Memandang Gunung Lokon di Bukit Doa

17 10 2013


Setelah beranjak dari pasar, kami pun menuju bukit doa. Kenapa bukit doa yang saya pilih, bukan bukit kasih? Karena sudah terbayang ribetnya dibenak saya kalau kami pergi ke bukit kasih, mendaki ribuan anak tangga hanya bertigaan dengan krucils saja…mungkin baru mendaki 10 anak tangga, yang sulung sudah ngomel capek sedang yang bungsu nangis minta pulang karena takut ketinggian. Jadi cari yang enak-enak ajalah, yang gak harus bikin lelah dan yang paling penting pemandangannya keren.

Hasil jelajah dunia maya sih, bukit doa ini membuat saya tertarik karena pemandangannya. Terutama sih yang saya incar Kelong Gardennya yang masih berada di wilayah bukit doa, berupa sebuah taman yang indah dengan latar gunung Lokon. Konon saking indahnya tempat ini kerap dijadikan lokasi untuk pemotretan foto prawedding.

Begitu sampai bukit doa, seorang security menghentikan mobil kami. Belum buka bu, bukanya jam 8 nanti sementara saat itu jam masih menunjukkan angka 7.30. Walah piye ini ? Akhirnya supir berinisiatif mengajak kami melihat pagoda saja, yang katanya sih letaknya tidak jauh dari situ, sembari menunggu bukit doa buka setengah jam lagi.

Di Pagoda yang dimaksud supir dan security tadi ternyata tidak jauh dari situ memang, tapi krucils saya tidak menunjukkan antusias yang besar…malah tampaknya lebih tertarik pada pemandangan gunung Lokonnya. Walau penjaga pagoda mempersilahkan kami untuk melihat-lihat sekitar yang berupa kolam ikannya, sumur koin yang dipercaya membawa kemakmuran, kesehatan, dsb namun krucils tetap tidak semangat malah mengajak agar kami segera ke bukit doa.

Begitu kami kembali ke bukit doa, ternyata petugasnya masih belum datang tapi akhirnya kami disuruh masuk dengan biaya 10rb /orang. Di dalam memang masih sepi, tampaknya hanya ada kami bertiga plus supir disitu…hehe. Yang dilihat ya pemandangan aja sebenarnya, dari ketinggian bukit kami bisa melihat gunung Lokon dikejauhan. Di lokasi tersebut ada amphitheater, semacam panggung berbentuk lingkaran. Ada chappel tempat menikah, dan gua yang berisi patung maria. Kami kesini untuk melihat pemandangannya saja yang indah dan asri sekaligus melemaskan otot kaki setelah kelamaan duduk di mobil serta menenangkan perut setelah perjalanan yang meliuk-liuk menuju Tomohon tadi. Disini krucils berlari-larian naik turun menjelajah bukit sekaligus ajang foto-foto sulung saya mengasah kemampuan fotographinya…hehe


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: