Angkor Wat, Siem Reap

21 04 2014


Pagi hari pertama kami di Siem Reap, kami santai-santai dulu di kamar hotel, baru sekitar jam 9-an keluar hotel dan langsung disambut oleh supir tuk-tuk yang sudah menanti di depan hotel. Dia menawarkan 20$ untuk mengantar seharian di Angkor Wat, padahal hasil survey googling mengoogling di internet, biasanya harganya 15$. Tawar menawarlah kami, dan akhirnya dia setuju 15$…baiklah berangkaaattt…

Sebelum masuk kedalam kompleks percandian ini kami diantar ke loket tempat beli tiket masuk areal Angkor Wat. Biaya masuk 20$/orang, krucils gratis karena anak-anak dibawah umur 12 tahun tidak dikenakan tiket. Biaya tarif sebenarnya ada 3 jenis, one day visit yang termurah seharga 20$, ada two day visit dan three day visit. Kenapa sampai ada tarif untuk kunjungan tiga hari? Karena areal Angkor ini luaaasss banget nget nget, sudah kayak sebuah kota kecil sehingga kalau mau puas memang harus tiga hari kunjungan baru bisa datangin satu persatu candi-candi yang tersebar di lokasi yang luas ini. Tapi berhubung kami hanya dua malam di Siem Reap ini, jadi ya ngambil yang one day visit aja.

Setelah membayar tiket 40$ untuk saya dan ayah, kami pun disuruh menghadap kearah kamera yang dipasang ditiap loket, jepret…eh difoto. Rupanya tiket kunjungannya pakai foto, mungkin untuk mengurangi pemalsuan atau semacamnya. Tunggu sekitar satu menit, kartu lengkap dengan fotonya sudah jadi dan kami bebas memulai dari candi yang mana. Setelah liat peta, kami memutuskan dimulai dari Angkor Wat dulu…laaa pan tujuan utama petualangan kali ini memang mengunjungi salah satu keajaiban dunia yang ini, Angkor Wat. Alhamdulillah, satu lagi sudah didatangin…tinggal lima lagi ya dek…

Ada tiga candi besar dan banyak candi-candi kecil yang tersebar di areal yang luas banget. Tiga candi yang utama dan paling terkenal adalah Angkor Wat, Ta Phrom, dan Angkor Thom. Angkor Wat adalah candi yang paling pertama kami kunjungi, letaknya di tepi sungai atau danau gitu, keren sih….tapi panasnya itu loh…panasnya poll. Sinar mentari yang terik membakar kulit, beuh benar-benar hangus dan gosong rasanya, mana candinya luas banget lagi. Belum apa-apa, kami sudah dekil dan keringatan…mau foto dengan latar Angkor Watnya juga susah karena sinar matahari justru dari arah sana sehingga kalau difoto dengan latar Angkor Wat hasilnya gelap.

Harusnya saat yang tepat mengunjungi Angkor Wat adalah pagi hari (biasanya orang mengejar sunrise disini) atau sore hari (menjelang sunset)…selain cuacanya yang bersahabat juga dapat foto yang lebih eksotis. Tapi kami gak tega bangunin krucils pagi-pagi, sedang kalau sore kesini…susah ngatur waktu ngunjungi candi-candi lainnya padahal biaya tiket sudah termasuk mengunjungi candi lainnya juga. Jadi yo weslah, terima aja panas-panasan…seru juga kok terengah-engah kepanasan mengunjungi Angkor Wat. Ayah kemudian memberi semangat pada kami yang loyo kepanasan, katanya “ayo dong kalian yang semangat masa gitu aja capek, petualang tuh tidak mengenal capek”. Sulung saya yang cerdas langsung menimpali “petualang memang gak mengenal lelah tapi kan mengenal panas” wahahaha…..ngakak guling-guling…benar banget😀

Angkor Wat ini sebagian masih direnovasi sehingga tidak bisa dilalui. Di dinding bagian dalamnya penuh gambar-gambar yang berisi cerita, entah cerita apa…hasil nguping dari tour guide didekat saya sih, gambar monyet yang ada disitu adalah evil dalam cerita tersebut. Setelah puas keliling-keliling Angkor Wat, kami pun meneruskan pengelanaan kami di areal ini. Ta Phrom sudah menanti…yuk…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: