Idul Adha di Manado

18 10 2013


Selama ini kalau lebaran kami selalu di rumah orang tua saya, sesekali di rumah mertua. Tidak pernah sekalipun kami lebaran di tempat lain, kecuali lebaran Idul Adha tahun ini, kami berada di negeri orang eh sebenarnya masih di negeri sendiri sih, maksudnya adalah di daerah orang…hehe.

Ya Idul Adha kali ini tanpa kami rencanakan, kami berada di Manado! Memang saya sudah beli tiket ke Manado ini sejak awal tahun untuk memanfaatkan libur nasional, bukan tepat saat Idul Adhanya tapi beberapa hari setelahnya. Namun sebulan sebelum jadwal keberangkatan tiba-tiba kami dapat e-mail dari maskapai bersangkutan bahwa jadwal keberangkatan kami diundur dan kami diperbolehkan mengganti hari sesuai yang kami inginkan. Setelah mencocokkan jadwal akademik krucils, ya sudahlah…dimajuin seminggu dari jadwal semula aja dan diperpanjang dari awalnya hanya sehari di Manado jadi empat hari, mumpung ada libur lebaran.

Hingga akhirnya disinilah kami, Idul Adha di daerah orang. Menjelang malam Idul Adha sudah mulai terdengar takbir di masjid pasar yang letaknya tidak jauh dari hotel dan pelabuhan. Hanya bertigaan bareng krucils sedih juga rasanya tapi malam itu ayah telp, ayah akan menyusul ke Manado menggunakan pesawat malam…yippie…akhirnya si ayah bisa libur juga.

Subuh-subuh hari keempat di Manado sudah terang benderang, agak kaget kami terbangun melihatnya dari balkon hotel. Idih, jangan-jangan terlambat nih untuk sholat Idul Adhanya. Buru-buru mandi, siap-siap, dan berangkaaat! Di resepsionis minta koran bekas karena kami tidak membawa sajadah, tapi tidak ada…OMG. Yo weslah, nanti minta di mesjid ajalah pikir kami. Agak bingung juga kami mencari masjid di Manado ini, celingak celinguk nyari arah mesjid di dekat pelabuhan malah dikira mau ke Bunaken…hehe.

Ketika akhirnya kami menemukan sumber asal suara takbir dari balik Pasar Bersehati dan Calaca, rupanya sholat Idul Adha diadakan di lapangan terbuka di tengah Pasar Bersehati sehingga aktivitas pasar masih terlihat disekitar tempat sholat. Dan lapangannya masih sepi banget, hanya terlihat dua orang bapak yang sedang takbir menggunakan pengeras suara dan seorang ibu di deretan belakang. Ketika kami memasuki area sholat, kami malah ditegur bapak tersebut yang kira-kira mengatakan bahwa ini untuk tempat sholat, dilarang jalan-jalan di daerah tersebut. Seketika ayah dan saya pun saling berpandangan, duh memangnya segitu banget ya keliatan turisnya sampai dikira kami turis iseng yang cuma jalan-jalan aja disekitar situ…hahaha.

Ternyata kami kepagian. Cukup lama juga kami menunggu, sholat dimulai jam 7 pagi tepat…padahal kami sudah berada di situ sejak jam 5.30 pagi karena melihat matahari sudah terang benderang seperti sudah jam 7 atau 8 pagi…gak liat-liat jam lagi hahaha. Akibat kelamaan nunggu, perut jadi keroncongan, jadi gak konsen …hehe. Sesaat sebelum sholai Ied dimulai, warga pun berdatangan walau tidak sebanyak jika sholat di kota lain akibatnya lapangan tersebut lebih banyak ruang kosongnya dibanding terisi oleh jamaah, yang dari logatnya diperkirakan berasal dari Makassar atau Gorontalo. Inilah rasanya sholat di kota yang mayoritas penduduknya beragama lain. Dan seperti slogan salah satu kampanye yang terpampang disebuah baliho besar dilapangan tersebut, mari torang rame-rame…mari joo…hehe..Alhamdulillah Idul Adha ini kami bisa kumpul dan liburan bareng sama si ayah yang super duper sibuk.

Selamat Idul Adha, mohon maaf lahir dan batin semuanya😀


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: