Penipuan yang Gagal di Wat Benchamabophit, Bangkok

25 04 2014


Setelah mencoba Floating Market, kami diturunkan dari kapal di dermaga yang bernama Tha Thien yang berlokasi tidak jauh Grand Palace. Istirahat sebentar minum es kelapa muda kemudian jalan kaki ke Grand Palace. Saat kami hendak masuk Grand Palace, kami ditahan oleh seorang bapak yang mengatakan Grand Palace saat ini tidak dibuka untuk umum, hanya khusus orang Thailand karena sedang ada upacara keagamaan (entah acara apaan, tapi memang banyak yang kayak sembahyang disitu). Untuk turis Grand Palace dibuka jam 13.00 nanti, sedang ketika itu jam baru menunjukkan angka 11-an.

Sambil menunjukkan stiker kecil yang tertempel di bajunya, yang baru saja dikeluarkannya dari kantong bajunya yang bertuliskan “Tourist Police” kalau gak salah (lupa lagi soalnya), dia pun meminta peta pada kami. Kemudian sambil mengajak kami menjauh dari pintu masuk, dia pun menunjukkan wat-wat lainnya yang ada didekat-dekat situ yang dibuka untuk umum pada jam segitu. Ada Wat Ratchanaraddam, Wat Benchamabophit, dan sebuah expo yang sedang berlangsung disebuah tempat yang katanya sih semacam expo kebudayaan gitu dan hari itu hari terakhir expo. After all, you can back here katanya lagi. Dan seperti jenis penipuan sebelumnya, dia pun menyarankan kami naik tuktuk untuk mengunjungi tiga tempat yang disebutnya tadi ditambah lagi dia bilang pakai bahasa Thai lebih murah, dan tiba-tiba secara misterius seperti sebelumnya berhentilah tuktuk plat kuning didekat kami. Dengan gaya penolong yang baik hati, diapun membantu kami menawar tuktuk tersebut 40 Baht untuk kesemua tempat tersebut. Hebatnya lagi kamipun seperti tersihir, manut aja padahal mengunjungi wat-wat lain itu tidak ada dalam list tempat yang akan kami datangi selama di Bangkok, kami setuju karena penasaran sama exponya sebenarnya.

Awalnya memang kami diantar ke Wat Ratchanaraddam, yang katanya sih hanya ada satu didunia yang ada stone budha ya disitu itu. Masuknya gratis karena lagi-lagi disana sedang ada orang sedang sembahyang, kami sebentar saja disini kemudian kami langsung ngajak si supir tuktuk cabut dari situ. Setelah dari Wat Ratchanaraddam tersebut, supir tuktuk pun mulai aneh…kami mau diajak ke toko perhiasan. Saya menolaknya, laa saya bukan penggemar perhiasan, ngapain ke toko perhiasan. Tapi supir tuktuk bersikeras ngajak kesana, hanya liat-liat aja kok katanya. Hmmm…mulai aneh dan curiga…

Tapi baiklah karena katanya toko tersebut sponsor dia, kalau kami masuk walau hanya liat-liat dia dapat stamp untuk ditukarkan dengan bensin. Kami pun masuk, begitu masuk dan melihat yang dijual disitu perhiasan tok…langsung keluar tanpa ba bi bu, satu detik aja dalam toko…wahaha. Supir tuktuk kaget, gak beli tanyanya? Gak tertarik tuh…lagian tadi cuma disuruh liat-liat…hahaha. Kemudian dia mengajak kami ke satu toko lagi, terus terang saya mulai gak suka. Saya menolaknya, tapi dia mengiba-ngiba supaya kami masuk sebentar supaya dia dapat stamp untuk bensinnya, kesian juga jadinya…baiklah…

Masuk toko kedua ini agak besar, selain perhiasan ada jual baju dan souvenir. Nah kalau souvenir sih boleh aja karena saya koleksi magnet kulkas, jadi ya yang saya beli ya magnet kulkas doang seharga 100Baht untuk 3 buah. Dan kembali ke tuktuk, lagi-lagi dia nanya apa tadi si ayah membelikan saya perhiasaan. Dia gak tahu saya bukan penggemar perhiasan apapun itu, satu-satunya perhiasan yang saya pakai ya cincin kawin. Jadi kalau dia pikir bisa merayu kami membeli perhiasan, dia salah orang…hahaha..jangankan perhiasan, belanja-belanja aja kami gak demen.

Akhirnya dia mengantar kami ke Wat Benchamabophit ini. Wat ini lebih besar dari wat pertama dan ada tiket masuk 20 Baht. Tapi karena counter tiketnya tutup, jadi ya kami jalan-jalan diluar aja…liat-liat. Di dalamnya sedang ada upacara sembahyang juga, mungkin hari itu hari keagamaan makanya disetiap wat sedang ada upacara keagamaan gitu. Kami hanya sebentar saja disini, cuaca Bangkok yang panas hari itu membuat kami pengen cepat balik ke hotel aja. Kami putuskan tidak jadi ke expo tersebut karena selain panas, kami juga mulai curiga sama supir tuktuk yang rajin banget ngajak kami ke toko-toko perhiasan.

Setelah di tuktuk kami minta diantar kembali ke Grand Palace aja, gak usah ke expo lagi. Eh lagi-lagi dengan gaya menghiba, supir tuktuk mengajak kami mampir lagi ke toko lainnya lagi, the last one janjinya. Saya langsung dengan tegas menolaknya, tapi si ayah yang gampang iba langsung menawarkan jalan tengah…kami akan tambah ongkos tuktuknya tapi langsung antar ke Grand Palace aja gak usah mampir-mampir ke toko lain lagi. Tapi supir tuktuk gak mau, dia hanya minta kami melihat-lihat saja ditoko terakhir tersebut setelah itu baru dia akan antar kami kembali ke Grand Palace. Katanya lagi kami membayar dia terlalu murah hanya 40 Baht untuk mendatangi wat-wat lainnya yang jaraknya lumayan jauh juga dari Grand Palace jadi dia butuh stamp untuk mengisi bensinnya katanya. Duile…siapa suruh dia mau ngantar kami dengan biaya 40 Baht tadi?

Akhirnya karena kasian, ayah mau. Di toko terakhir ini selain menjual perhiasan juga menjual pashmina, baju, souvenir. Pas liat-liat souvenir, krucils tertarik beli buku notes kecil yang sampulnya bertuliskan Thailand dan bergambar gajah seharga 50 Baht dan membeli sebuah pashmina untuk oleh-oleh. Saat dikasir kami bertemu dengan rombongan dari Indonesia juga…ada yang dari Jakarta, ada juga dari Banjarmasin. Berbeda dengan kami, mereka belanjanya banyak banget sedang kami sedikit banget hahaha. Belipun karena belum beli oleh-oleh, kalau gak ya gak akan tertarik beli apapun tuh.

Akhir cerita kami pun diantar kembali ke Grand Palace. Setelah kami rewind lagi kejadiannya, si ayah menyimpulkan ini adalah scam jenis lainnya yang ada di Bangkok. Sayangnya mereka salah orang yang disasar, kami buka tipe yang suka belanja…jadi mereka tidak sukses kali ini hahaha😀 Kami belanja hanya souvenir, itupun harganya kurang lebih sama dengan yang diemperan jalan…tapi dengan belanja kecil segitu kami dapat keuntungan bisa keliling Bangkok (melihat daerah-daerah yang diblokir karena ada demo yang sudah berlangsung selama 6 bulan) dengan harga murah, 40 Baht saja hahaha..kerugiannya hanya waktu kami terbuang banyak hanya untuk mengunjungi toko-toko gak jelas. Yang penting keuntungan yang kami peroleh lebih banyak daripada kerugiannya…haha.

Begitu tiba di hotel, baru terbaca oleh saya di meja resepsionis hotel dipampang peringatan buat para turis agar selalu waspada pada orang yang tampaknya berniat baik menunjukkan jalan, atau supir taxi dan tuktuk yang menawarkan tarif murah. Yah telat bacanya setelah seharian kena tipu. Resepsionis hotel langsung ketawa ketika kami ceritakan, katanya disini (Bangkok) memang banyak yang begitu. Padahal saya suka banget tuh nonton Scam City yang hostnya ganteng banget itu di National Geographic, sayangnya yang sering dibahas adalah kota-kota di Eropa…eh di Bangkok ternyata banyak juga…kena deh. Pengalaman berharga buat kami agar kami selalu berhati-hati, jangan gampang percaya sama orang lain.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: