orang punya kesadaran menjaga lingkungan, kadang banyak yang jahil dan tidak bertanggung jawab sehingga malah merusak alam yang ada. Mereka langsung bilang, kalau gitu jangan bunda share ya…jangan di upload…biar rahasia kita aja supaya tidak rusak dan tetap indah. Bungsu saya malah berbisik pelan pada dirinya sendiri, semoga tetap ada gunung-gunungnya…aamiin.

Akibat terlalu santainya kami selama perjalanan pulang, ayah keburu ngantuk…pak supir yang satu itu memang bawaannya ngantuk kalau nyetir siang, mana panas pula matahari bersinar cerah. Pertengahan jalan saya menawarkan ke ayah, biar ayah tidur dulu, bunda yang nyetir. Yakin nih? tanya ayah. Yakin dong, bunda kan memang supir spesialis jalan sepi hahaha. Dan kami pun tukar posisi, ayah tidur di belakang, bunda nyetir. Kalau jalan sepi gini sih gampil banget…*lempar bakiak, belagu loe* tapi ya maklumin aja kalau jalannya njut-njutan…hehehe😛

Berhubung semua penumpang tidur, saya sendiri yang nyetir di jalan sepi begini jadi enak banget memang, kemudian mata saya melihat tulisan madu tawon dan tidak jauh dari rumah tersebut ada pohon besar yang banyak bergelantungan sarang tawon, dan bak aktor laga film Fast and Furious, si bunda si supir cadangan pun ngerem mendadak sampai ayah kejeduk dan terbangun kaget. Kenapa? saya pun ngasih isyarat…tuh madu. Madunya ternyata belum musim, oalah madu ada musimnya juga toh. Selang beberapa rumah, ada lagi yang jual madu asli…hmmm, patut dicoba nih, kalau dihutan gini harusnya asli beneran bukan abal-abal. Beli seharga 90rb/botol kecil, sambil berdoa semoga beneran asli habis warnanya cerah banget malah mirip minyak goreng. Lanjut…

Ayah yang terbangun langsung khawatir melihat cara istrinya menyetir, sudah sini ayah yang nyetir. Dengan sok-sokan bunda menjawab, gak usah ayah tidur aja…don’t worry. Akhirnya ayah yang sudah tidak bisa tidur lagi sepanjang jalan ngasih perintah, ganti gigi… turunkan gigi… naikkan, kecepataanya jangan segini , kalau ketemu truk jangan terlalu mepet kiri, santai aja dan bla bla yang malah membuat stress supir cadangan. Sudahlah, daripada sama-sama stress, ayah aja yang nyetir kalau gitu…hahaha

Sekitar jam 12.00 kami sampai di Grogot. Sempat berembuk mau makan di Grogot atau di Simpang Kuaro, krucil memilih makan ikan dan ayam bakar di Simpang Kuaro aja. Kami tiba di Simpang Kuaro sekitar jam 13.00, makan ikan dan ayam bakar, sholat, nyari minuman dingin…lanjut. Sekitar jam 17.00 sampai di Penajam, langsung naik fery dan sekitar 1 – 1,5 jam kemudian touchdown di kota kami lagi. Home sweet home


Actions

Information

One response

24 05 2016
Wiro gendeng KAPAK MAUT 212

Hahaha itu pondok dipinggir jalan tmpat saya berteduh waktu solo touring bulan lalu, hujan deras mana petirnya gede2 lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: