Pelabuhan Poetere

14 10 2013

20131014-044325.jpg

Transit sehari di Makassar jadi bingung mau kemana lagi. Losari sudah, Trans Studio sudah juga, Fort Rotterdam check list, Tana Toraja & Tanjung Bira kejauhan gak bakalan cukup waktunya, Samolona…hmmm nanti aja deh soalnya tujuan utama pengelanaan kali ini kan ke Bunaken (Manado) hehe. Pilihan tersisa, Benteng Somba Opu dan Pelabuhan kapal pinisi di Poetere.

Tanya resepsionis hotel (hotel kami letaknya di chinatown), katanya kalau ke benteng Somba Opu jauh, gak ada bisa dicapai dengan menggunakan becak, sedang pete-pete juga jarang lewat. Baiklah, kalau Poetere? Kalau Poetere sih dekat bu dari sini, jalan kaki juga bisa…nih dibelakang hotel tunjuknya. Percaya dengan info dari resepsionis, saya pun mengusulkan ke krucils untuk jalan kaki saja dari hotel (laa… kan dekat katanya). Sulung saya bilang, kita naik becak aja dulu bunda supaya tahu arahnya….kalau sudah tahu arah, baru pulangnya jalan kaki.

Mengikuti usul krucils, kami pun minta becak mengantar ke Poetere. Begini kurang lebih percakapan saya dengan tukang becak ;
Saya : Ke Poetere berapa pak?
Tukang becak (TB) : Poetere??? ??? ??? (jidatnya berkerut,hidungnya mengernyit, matanya menyipit, diseputar kepalanya muncul tanda tanya yang banyak hehe)
Saya : Pelabuhan Poetere?
TB : oooh pelabuhan, 15rb.
Saya : kata orang hotel dekat tuh pak, 8 rb saja ya?

Dan dia pun mengangguk setuju. Naik becak, bersenang-senang dengan krucils karena kami memang senang naik becak hehe. Tidak begitu jauh dari tempat kami naik tadi, tukang becak pun berhenti.
TB : E..ini dia pelabuhannya (sambil berhenti di pelabuhan kapal pelni biasa
Saya : Bukan yang ini pak, pelabuhan Poetere
TB : pelabuhan ya ini
Saya : pelabuhan yang ada kapal pinisinya itu loh pak, Pelabuhan P-o-e-t-e-r-e ….*mulai bingung sendiri*
TB : oooh yang ada kapal pinisi, itu poeter

Nah itu dia maksudnya, rupanya terjadi kesalahan pengejaan dan pelafalan hingga menyebabkan kesalahpahaman…entah saya yang salah atau di tukang becak yang salah…hahaha. Dan ternyata yang kata mbak resepsionis itu dekat ternyata malah jauuuhhh buangeeet dan mungkin ini salah paham lagi, kemungkinan dikira mbak resepsionis pelabuhan kapal laut biasa…hehe.

Setelah perjalanan yang terasa sangat amat lama dan sport jantung itu (sepanjang jalan banyak truk-truk kontainer yang mepet banget dekat becak, seyeeemmm), kemudian sampailah kami di jalan rusak yang aromanya langsung berbau ikan asin dan terasi. Melalui pasar yang ramai dan inilah dia Poetere yang dicari-cari itu…

Biaya masuk murah meriah cuma 2rb. Banyak kapal pinisi khas pelaut Makassar bersandar di pelabuhan ini. Sulung langsung sibuk dengan kameranya, adek langsung sibuk ngelap keringat…panasnya pol banget dah. Rupanya disini juga pelabuhan ikan, jadi banyak ikan juga. Walau penuh perjuangan untuk sampai sini, ditambah keringat yang bercucuran, yang penting krucils jadi tahu gimana sih bentuk kapal pelaut Makassar yang tersohor itu langsung di tempatnya gak cuma liat di foto atau di museum tok😀


Actions

Information

One response

21 10 2013
leny

kerennnnn abizzzz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: