Pasar Terunik Sedunia di Tomohon

16 10 2013

20131017-025927.jpg

Di rumah saya ada dua channel televisi yang biasanya paling aktif ditonton, National Geographic atau Cartoon Network. Selain dua channel tersebut, sebagai selingan yang paling kami suka adalah acara jalan-jalan atau petualangan di stasiun nasional. Penting nih tahu lokasi-lokasi menarik di Indonesia sebagai referensi pengelanaan kami hehe..

Nah, dari berbagai acara jalan-jalan atau petualangan di televisi tersebut, kami sudah sering banget liat tentang pasar terunik sedunia (menurut saya sih) yang menjual berbagai jenis hewan yang tidak umum dijumpai di pasar lain. Pasar tersebut adalah Pasar Tomohon, letaknya 45 km dari Manado. Jadi pasar ini sudah masuk dalam target saya kalau ke Manado.

Setelah sehari sebelumnya sibuk kasak kusuk menghubungi beberapa kenalan yang mungkin bisa memberi referensi mobil sewaan yang murah (tengkyu so much mbak Diah) namun ternyata memang harga sewa mobil di Manado lebih mahal dari kota lain, apa boleh buat…sewa di hotel aja kalau gitu dan membuat janji agar dijemput jam 6 pagi teng. Hari kedua pengelanaan kami, saya sibuk membereskan barang-barang…rencananya hari itu kami keliling semua yang ingin dilihat Sulawesi Utara terutama sih pasar Tomohon sekaligus pindah hotel ke dekat pelabuhan agar hari ketiga memudahkan kami ke Bunaken.

Subuh-subuh krucils mandi dan sarapan…nunggu jemputan di lobby. Jam 6 di Manado sudah terang benderang banget seperti jam 7 atau 8 pagi di kota lain. Detik berlalu, menit kemudian mulai berlalu dan si bunda pun mulai gelisah, walah piye sih ini kok belum datang juga padahal pasarnya hanya ada pagi hari ntar keburu tutup nih…arggghhh…

Ketika akhirnya mobil datang, supir pun bertanya “kemana kita bu?”. Kita ke Tomohon dulu pak, ke pasar Tomohon yang jual makanan yang aneh-aneh itu loh pak, bapak tahu kan?, jawab saya memulai percakapan. “Nanti kita cari ya bu”. Itu loh pak, yang jual kelelawar, ular, dsb ( mulai was-was, waduh bisa gawats nih kalau si bapak gak tahu lokasi tujuan). “Ibu suka makan kelelawar ya memangnya?”, tanyanya…. (gubrak, saya pun jatuh pingsan…wahahaha…gak deng, becanda…saya gak pingsan tapi kaget dengan pose mulut menganga lebar…hehe).

Perjalanan menuju Tomohon ini berkelok-kelok, kalau dibandingkan dengan puncak lebih berkelok lagi. Tikungannya melintir-lintir, sempit, sebelahnya jurang dan menanjak ditambah pak supir yang ngebut, lumayan olahraga jantung nih hehe. Sepanjang perjalanan terlihat banyak penduduk yang pergi ke gereja, lalu saya pun tersadar…ya ampun, ini kan hari minggu! Jangan-jangan pasarnya tutup …

Begitu sampai pasar, penampakannya ya seperti pasar pada umumnya. Ada yang jual sayur, ikan, ayam, dsb. Menyusuri pasar, tak nampak ada yang berbeda. Setelah deretan penjual ayam, jalan agak ke kanan dikit baru kemudian nampak ada yang berbeda di deretan kios-kios sebelah kanan ini. Yang pertama saya temukan adalah daging hangus berwarna hitam yang sudah terpotong sebagian tubuhnya sehingga tidak terlihat hewan jenis apa itu. Penjual yang melihat saya sedang mengamati daging ini kemudian menawarkan pada saya dalam bahasa setempat yang tidak saya mengerti. Ketika saya bertanya, apa tuh? RW, katanya lagi. Apaan tuh RW kata saya masih gak ngerti. Anjing…kata penjual tersebut lagi…oalah…

Jalan tidak jauh dari situ mulai terlihat yang berbeda, ada kelelawar gosong, anjing gosong, babi gosong, kepala babi, bahkan ular piton gede. Di dekat piton saya lihat ada yang sedang membakar sesuatu menggunakan seperti bakaran mesin las…sementara pembelinya menunggu didekat situ. Saya yang penasaran mendekat, apaan sih itu yang dibakar…oalah, rupanya babi.

Semua yang berbulu dibakar hingga hitam gosong menggunakan alat bakar seperti alat las, gunanya untuk menghilangkan bulu-bulu yang masih melekat di daging. Ketika saya sibuk mengambil foto, tiba-tiba tidak jauh dari saya berada terdengar kaingan atau dengkingan anjing yang kedengarannya sedang dibunuh…wuihhh, susah saya menggambarkan suasana hati saya. Campuran penasaran, kasian, sedih, ngeri, dsb.

Kami tidak lama disini, kedua krucils saya tidak mau lama disitu. Mereka mengajak saya segera beranjak dari situ, yang satu karena takut sedang yang satu tidak tahan baunya. Begitu kami kembali ke mobil, supir kami rupanya penasaran kenapa sih si emak-emak yang satu ini pengen banget ke pasar itu, dia pun browsing di tabnya…dan menunjukkan foto-foto hasil browsingnya kepada saya. Iya pak, saya sudah liat tadi…

Kenapa sih saya pengen kesini ? Kurang kerjaan banget sampai bela-belain sewa mobil, alasannya sederhana aja…saya penasaran! hehe😀 Alasan kedua, saya ingin menunjukkan pada krucils saya bahwa di dunia ini ada berbagai macam kebudayaan, keyakinan, adat istiadat, kebiasaan dan bahkan makanan yang berbeda dengan kebudayaan, keyakinan, adat istiadat, kebiasaan dan makanan yang biasa krucils temui dilingkungannya selama ini. Dengan menunjukkan perbedaan-perbedaan tersebut saya berharap bisa memberikan pemahaman pada krucils saya agar menghargai perbedaan tersebut, menumbuhkan sikap toleransi dan memudahkan krucils beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda-beda.

Sekarang pengelanaan berlanjut…


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: