Sesak-Sesakan di Pawai Budaya

24 02 2014

Bungsu saya belakangan ini punya lagu favorite yang selalu dinyanyikannya kalau ayah sedang kerja di hari minggu, lagu tersebut adalah “pada hari minggu ayah pergi bekerja, ayah duduk samping pak supir yang sedang bekerja…dst” hehe. Untungnya weekend ini ayah ngejobnya dari hari Sabtu sehingga Minggu siang sudah pulang ke rumah.

Sabtu saat ayah ngejob banyak hal yang terjadi dan semuanya berurusan dengan si sulung. Sabtu pagi dia ikut Olimpiade Sains mewakili sekolahnya (sebagai emak, bangga juga punya anak yang super cuek urusan belajar eh ternyata diam-diam…), eh sorenya pas mau ke mesjid …jatuh dari sepeda, pulang-pulang diantar tetangga dengan muka berlumuran darah ternyata jidatnya bocor… alamakjang…Alhasil mukanya benjut sana sini disertai hiasan 5 jahitan dijidat yang berhasil ditorehkan dengan manisnya oleh dokter.

Begitu sampai rumah yang pertama dicari ayah ya si sulung ini. Walau muka benjat benjut, rupanya jiwa petualangnya dan rasa ingin tahunya masih aja berkobar. Disuruh tidur siang malah ngerayu ayahnya yang baru pulang agar mau mengantarnya melihat pawai budaya dalam rangka HUT Balikpapan. Ini karena saat pulang dari Rumah Sakit, dia tanpa sengaja melihat ada sebuah mobil yang sedang dihias. Rupanya rasa sakit tak bisa mengalahkan rasa penasarannya …hehe. Mungkin karena merasa bersalah, saat sulung dijahit ayah tidak bisa menemaninya di Rumah Sakit, keinginan sulung pun dikabulkan ayah walau ayah sendiri juga lelah karena baru sampai rumah.

Jadilah hasilnya bisa ditebak, kami desak-desakan, sesak-sesakan dan panas-panasan nongkrong dipinggir jalan dihiasi dengan tampang ngantuk ayah dan muka benjut abang. Siang bolong, nongkrong dipinggir jalan nungguin pawai sejam lebih tapi belum lewat-lewat juga tapi krucils masih sabar menanti, jadinya lucu juga..hehe. Ini mengingatkan pada masa kecil saya saat nunggu pawai lewat. Dulu sih cuma itu hiburan satu-satunya dikala mall belum ada, saluran TV juga cuma satu-satunya yaitu TVRI. Laaa sekarang jadi terasa lucu karena saat banyak hiburan yang bisa didapat eh krucils masih ngikutin jejak emaknya jaman dahulu kala….nongkrongin pawai ditengah terik mentari dengan semangat membara. Krucils saya memang bedašŸ˜€ Banyak hal sederhana yang mungkin bagi sebagian orang sudah gak penting atau gak menarik tapi bagi mereka sangat amat menarik. Di saat teman-teman sebayanya asyik main gadget atau sejuk-sejukan main di mall, krucils saya malah suka banget ke museum atau ke pasar malam, atau ya seperti ini…nongkrongin pawai walau sinar mentari sedang terik-teriknya dan walau harus sesak-sesakan dikerumununan banyak orang.

Pawainya sendiri tidak terkordinasi dengan baik. Banyak kendaraan yang bukan peserta pawai yang masih bisa menerobos jalur pawai menyebabkan kami yang nonton jadi merasa terganggu. Malah rombongan pawai jadi terputus-putus disela oleh kendaraan-kendaraan lain. Tapi walau apapun itu….krucils happy banget, sampai pawai habis pun masih belum mau beranjak dari situ, takut masih ada yang tertinggal dan malah meminta ayah menyusul pawai…wahaha…

Jangan takut….tahun depan kita nongkrongin pawai lagi….hehe…


Actions

Information

2 responses

24 02 2014
nina

iya mbak, hiburan jaman kecil dulu. pawai pembangunan sama pawai takbiran ^^

24 02 2014
advanture

Ternyata sama juga ya mbak hiburan jaman kecil…kayaknya hiburan semua orang nih pawai pembangunan hehešŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: