Kerbau Rawa Danau Panggang, Amuntai

11 05 2015

20150511-093938.jpg

Jika anda penggemar tontonan atau bacaan yang berbau jalan-jalan dan berpetualang, mungkin sudah tidak asing lagi dengan kerbau rawa yang terkenal dari Hulu Sungai Utara, Kalsel. Kami sebenarnya dari dulu pengen banget ngeliat kerbau rawa ini tapi karena waktu yang belum ada ditambah tidak tahu letak persisnya, jadi ya baru kali ini kesampaian melihat langsung di TKP (halah..).

Seperti biasa, petualangan kami kali ini lagi-lagi dadakan seperti yang sudah-sudah. Si ayah kalau kelamaan kerja di lokasi, pulang ke rumah kalau gak tidur seharian sambil main game atau gak ya ngajakin anak istrinya berkelana…satu kata andalannya selalu, “lets get lost yuk”. Dan tentu saja, sebagai seorang petualang sejati, tawaran menggiurkan tersebut tidak mungkin kami tolak, jawaban andalan kami setiap saat “hayu”…hehe😉

Nah, begitu pula kali ini. Sepulang dari kerja, si ayah bilang…jalan-jalan yuk. Sore itu pula sibuklah si bunda siapin ini itu, brek jejalkan dan berangkat. Baru di jalan bertanya, kemana yah? Jalan-jalan aja, sesampainya aja nanti. Hmmm…tipekal si ayah…baiklah, kami sih sudah biasa sama gaya jalan dadakan si ayah, cuma orang tua yang kadang suka bingung kalau nanya mau kemana sih kalian? Dan seringnya jawaban kami, belum tahu…hehe…

Semua yang serba dadakan membuat kami belum mempunyai tujuan, kata si ayah sih ke Kalsel tapi tujuan pastinya juga belum ada. Berangkat malam, subuh kami sudah di Tanjung. Disini saya baru tahu rupanya si ayah pengen ke Amuntai, katanya sih liat-liat aja sekalian nyari yang beda. Rasanya sih belum sah banget kalau ke Amuntai tidak melihat kerbau rawanya di Danau Panggang. Ketika ayah ngorok dengan sukses di kamar hotel, saya pun browsing tentang Danau Panggang ini. Info yang didapat dari internet sih katanya ada dermaga di Danau Panggang, tempat perahu (atau disebut ketinting) yang dapat mengantarkan pengunjung menuju tempat kerbau rawa ini berada.

Di resepsionis hotel kami mendapat info bahwa jalan menuju Danau Panggang ini ke arah pertigaan Alabio, disitu tanya saja sama penduduk sekitar kata resepsionis, ok deh. Setelah dari Candi Agung Amuntai, kami pun mengarah ke simpang Alabio, kurang lebih sih 8km dari hotel. Nah di simpang Alabio kami bertanya pada penduduk setempat, katanya sih belok kanan lurus aja terus sampai mentok kurang lebih 10km. Kami pun jalan lagi, setelah setengah jam gak nemu-nemu, kami nanya lagi sama penduduk…eh di jawab terus aja sekitar 11 km…pada akhirnya totalnya 25 km baru nemu ujungnya.

Dermaga Danau Panggang ini letaknya dekat pasar, paling ujung. Begitu kami melangkah menuju dermaga, beberapa orang langsung menghampiri kami bertanya hendak kemana. Ketika kami jawab bahwa kami hendak melihat kerbau rawa, mereka menawarkan perahu dengan harga 300rb pulang pergi. Si ayah yang kebingungan dengan bahasanya langsung menyerahkan urusan ini pada saya, sip…ini sih bahasanya mudah babanaran julak ai😀

Nawar harga 250rb (konon sih tarifnya berkisar 250-350 tergantung nego)…eh ditolak mentah-mentah. Kemudian saya minta liat perahunya dulu…kami pun diajak kederetan perahu yang berjajar disitu, ketika ditujukkan perahu berwarna hijau…liat-liat, wah bagus nih dan lumayan besar, sip deh kalau gitu. Kami minta dipasang atap dulu karena kami sampai disitu ketika matahari sedang terik-teriknya (sekitar jam 12.30), jadi kami diajak mampir ke rumah pemilik perahu yang berada di bantaran danau. Perahu ditambatkan di semacam dermaga kecil rumahnya, kami disuruh naik kerumahnya dulu. Ketika pemilik perahu turun dari perahu, perahunya langsung goyang kanan kiri apalagi saat itu ada perahu lain melintas sehingga ombak dari perahu yang melintas tersebut menambah goyangan perahu kami…langsung jerit-jeritanlah krucils dan si bunda yang masih dalam perahu…(jadi malu ketahuan penakutnya..) ..hehe…

Sembari menunggu pemilik perahu memasang atap perahu, kami duduk-duduk cantik di teras belakang rumah pemilik perahu menatap perahu lain yang lalu lalang serta aktivitas lainnya disekitar situ…benar-benar suasana yang menenangkan walaupun dalam hati saya sedikit was-was naik perahu, maklum saya dan krucils tidak bisa berenang. Si ayah yang melihat nyali istrinya ciut langsung menenangkan, katanya petualang…kok takut? (laa ini sih menenangkan atau mengejek ya? hehe).

Setelah atap perahu terpasang, pemilik perahu memasukkan BBM cadangan ke perahu…yuk berangkat. Aktivitas di danau ini lumayan ramai…saya jadi bertanya-tanya sebenarnya ini danau atau sungai sih. Selain perahu ketinting ada juga speed boat dan perahu penumpang yang sedikit lebih besar dari ketinting yang memuat banyak barang salah satunya malah mengangkut dua motor dan satu sepeda…hebat. Ada banyak perahu yang jadi semacam toko atau warung berjalan, ada beberapa rumah di tengah danau dan lebih amazing lagi ada jejeran tiang listrik ditengah danau ! Sayang kami lupa ngecharge baterai kamera, jadi selama disini kami hanya mengandalkan kamera HP dan kamera tablet saja.

Danau ini benar-benar luas banget nget nget kebangetan. Sebagian besar tertutup sama enceng gondok, teratai dan tanaman air lainnya. Ikan-ikan berlompatan, burung-burung berterbangan, langit biru cerah, awan putih…indah banget. Walau panas terik kami benar-benar menikmati pemandangan yang terhampar di depan mata, bungsu kami yang awalnya takut malah jadi antusias sepanjang perjalanan. Kemudian perahu mengarah ke dalam sela-sela Ilalang tinggi hanya ada tersisa jalan untuk sebuah perahu, wuiih saya langsung merasa sedang berpetualang di Kenya, berburu kuda nil (efek kebanyakan nonton National Geographic)..mirip bener, suer. Mana pemilik perahunya manjat-manjat perahu lagi untuk mencari jejak keberadaan kerbau rawa.

Kemudian perahu jalan lagi menembus ilalang yang lebih tinggi…seruuuu. Kata pemilik perahu kalau siang gini kerbaunya biasanya mencar-mencar berendam karena panas, kalau mau liat yang banyak sore hari ketika kerbaunya sudah mau dimasukkan dalam kandang yang berada ditengah-tengah danau. Mendengar keterangan pemilik perahu, saya sedikit kecewa jadinya…hiks masa sudah sejauh ini berkelana tidak bertemu kerbaunya. Namun akhirnya kami bertemu juga dengan kerbaunya…banyak lagi, mereka sedang berendam dalam air. Kemudian kami diajak mampir ke kandang kerbaunya…banyak nyamuk dan lintah, ganas-ganas lagi nyamuknya. Pemilik perahu menawarkan untuk menunggu sampai kerbaunya masuk kandang sekitar jam 5 sore nanti (padahal masih jam 2-an ketika itu)..langsung saja kami tolak, kasian krucils kalau kelamaan.

Sudah ketebak dong siapa yang paling happy…krucils kami tentunya. Senang banget melihat antusias mereka, yang walau orang lain mungkin menganggapnya aneh.. ngapain coba ngeliat kerbau kurang kerjaan banget, bagi kami yang penting krucils senang, kami pun senang. Sekarang saatnya wisata kuliner…sate itik, itik panggang, gangan paliat..slurpp…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: