Baan Tong Luang, Chiang Mai

6 03 2015


Pagi-pagi sekali di hari kedua kami di Chiang Mai, kami sudah bangun, sarapan dan nunggu jemputan. Kami sudah carter mobil hari sebelumnya untuk mengantar kami kesono kemari. Ada banyak tempat sebenarnya yang hendak kami kunjungi awalnya tapi yang utama tetap dong Long Neck Karen. Supir mobil kami (namanya Mr.Aroon) menawarkan riding elephant di Elephant Camp, Bamboo Rafting, Tiger Kingdom, Baan Tong Luang, sisanya sih terserah deh mau kemana. Awalnya sih kami ho oh ho oh aja, eh pas kami iseng-iseng tanya berapa biaya naik gajah ke Mr.Aroon jawabnya 1200Baht /orang. Jadi kalau berempat hitung aja tuh totalnya berapa…waaahhh, gak jadi deh. Chiang Mai ini adalah kota pertama dalam petualangan kami kali ini, kalau uangnya dihabiskan di Chiang Mai duluan, lalu bagaimana nasib kami di kota-kota selanjutnya…maklum backpacker yang budgetnya terbatas…hehe.

Jadi beberapa tawaran kesono kemari kami skip, termasuk Chiang Mai Zoo. Pada akhirnya kami hanya ke Baan Tong Luang dan Tiger Kingdom saja. Karena kami tidak jadi menaiki gajah, kami langsung ke Baan Tong Luang…sudah dari dulu kami (ok ngaku deh, saya sih sebenarnya..) penasaran pakai bingit sama yang namanya Long Neck Karen. Awalnya sih saya berniat mengajak krucils dan si ayah melihat suku ini langsung di tempatnya asli, yaitu di Myanmar perbatasan (Tachiliek) tapi karena setelah dihitung-hitung waktunya tidak cukup jadi kami putuskan melihatnya di Chiang Mai saja, tepatnya di Baan Tong Luang, sebuah desa yang dibuat khusus untuk beberapa suku yang mengungsi ke Thailand. Untuk itulah kami sampai bela-belain rental mobil.

Biaya masuk ke Baan Tong Luang ini 500Baht/orang dewasa, dan 300 Baht /anak. Totalnya kami harus membayar 1600Baht. Di dalam Baan Tong Luang ini ada beberapa suku yaitu, Karen (yang leher panjang), Akha (yang pakai topi dengan manik-manik), dan Lahu (yang telinganya ditindik pakai semacam pipa besi). Masih ada sih suku lainnya tapi seperti biasa kami gagal paham baca peta jadi tidak bertemu yang lain hehe😀

Awalnya bungsu kami ketakutan kesini. Dari awal dia sudah bolak balik nanya, gak apa-apakah kita bertemu suku itu yah? Orang-orangnya baik gak? Setelah dijelaskan dan diyakinkan akhirnya mau juga kesini walau dari tampangnya difoto masih keliatan sedikit rasa takutnya. Disini krucils dan si ayah kalap belanja belanji beberapa barang handmade suku. Kata si ayah sih, sudah jauh-jauh kesini nanggung gak belanja hehe. Belanja scarf, gelang berbagai bentuk, alat musik, tempat botol, magnet kulkas dan syukurlah pas kesini belum sempat nukar uang di money changer…jadi pas mau belanja lagi, Baht menipis…sudah deh selesai belanja belanjinya. Kalau tidak entahlah apalagi yang bakal mereka borong disini.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: