Patuxai, Vientiane

11 03 2015


Belajar dari pengalaman di Luang Prabang, di Vientiane kami tidak membeli hotel dulu via internet. Kami go show saja, hanya mencari sekilas nama hotel dan alamatnya di internet kemudian langsung datang. Kami sampai subuh di Vientiane menggunakan sleeper bus dari Luang Prabang, bis ini termasuk unik dan keren bagi kami si anak kampung ini tapi itu nanti diceritainnya.

Setelah sewa tuktuk untuk mengantar kami ke hotel, dapat kamar (yippie, gak luntang lantung lagi seperti di Luang Prabang), masuk…beberes dikit, beberapa pakaian kotor masukin laundry, mandi, istirahat dan sewa sepeda di hotel. Ternyata walaupun pihak hotel sudah setuju untuk menyewakan tiga sepeda pada kami, namun ketika kami turun setelah mandi eh sepeda yang tersedia hanya dua karena satu lagi dipakai tamu hotel dan baru balik sore nanti.

Sambil sedikit gondok, kami pun jalan kaki keliling kota. Saya sih gak masalah, cuma krucils yang bete karena ayah bundanya sudah terlanjur bilang bahwa kami akan keliling kota pakai sepeda. Akhirnya ditengah jalan kami menemukan rental sepeda, lebih mahal di banding hotel tapi ya gpp deh daripada ada yang manyun. Sewa sepeda disini 50rb Kip untuk tiga buah sepeda plus deposit 200USD+100rb Kip…huuu depositnya itu yang bikin ayah bunda gantian manyun, soalnya kalau sepeda hilang depositnya jadi gak bisa diambil😦

Dari penyewaan sepeda ini sebenarnya sudah jelas terlihat sih Patuxai ini, tapi karena krucils minta naik sepeda yo wes kami pun akhirnya naik sepeda ke Patuxai. Patuxai ini letaknya ditengah-tengah jalan, keren dan mirip banget dengan Arc de Triomphe Paris (sok tahu deh eike, ke Paris aja belum pernah)…mungkin karena Laos ini bekas jajahan Prancis kali ya, makanya ada kembarannya. Perbedaannya yang jelas terlihat ada dibagian atasnya, Patuxai ini bagian atasnya terdapat ukiran-ukiran khas.

Bagian plafon penuh lukisan-lukisan. Di bagian dalam, terdapat toko minuman dan toko penjual souvenir dan tangga naik juga untuk melihat dari atas tapi karena kami kepanasan setelah bersepeda dibawah terik mentari, kami lebih tertarik duduk-duduk ngadem sambil makan ice cream yang maknyus saja. Di Patuxai ini ada banyak turis Prancis, mungkin mereka tertarik sama kembarannya Arc de Triomphe kali ya dan banyak tukang foto keliling juga seperti halnya di tempat-tempat wisata di Indonesia. Setelah ngadem sejenak, kami pun meneruskan pengelanaan lagi…yuk anak-anak, markimon…mari kita kemon….


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: