Bermain di Tepi Sungai Kandilo

26 12 2013


Bangun keesokan paginya gak seperti biasanya kami agak kesiangan yaitu jam 7 pagi, padahal kalau sedang berkelana biasanya subuh mata otomatis melek sendiri. Ini bisa dimaklumi karena kami kelelahan kurang tidur, sehari sebelumnya begadang nungguin ayah pulang dari Natuna ditambah baru istirahat dihotel tengah malam akibatnya ya bangun kesiangan tak terelakkan lagišŸ™‚

Mandi, langsung turun ke Cafe Jangkar untuk sarapan. Kemudian dapat telp dari ortu yang minta beliin ikan asin bulu ayam, yang katanya khasnya Tanah Grogot. Selesai sarapan, saat berniat mencari pesanan di pasar…eh menemukan ban mobil bocor, ya ampun kok gak sadar ya tadi malam. Jadilah bongkar-bongkar ban dulu, sementara ayah dan sulung sibuk ngurus ban…bunda bertanya arah pada resepsionis tentang Museum Sandurangas, museum kerajaan Paser (yang sempat bunda cari di websitenya pemerintah Paser saat menunggu antrian ferry).

Awalnya resepsionis terlihat kaget dengan pertanyaan si bunda, mungkin baru kali ini dia bertemu dengan orang yang tujuannya ke Tanah Grogot untuk berwisata …sangat aneh dan tidak lazim mungkin sehingga dia pun terkejut hehehe. Walau awalnya dia agak kaget dan bingung, kemudian dia bertanya pada beberapa temannya yang juga pegawai hotel. Eh mereka balik bertanya, Museum atau Hotel bu? Museum mas, masa sedang di hotel nanyain hotel lain…hehe.

Kemudian si mbak resepsionis memberi petunjuk, nanti dari hotel ini ibu ke kiri dulu, baru ke kanan…terus melalui jembatan besi, ketemu tugu belok kiri.
Saya : “Kearah mana mbak maksudnya, keluar kota atau arah ke kota?” (Pertanyaan ngambang yang agak saya sesali, harusnya nanya ke arah Simpang Kuaro atau ke arah Sungai Kandilo)
Resepsionis : “arah luar kota bu”
Saya : “jauh gak mbak?”
Resepsionis : ” lumayan jauh, sekitar 15 menit”

Dan karena merasa sudah memiliki bayangan tentang “tugu” yang resepsionis sempat singgung tersebut, si bunda pun sok iye dan sok yakin tahu arah Meseum Sandurangas. Malam saat menuju Tanah Grogot ini memang sempat ngeliat beberapa tugu tidak jauh dari kota, mungkin itu yang dimaksud. Jadilah setelah urusan ban beres, mampir ke pasar dulu nyari pesanan ortu, kemudian ngajak krucils bermain di taman bermain di sepanjang tepian Sungai Kandilo. Hampir semua kantor pemerintahan di Tanah Grogot dicat berwarna ungu, bahkan trotoar pun berwarna ungu dan putih, mobil-mobil dinas juga ungu.

Di tepian Sungai Kandilo disediakan berbagai mainan untuk anak-anak, ada sliding, ayunan, jungkat-jungkit, dan sebagainya. Walau panas menyengat karena matahari bersinar cerah (alhamdulilah selama berkelana cuaca bersahabat), krucils betah banget bermain disini. Diajak pergi pada gak mau, masih asik main. Cukup lama juga kami menghabiskan waktu disini menemani krucils yang asik menikmati taman bermain gratisan ini. Ketika akhirnya kami memutuskan kembali ke hotel untuk check out aja karena kan petunjuk resepsionis arah Museum Sandurangas keluar kota, jadi ya ke museum sekalian pulang aja.

Berjalan ke arah pulang, selama di jalan jelalatan nyari tugu dan jalan ke arah kiri, katanya sih 5km saja dari kota. Tapi sudah hampir sampai Simpang Kuaro, belum juga ketemu museum yang dimaksud. Tugu sih nemu beberapa kali, tapi gak ada jalan ke arah kiri…piye sih? Walah kalau gini sih kayaknya bukan kearah sini deh yang dimaksud, mencurigakan. Ayah cuma ketawa-ketawa ngakak sambil ngejek si bunda “bunda tuh kalau urusan arah jalan pasti aja gak jelas, nyasar mulu”…hahaha…memang kalau urusan nyari arah si bunda bukan jagonya, biasanya itu urusan ayah. Tapi karena tadi ayah sibuk ngurus ban, terpaksa bunda yang nyari arah dan parahnya salah ngasih pertanyaan pula ditambah sok yakin….hahahašŸ˜€

Yah, karena sudah sampai Simpang Kuaro males lagi balik arah karena bungsu request mampir ke peternakan rusa (Penangkaran Rusa di daerah Waru) dan sulung juga request untuk sampai rumah sebelum maghrib karena sudah janjian sama geng sepedanya di komplek untuk sholat maghrib di mesjid. Kalau harus balik arah ke Tanah Grogot bisa-bisa kesorean sampai daerah Waru, takutnya Penangkaran Rusanya sudah tutup. Jadi Museum Sandurangasnya lain kali aja lagi, yang penting krucils sudah puas dan senang bisa bermain di tepian Sungai Kandilo.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: