Monumen Nasional, Jakarta

26 07 2015

20150726-055625.jpg

Pernah ke Monas? Saya tidak pernah ke Monas…kalau lewat sih sering banget karena waktu kuliah dulu (hampir 8 tahun di Bandung), kalau mudik ya ke Gambir Jakarta dulu naik kereta, baru dari Gambir naik Damri ke bandara. Gambir kan tetanggaan aja dengan Monas, jadi kalau niat sih sebenarnya gampang aja ke Monas ini, masalahnya gak pernah kepikiran hehe…

Sekarang sudah beda situasinya dengan dulu, punya krucils harus kreatif dan inovatif (halah, opo toh) nyari hiburan yang edukatif dan murah meriah untuk anak. Hiburan mahal sih biasa, kalau punya banyak uang di kota-kota besar banyak bertebaran hiburan mahal…gak mau biasa, kreatif dong (beuh banyak gaya… hehe).

Jumat pagi kami berangkat dari Bandung dengan tujuan Jakarta, ceritanya mau pulang kampung. Sama sekali tanpa tiket apapun ditangan, tidak kereta dan tidak juga pesawat…sesekali pengen go show aja. Naik taxi dari rumah ke stasiun, sesampai di stasiun wanti-wanti ke supir taxi tunggu ya mas, kalau gak dapat tiket kereta mau ke terminal bis. Eh ternyata ada, padahal pas mau beli malam sebelumnya di supermaket yang konon katanya ada kerjasama dengan PT.KAI katanya tiketnya habis. Yippie, satu tiket sudah di tangan…krucils pun riang gembira karena memang mereka sudah pesan kalau mereka mau naik kereta dari Bandung karena itulah salah satu alasan kenapa kami malah naik kereta ke Jakarta dibanding nyari tiket pesawat via Bandung.

Naik kereta salah satu hiburan untuk krucils, maklum di kampung kami gak ada kereta jadi kalau ada kereta itu bagai berkah banget deh…haha, wajib dicoba. Kami naik Argo Parahyangan dong, andalan ke Jakarta….rasanya masih seperti puluhan tahun lampau (jadi mengenang masa muda dulu), yang sedikit membedakan cuma pemandangannya. Dulu gak pernah liat jalan tol di jalur kereta, sekarang jadi bisa liat jalan tol.

Sampai di Jakarta sekitar jam 10an, masih belum punya tiket pesawat…haha, nekat men. Kemudian simpan koper dan barang bawaan di loker. Loker ini salah satu jenis layanan dari PT.KAI, tempat naruh tas dan barang bawaan. Kalau cuma naruh tas sekitar 2rb/jam, nah kalau kami sewa loker tarifnya 5rb/jam…murah kan, bisa jadi alternatif kalau mau one day city tour dibanding ke hotel, tinggal titip tas aja di loker bisa langsung cuss berkelana. Nah karena niat awalnya mau nyari tiket pesawat malam, pagi-siang mau ngajak krucils jalan dulu liat-liat ibukota negara jadi loker ini pilihan paling masuk akal bagi kami.

Setelah taruh barang di loker, langsung jalan ke Monas (ya karena yang paling dekat dari Gambir). Beli tiket agak bingung, ada 2 loket tempat penjualan tiket masuk Monas. Di salah satu loket tertulis tiket ke Museum, satu loket lagi bertulis tiket ke Cawan & Puncak. Laa jadi aja saya dan ayah berbagi tugas …saya beli tiket ke Museum, ayah beli tiket ke Cawan & Puncak biar cepat. Ternyata kalau beli tiket ke Cawan & Puncak tuh sudah termasuk tiket Museum juga…jadi aja double tiket Museumnya, tiket doublenya di kasihkan ke orang lain…haha, untung aja gak begitu mahal tiketnya. Tiket ke Puncak 10rb/dewasa, 2rb/anak. Sedang tiket ke Cawan (ini termasuk Museum juga) 5rb/dewasa, 2rb/anak.

Museum Sejarah Nasional ini letaknya di lantai dasar, bentuknya diorama-diorama 3 Dimensi tentang kejadian bersejarah di Indonesia disertai sepenggal tulisan tentang cerita dari diorama tersebut…dan bisa ditebak, semuanya dibaca dan diperhatikan serta ditanyakan sulung saya, lama banget nih di museum ini. Naik ke atas museum ini ada cawan…ya cawan aja, kayak teras biasa cuma berangin kencang. Mau ke puncak, antrinya panjang banget nget nget kebangetan, akhirnya saya bilang ke krucils gak usah ajalah kita ke puncaknya ya…ntar aja kalau ke Eiffel…(hacuih, pletak lempar bakiak… belagu lu…hehe).

Saat kami hendak turun dari cawan, bertemulah kami dengan seorang bapak-bapak yang tampaknya salah satu karyawan Monas ini, kepada dia lah kami sempat bertanya tentang puncak sebelumnya. Dia nanya, loh gak jadi ke puncak? “Malas, antrinya panjang…kasihan anak-anak”, jawab ayah. Kemudian dia mendekat sambil bisik-bisik, “kalau mau cepat 100rb”. “Hah?” , dari awalnya ngantuk akibat kena angin kencang di cawan jadi terbelalak kaget tiba-tiba dapat tawaran begitu. “Itu untuk berempat, daripada antri 2-3 jam lagi”, balasnya bisik-bisik lagi. Akhirnya bisa ditebak, walau kami gak suka tuh cara sogok menyogok, suap menyuap…tapi apa daya, demi krucils terpaksa deh pakai jalur beginian, kalau waktu kami banyak aja lebih rela ngantri deh di bawah….hiks sama sekali tidak merasa bangga dan malah merasa bersalah pada orang-orang yang sudah antri, maafkan kami ya.

Naik melalui jalur ini cepat bener memang prosesnya…bisa langsung naik lift dari cawan, padahal aturannya sih tidak boleh. Malah anehnya salah satu penjaga lift di cawan ini seolah-olah tidak melihat kami yang naik lift ke puncak melalui cawan padahal sebelumnya dia sempat menegur kami ketika mencoba ngikut serombongan orang yang naik lift ke puncak melalui lift di cawan, katanya “gak boleh pak, bapak gak tahu ya saya petugas di sini”. Eh giliran bayar lebih aja, langsung diam…Indonesia punya cerita banget deh…

Di puncak Monas ini ada teropong-teropong koin gitu yang bisa digunakan untuk melihat-lihat berbagai tempat seputaran Monas. Setelah dari puncak, turun ke Ruang Kemerdekaan, di sini hanya ruang kosong dengan empat sisi yang tiap sisi ada Proklamasi Kemerdekaan, Garuda Pancasila, peta Indonesia dan sebuah pintu…entah deh pintu apaan. Nah di depan tiap sisi itu ada tempat duduk, kami duduk cukup lama sambil istirahat di sini.

Setelah dari Ruang Kemerdekaan, keluar dan langsung jalan kaki lagi ke Gambir. Di Gambir istirahat makan sambil browsing tiket pesawat untuk pulang…eh sudah habis untuk hari itu, adanya besok subuhnya. Beli tiket pesawat untuk keesokan hari sekalian beli hotel di bandara untuk istirahat malamnya. Nah lega sudah punya tiket dan hotel, perut juga sudah kenyang…sekarang bisa ngajak krucils jalan lagi deh melihat ibukota. Browsing-browsing…ada Galeri Nasional, Museum Gajah di depan Gambir euy. Liat jam..yah sudah sore kemungkinan museum sudah pada tutup. Browsing lagi, nemu info Kidzania di Sudirman tidak jauh dari Gambir. Yuks markimon (mari kita kemon), tujuan pengelanaan krucils selanjutnya KidZania…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: