Candi Agung Amuntai, Kalsel

9 05 2015

20150511-062102.jpg

Terus terang kami sama sekali tidak tahu kalau di Kalimantan ada candi-candian juga seperti yang umum ditemui di pulau Jawa. Saya baru tahu subuh hari kalau tujuan pengelanaan kami kali ini adalah Amuntai, sebuah kota kecil sekitar 1-2 jam dari Tanjung. Saat ayah istirahat sekalian sholat subuh sejenak di sebuah mesjid di kota Tanjung (Kalsel), saya langsung browsing-browsing tentang ada apa sih di Amuntai itu. Dari hasil browsing itulah saya baru tahu kalau selain kerbau rawanya yang terkenal, di Amuntai (Hulu Sungai Utara) itu ada candinya. Nama candi tersebut adalah Candi Agung Amuntai. Tampaknya menarik nih ada candi di Kalimantan, harus dikunjungi nih…apalagi katanya ada museumnya juga.

Setelah istirahat sejenak di hotel, mandi, makan…tanya-tanya resepsionis…yuk mari. Letak candi ini sih tidak jauh-jauh amat dari hotel kami, tapi masuk gang sedikit jadi agak ribet juga nyarinya. Tiket masuk 4rb/dewasa dan 2rb/anak. Totalnya 12rb untuk kami berempat.

Tidak jauh dari pintu masuk terlihat bangunan tua tradisional yang bertuliskan Museum. Nah, tahu sendiri kan krucils, walau dalam mobil bilangnya untuk apa sih ke candi, langsung aja ke danau liat kerbau…tapi begitu masuk museum, siapa lagi yang paling heboh dan antusias kalau tidak mereka berdua. Isi museum ini sih tidak banyak, yaitu terdiri dari beberapa tembikar yang ditemukan saat penggalian, sebagian besar rusak dan pecah. Sebuah silsilah kerajaan, foto-foto saat penggalian pertama, sebuah alat musik tradisional Kalsel, dan sebuah tempat tidur khas Banjar. Walau isinya sedikit banget untuk ukuran sebuah museum, krucils bolak balik narik tangan ayah bundanya, nanyain ini apa, itu apa, disana belum diliat…disitu belum dilewati…hadeuh…

Baru setelah puas melihat isi museum mereka mau melihat candinya. Candinya sendiri tidak besar, mirip dengan pondasi rumah yang terbuat dari batu bata merah berukuran besar dan ditutupi dengan semacam aula atau joglo besar. Disini krucils malah tidak tertarik dan lebih tertarik pada penjual suling yang berjualan di taman depan candi ini berada. Pengelanaan kami di candi pun berakhir dengan suling yang tergenggam erat di tangan krucils🙂


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: