Bunaken, Kami Datang !

18 10 2013


Waktu saya kecil, ada permainan yang saya lupa lagi namanya. Cuma yang saya ingat adalah di permainan tersebut ada sebuah peta Indonesia tentang tempat-tempat wisata terkenal seperti danau Toba, Bunaken, dsb. Dulu waktu kecil sih rasanya jauh banget Bunaken itu, hanya bisa memandangi gambar ikan yang ada di peta permainan tersebut😀

Beberapa puluh tahun kemudian akhirnya saya bisa menginjakkan kaki ke Manado. Itu sebabnya gak sah banget rasanya kalau tidak melihat Bunaken yang tersohor tersebut. Manado ya identik dengan Bunaken, penting banget nih ngabsen disini walau saya dan krucil saya tidak bisa berenang apalagi diving (padahal penting banget kemampuan berenang dan diving jika mengunjungi taman laut-taman laut seperti ini), yang penting bisa liat dari dekat seperti apa sih Bunaken itu…hehehe..

Letak pelabuhan menuju Bunaken tepat persis di belakang hotel kedua kami di Manado. Sepanjang hari dari balkon kamar saya sering memperhatikan aktivitas pelabuhan tersebut dan mengetahui ada jadwal kapal umum untuk warga yang harganya hanya 12rb/orang, namun hanya berangkat satu kali setiap harinya yaitu siang sekitar jam 14.00 atau 15.00 dan akan kembali ke Manado keesokan harinya jam 09.00. Jika kami mengikuti kapal ini berarti kami harus bermalam di Bunaken. Saya sih oke-oke saja tapi karena bawa krucil, banyak hal yang saya pertimbangkan seperti resort di Bunaken bernuansa alam, tanpa ac, tanpa tv. Kebayang krucils tidur tanpa ac, banyak nyamuk, kalau malam bingung ngapain karena tidak ada tv….hehehe, jadi saya lebih memilih nginap di Manado aja deh. Menginap di Manado sama artinya mau gak mau harus sewa kapal agar bisa bolak balik Bunaken-Manado semau kami.

Itulah sebabnya dengan semangat menggebu, begitu bangun subuh di hari ketiga di Manado yang langsung saya lakukan adalah menelpon Daeng. Siapa sih Daeng itu? Saya juga gak kenal sih, cuma dapat nomor kontaknya dari beberapa blog travelling. Daeng ini seorang pemilik kapal yang sering mengantarkan orang-orang yang akan ke Bunaken serta snorkling disana dan dengan dicantumkan nama dan kontak telpnya di blog artinya direkomendasikan oleh orang-orang yang pernah menggunakannya jasanya.

Sebenarnya untuk mencari kapal sewaan seperti ini sih gampang, anda bisa berjalan ke pelabuhan tersebut dan bisa dipastikan seketika beberapa orang akan mendekati anda menawarkan kapal. Cuma cara ngoboy seperti ini ada plus minusnya, minusnya harga yang ditawarkan jauh lebih tinggi dibanding jika sudah kontak dulu dengan pemilik kapal (umumnya menawarkan harga 950rb – Rp 1,2jt). Plusnya terkadang anda bertemu sesama traveller yang juga sedang mencari kapal, kalau beruntung anda bisa sharing cost (karena kapal yang ada biasanya kapasitas 10-15orang) sehingga lumayan menghemat pengeluaran.

Nekat nelp Daeng padahal isi dompet sudah menipis belum ambil uang, kemudian Daeng menawarkan harga 750rb. Weis, bukan emak-emak dong kalau gak nawar…busyet Daeng, temanku baru dari sini dia bilang 500rb. “Kali dia tahun kemaren mbak, sekarang tarifnya naik”, jelas Daeng. Dia ke Bunaken Juni tahun ini, kata saya ngotot. “Dulu memang 500rb mbak, saya masih pakai kapal kecil sekarang kapal saya yang gede untuk 10 orang”, katanya lagi gak mau kalah. “Saya gak masalah tuh pake kapal kecil tapi harganya tetap 500rb, ngotot gak mau kalah juga…hehe. “Tapi kapal saya sekarang yang besar mbak, yang kecil masuk dock… anak-anak juga bisa main di dalam kapal kalau kapal besar”, sahutnya lagi. Setelah ngotot-ngototan beberapa menit akhirnya kami sepakat 600rb, deal.

Mahal memang…tapi demi Bunaken apa boleh buat. Janjian bertemu Daeng jam 8-an dipelabuhan, saya pun segera membuka peta kota untuk mencari lokasi ATM terdekat dengan hotel. Nemu, ngajak krucil berkelana subuh-subuh nyari ATM dan ternyata saya baru tahu kalau ruko-ruko sekitar hotel yang siang digunakan berjualan berbagai macam, malam -subuh depannya berubah fungsi jadi tempat tidur gelandangan. Miris liatnya, kok bertolak belakang banget dengan aktivitas tidak jauh dari situ di pelabuhan dimana turis-turis mancanegara maupun domestik berbagai gaya berdatangan. Satu lagi pelajaran yang bisa dipetik, hidup itu bagai dua sisi mata uang, ada siang ada malam…syukurilah kehidupan yang kita punyai saat ini.

Setelah muter-muter gak tentu arah, bolak balik (maklum bingung baca peta wkwkwk), akhirnya nemu juga ATMnya..yippie. Balik hotel, sarapan dulu. Naik ke kamar untuk siapin jaket, cemilan, krucils pakein baju renang…gak berapa lama Daeng telp. Oke, kita siap berangkat dan dijemput Daeng ke hotel. Di pelabuhan lumayan padat, ada yang baru turun ada yang mau naik…dan olala di kapal kami ada bule! Protes ke Daeng, kok gabung sama orang lain? Bulenya cuma mau diving kok mbak, tenang aja…kapalnya punya mbak kok…halah.

Dan berangkat…kami lebih suka duduk di depan memandang lautan, memandang Manado Tua sambil ditiup angin. Liat krucils terlihat sumringah, rasa senang terpancar diwajah mereka…sip, gak sia-sia bunda sewa kapal hehe. Lama perjalanan 45menit – 1 jam, tergantung jenis kapal. Begitu mendekati Bunaken…hmmm…terus terang saya agak kecewa, tidak sesuai ekspektasi saya. Laut terlihat kotor oleh sampah, liat ke bawah…iya sih banyak terumbu karangnya dan ada banyak starfish (bintang laut) tapi minim ikan, ikan jarang terlihat berseleweran seperti saat saya ke Derawan yang dari pantainya saja sudah terlihat ikan bergerombol ditambah penyu hijau yang mondar-mandir cukup menghibur untuk orang-orang yang tidak bisa berenang seperti saya.

Mungkin ikan banyak tapi di lokasi khusus snorkling dan laut yang lebih dalam untuk diving, demikian saya pikir. Yo weslah, terima nasib aja sebagai orang yang gak bisa berenang salah sendiri kalau milih wisata taman laut seperti ini wkwkwk…akhirnya begitu kapal merapat, saya lebih memilih duduk-duduk sambil nyeruput (halah nyeruput kan buat kopi…hehe) kelapa muda dan makan pisang goreng yang dikasih sambel dabu-dabu (katanya sih nama sambalnya itu, hasil nguping tetangga sebelah duduk yang juga sedang makan pisang goreng hehe). Sementara krucils langsung heboh bermain dipantainya, entah apaan yang menarik bagi mereka la wong gak ada apa-apanya kok hehehe…

Melihat saya hanya duduk-duduk Daeng langsung menghampiri saya. “Mbak, kalau mau snorkling nanti saya antar ke lokasi snorkling pake kapal, gratis kok” (ya iyalah gratis kan sudah saya sewa…piye sih ? hehe). Gak deh mas, saya gak bisa berenang …anak-anak saya juga pengen main air aja tuh. “Sayang mbak kalau kesini gak snorkling, disana gak dalam kok, tempatnya bagus. Tapi kalau kesana harus pake baju khusus (wet suit), soalnya karangnya tajam-tajam”. Nah ini dia yang saya hindari nyewa alat snorkling dan wet suit, untuk apaan coba nyewa alat snorkling bekas ganti-gantian dengan banyak orang ditambah harganya mahal 150rb/orang, wong gak bisa berenang juga. Kalau memang mau snorkling ya mending dari awal saya bawa alat punya saya sendiri dari rumah hehe…

Enggak mas, saya mau duduk-duduk di sini aja, kata saya mengakhiri percakapan. Lagian krucils pada gak mau diajak snorkling, nunggu ayah aja kata mereka…laa ayah aja baru besok ke Manado…hehe. Jadilah saya duduk-duduk manis meneruskan seruputan kelapa muda sambil memperhatikan aktivitas turisme di pulau ini. Kalau mau snorkling harus sewa alat dan baju (kecuali memang bawa sendiri, tapi rasanya jarang banget ada yang bawa-bawa begituan).

Setelah saya pikir-pikir kok ya mahal biaya ke Bunaken ini yah. Sewa kapal 950rb (kalau di pelabuhan). Sewa baju + masker+finn = 150rb /orang. Untuk yang pengen berfoto dalam air disediakan sewa kamera underwater = 350rb. Kalau mau snorkling harus ditemani pemandu yang artinya harus sewain alatnya juga plus biaya pemandu 50rb = 200rb. Kalau mau menikmati kapal yang ada kaca, 150rb/orang dari Bunaken untuk waktu 30menitan. Kok semuanya harus bayar hehe…

Walau Indonesia jauh lebih indah, tapi kalau semua serba mahal ya orang jadi malas. Saya jadi membandingkan dengan waktu saya ke Phi-Phi Island, biaya yang dikeluarkan perorang 300rb-an. Itu sudah terima beres, ya kapal, makan siang, masker dan pelampung untuk yang mau snorkling plus pemandu snorkling sudah termasuk kedalamnya, Island hopping (pindah-pindah pulau), belum lagi kebersihannya (laut dan pantainya bersih banget tanpa sampah, kapalnya bersih dan wangi) dan servicenya yang memuaskan banget…tiap saat selalu tersedia minuman dingin berbagai rasa ditambah berbagai snack dalam kapal yang lumayan mewah dibandingkan kapal ke Bunaken ini. Atau gak usah jauh-jauhlah…dengan Derawan aja kok kayaknya kalah. Derawan walau juga mahal tapi lautnya bersih banget, ikannya banyak, penyu mondar-mandir bebas di pantai (dulu sih, entah kalau sekarang…hehe).

Tapi pengalaman itu kan penting dan mahal harganya, jadi apapun ganjalannya saya tetap enjoy-enjoy aja selama krucils saya senang. Ketika saya tanya bagus mana Phi-Phi sama Bunaken, serentak mereka menjawab …Bunaken! Tuh kan mereka senang-senang aja…saya gak bisa complain dong, la wong tugas saya hanya membahagiakan mereka hehe. Mereka betah banget main air disini, sampai 3 jam main air dan kulit mulai keriput-keriput masih aja nawar 1 jam lagi ya bunda, pleaseee…hehe…

Ketika akhirnya jam menunjukkan angka 12.30, saya menyuruh krucils berhenti bermain air. Hari makin terik, belum makan siang hanya nyemil karena yang dijual disekitar situ hanya pisang goreng. Sudah saatnya balik ke Manado. Ketika jam menunjukkan angka 13.30, kami pun sampai kembali ke pelabuhan. Sesampai dihotel krucils mandi, pesan makanan…dan saatnya istirahat…ZzzzzzzzZz


Actions

Information

2 responses

24 03 2014
gogod

Thanks for sharing
Masih punya nomor hp nya daeng nggak?
bagi dong, hmmmm nginep di hotel apa yg deket pelabuhan?

27 03 2014
advanture

Yg ditengah kota Hotel Central, yg dekat pelabuhan Hotel Celebes. No hp Daeng 081356230505

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: