The Grand Palace, Bangkok

27 04 2014


Akhirnya hari kedua kami berhasil juga datang ke Grand Palace setelah hari sebelumnya diputar-putar kemana-mana dan tidak jadi masuk karena salah dress code. Untuk dapat masuk ke Grand Palace tidak boleh sembarangan berpakaian, harus pakai celana panjang atau rok panjang. Banyak turis yang bercelana pendek akhirnya menyewa pakaian atau bahkan akhirnya membeli celana atau kain panjang yang dililitkan menjadi rok. Kami malas menyewa walau ada tersedia tempat menyewa pakaian, kami lebih memilih memasukinya pada hari kedua saja.

Di pintu masuk ada penjaga yang akan memeriksa pakaian pengunjung, jika terlihat mereka ada pengunjung yang mengenakan celana pendek maka akan diarahkan ke tempat khusus penyewaan pakaian. Kalau sudah lolos dari penjagaan ini, kita berjalan terus sampai ada loket tiket masuk. Tiket masuk 500 Baht /orang dan kami cukup membayar 1000Baht. Sebelum pintu masuk ada museum yang bertuliskan Pavilion of Regalia, yang isinya ya perhiasan-perhiasan dan dekorasi-dekorasi kerajaan yang terbuat dari emas. Keluar museum ini ada pintu masuk ke Grand Palace, dengan memperlihatkan tiket masuk kita diberi sebuah peta Grand Palace lalu dipersilahkan masuk. Krucils yang tidak mempunyai tiket masuknya melalui pintu masuk khusus untuk anak-anak.

Begitu masuk, kami langsung disambut oleh bangunan megah berwarna keemasan serta berhiaskan batu-batu kecil warna warni dan kaca-kaca kecil. Entah kenapa selama petualangan ini kami malas banget mempelajari peta bahkan peta Grand Palace yang diberi dipintu masuk pun tidak kami pelajari sehingga saya malah mengira itulah istana rajanya….hehe. Konon kabarnya Grand Palace ini adalah kediaman raja Siam (kemudian Thailand) sejak 1782. Sekarang tempat ini masih dipakai untuk seremoni setiap tahunnya.

Ternyata tempat pertama dari pintu masuk itu tempat peribadatannya yang bernama Temple of Emerald Budha. Keluar dari situ ada gedung-gedung lainnya yang lebih bernuansa klasik modern, perpaduan arsitektur Thailand dan Eropa abad ke 19, yang awalnya saya pikir kantor apaan gitu, namun dijaga oleh penjaga seperti yang ada dipintu-pintu istana (Royal Guard). Rupanya disitulah kediaman sang raja namun karena panas yang menyengat kulit, kami jadi malas untuk mengeksplore gedung-gedung lain…pengen segera nyari tempat berteduh dan nyari minuman segar.

Untungnya tidak jauh dari situ ada tempat minum, krucils beli Haagen Daz sedang ayah bundanya cukup es kelapa muda. Panasnya aje gile bener…baju sampai basah oleh keringat dan butuh 3 buah es kelapa muda baru bisa menetralkannya, badan berasa segar lagi. Nah tidak jauh dari tempat minum ini ada museum lagi, yang langsung ditagih oleh bungsu kami untuk masuk. Sulung kami yang biasanya paling semangat melihat museum kali ini malas-malasan karena kepanasan…hehe. Diantara kami berempat, cuma bungsu yang masih punya tenaga lebih kayaknya, yang lain loyo karena udara yang menyengat.

Museum ini namanya The Temple of Emerald Budha Museum. Isinya ada keramik, ada patung, ada gelas-gelas, dan perhiasan emas. Keluar dari museum ini eh tidak jauh dari pintu keluar Grand Palace ada museum lagi yang namanya Queen Sirikit Textile Museum. Isinya baju-baju yang dulunya dipakai oleh Ratu Sirikit, ada juga kain-kain…ya tentang textile lah. Kompleks Grand Palace ini luas banget deh, sampai capek ngidernya. Oke krucils, kita istirahat dulu di hotel…adem-ademan setelah seharian kepanasan dibawah terik mentari kota Bangkok.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: